Bandung, Kabar Pajajaran – Indikator Politik Indonesia memaparkan hasil survei tatap muka bertajuk “Setahun KDM dan Evaluasi Publik atas Kinerja Pemprov Jawa Barat” di Kota Bandung, Senin (16/2/2026).
Pemaparan menghadirkan Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan, serta Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) sekaligus Ketua Umum PERSEPI periode 2025–2029 Djayadi Hanan.
Survei dilakukan pada 30 Januari hingga 9 Februari 2026, menyasar responden di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Survei ini mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan selama satu tahun pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Burhanuddin Muhtadi menyampaikan, mayoritas warga Jawa Barat menilai kondisi ekonomi di provinsi ini lebih baik dibandingkan kondisi ekonomi nasional.
“Persepsi warga Jawa Barat terhadap kondisi ekonomi di Jawa Barat lebih baik ketimbang nasional,” ujar Burhanuddin.
Mayoritas Nilai Kinerja Pemprov Baik
Dalam penilaian terhadap pelaksanaan pemerintahan, sebanyak 51 persen warga menilai kinerja Pemprov Jabar sudah baik, dan 9,4 persen menilai sangat baik.
Secara khusus terhadap Gubernur Dedi Mulyadi (KDM), survei mencatat 59,7 persen warga merasa cukup puas dengan kinerjanya pada Januari–Februari 2026. Sementara itu, 35,8 persen menyatakan sangat puas.
Namun, angka sangat puas tersebut mengalami penurunan dibanding survei 100 hari pertama pada Mei 2025 yang mencapai 41,1 persen.
“Kepuasan yang sangat tinggi ini membuat Kang Dedi Mulyadi dibicarakan di level nasional,” kata Burhanuddin.
Sementara untuk Wakil Gubernur Erwan Setiawan, sebanyak 49,7 persen warga menyatakan cukup puas dan 5,6 persen sangat puas. Angka ini juga mengalami penurunan dibanding survei 100 hari pertama, yakni 52,1 persen cukup puas dan 9,2 persen sangat puas.
“Ini menunjukkan meskipun satu paket, persepsi warga Jawa Barat terhadap keduanya agak berbeda,” ujarnya.
Infrastruktur hingga Pendidikan Dinilai Positif
Dalam survei tersebut, Indikator juga mengukur kepuasan warga di sejumlah sektor. Mayoritas responden mengaku puas terhadap kinerja Pemprov Jabar dalam:
- Peningkatan kualitas dan jumlah jalan serta jembatan
- Penyediaan jaringan listrik dan komunikasi
- Layanan kesehatan
- Peningkatan pendidikan SLTA
- Pencegahan dan penanganan gizi buruk
- Ketersediaan pangan
- Pencegahan bencana
- Penanganan lingkungan hidup dan sampah
Namun, terdapat satu indikator yang masih berada di bawah 50 persen, yakni kemudahan akses permodalan.
“Ada satu yang masih di bawah 50 persen yaitu kemudahan akses permodalan. Tetapi kalau dibandingkan dengan evaluasi 100 hari, sekarang jauh lebih baik,” ucapnya.
Respons terhadap Program KDM
Survei juga mencatat respons warga terhadap sejumlah kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi, seperti larangan study tour, larangan wisuda di sekolah, larangan penggunaan sepeda motor bagi siswa, hingga program pembinaan siswa bermasalah. Mayoritas warga menyatakan cukup puas terhadap berbagai program tersebut.
Hasil survei ini menjadi gambaran awal evaluasi publik terhadap satu tahun kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan di Jawa Barat.*** (Chokie)
















