WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ASN dengan batik Korpri. (Dok. Kementerian Pariwisata)

Ilustrasi ASN dengan batik Korpri. (Dok. Kementerian Pariwisata)

BANDUNG,KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melanjutkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Pemprov Jawa Barat tetap menggunakan Surat Edaran Gubernur sebagai dasar pelaksanaan karena hasil evaluasi menunjukkan sistem kerja tersebut berjalan efektif.

Pemerintah pusat juga memperpanjang kebijakan WFH ASN hingga akhir September 2026. Karena itu, Pemprov Jawa Barat tetap menerapkan pola kerja fleksibel sebagai bagian dari sistem kerja birokrasi modern.

BKD Jabar Nilai WFH Mampu Menjaga Produktivitas ASN

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat, Dedi Sopandi, mengatakan evaluasi menunjukkan WFH mampu menjaga produktivitas pegawai sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelaksanaan WFH di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih mengacu pada Surat Edaran Gubernur yang berlaku. Berdasarkan evaluasi, pola kerja ini berjalan cukup efektif,” kata Dedi Sopandi, Rabu (5/8/2026).

Menurut Dedi, seluruh organisasi perangkat daerah mampu mengatur jadwal kerja pegawai secara mandiri. Langkah itu membuat pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.

Ia menilai WFH kini menjadi bagian dari transformasi birokrasi. Pemerintah tidak lagi menganggap kebijakan tersebut sebagai solusi sementara, melainkan sebagai sistem kerja yang lebih adaptif.

Dedi Mulyadi: ASN Administrasi Bisa WFH

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pemerintah tidak memberlakukan WFH untuk semua ASN. Ia hanya mengizinkan pegawai yang menangani pekerjaan administratif bekerja dari rumah.

Sebaliknya, ASN yang menjalankan tugas teknis harus tetap hadir di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan tetap berlangsung.

“Yang administrasi kerja di rumah tidak ada masalah. Yang tidak bisa bekerja dari rumah adalah mereka yang bekerja secara teknis di lapangan,” ujar Dedi Mulyadi.

Menurutnya, setiap instansi harus menyesuaikan pola kerja dengan karakter tugas masing-masing pegawai.

Hasil Kerja Menjadi Tolok Ukur Utama

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah tidak mengukur kinerja ASN berdasarkan kehadiran di kantor. Pemerintah justru mengutamakan hasil kerja, produktivitas, dan pencapaian target.

Ia menyebut pembangunan di Jawa Barat terus meningkat sejak pemerintah menerapkan pola kerja yang lebih fleksibel.

“Yang penting produksi berjalan. Jawa Barat menerapkan WFH dan produksi pembangunannya meningkat dibanding saat pegawai masuk kantor setiap hari,” katanya.

Menurut Dedi, birokrasi modern harus memberi ruang bagi pegawai untuk bekerja secara efektif tanpa bergantung pada lokasi kerja.

Pemprov Jabar Terus Mengevaluasi Kebijakan WFH

Pemprov Jawa Barat terus mengevaluasi kebijakan WFH secara berkala. BKD memantau produktivitas ASN sekaligus kualitas pelayanan publik agar keduanya tetap meningkat.

Melalui evaluasi rutin, pemerintah ingin memastikan setiap perangkat daerah menjalankan WFH secara optimal. Selain itu, pemerintah juga ingin menjaga pelayanan publik tetap cepat, mudah, dan berkualitas. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya
Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka
Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor
Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya

Kamis, 5 November 2026 - 10:00 WIB

Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Berita Terbaru