Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Jika Gubernur Jawa Barat sebelumnya mencatatkan angka kepuasan yang hampir mutlak, data terbaru dari Indikator Politik Indonesia periode 30 Januari – 8 Februari 2026 menunjukkan potret yang lebih dinamis bagi sang Wakil Gubernur. Meski secara umum mayoritas warga masih merasa puas, terdapat gap yang cukup mencolok di beberapa kelompok masyarakat.
Pengusaha dan Lulusan Perguruan Tinggi Paling Kritis
Berdasarkan data kategori pekerjaan, kelompok wiraswasta atau pengusaha tercatat sebagai kelompok yang paling kritis dengan tingkat ketidakpuasan mencapai 43,0%, sementara yang menyatakan puas hanya berada di angka 47,4%. Hal serupa terlihat pada kelompok masyarakat dengan latar belakang pendidikan tinggi (Kuliah), di mana angka ketidakpuasan mencapai 38,5%, tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sisi pendapatan, masyarakat kelas atas dengan penghasilan di atas 4 juta rupiah juga menunjukkan tren kritis dengan angka ketidakpuasan sebesar 31,7%.
Gen X Paling Puas, Warga Cirebon Banyak yang Ragu
Menariknya, dari sisi usia, kelompok Gen X (1965-1980) menjadi pendukung paling solid bagi Wakil Gubernur dengan tingkat kepuasan mencapai 58,4%. Sementara itu, kelompok Gen Z berada di angka 55,5%.
Secara etnisisitas, warga Sunda memberikan tingkat kepuasan sebesar 59,1%. Namun, di wilayah Cirebon, terdapat fenomena menarik di mana mayoritas warga (56,8%) memilih untuk menjawab “Tidak Tahu/Tidak Jawab” (TT/TJ), dan hanya 32,0% yang menyatakan puas terhadap kinerja sang Wagub.
Petani dan Ibu Rumah Tangga Jadi Basis Dukungan Utama
Di sektor pekerjaan lainnya, Wakil Gubernur mendapat apresiasi tinggi dari kelompok petani/peternak/nelayan serta ibu rumah tangga, yang keduanya mencatatkan angka kepuasan yang sama, yaitu 61,1%. Dari sisi gender, kaum perempuan (55,9%) cenderung sedikit lebih puas dibandingkan laki-laki (54,8%).
Baca juga: Setahun KDM Pimpin Jabar, 95,5% Warga Puas! Tapi Ada Satu Catatan Penting dari Survei Terbaru
Secara kewilayahan, persepsi masyarakat di perdesaan (54,7%) dan perkotaan (55,7%) relatif stabil dan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Analisis ini menunjukkan bahwa Wakil Gubernur memiliki pekerjaan rumah besar untuk merangkul kelompok kelas menengah ke atas, pengusaha, dan kaum terpelajar yang saat ini cenderung memberikan rapor merah atau bersikap kritis terhadap kinerjanya.*** (Radit)
















