Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia pada periode 30 Januari hingga 8 Februari 2026 mengungkap realitas menarik terkait persepsi publik di Jawa Barat. Di satu sisi, Gubernur Jawa Barat meraih tingkat kepercayaan yang sangat masif, namun di sisi lain, rapor sang Wakil Gubernur, Erwan Setiawan, menunjukkan tren yang perlu dicermati.
Gubernur “Juara” di Mata Gen Z dan Pelajar
Berdasarkan data segmen demografi, Gubernur Jawa Barat berhasil menyentuh angka kepuasan yang fantastis di kalangan pemilih muda. Kelompok Gen Z (usia 1997-2012) mencatatkan tingkat kepuasan sebesar 98,1%. Bahkan, pada kategori pekerjaan, kelompok yang masih sekolah atau kuliah memberikan nilai kepuasan mutlak sebesar 100%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan ini terpantau merata di berbagai etnis dan wilayah. Masyarakat etnis Cirebon (97,9%) dan Jawa (97,4%) menjadi yang paling puas, sementara etnis Sunda berada di angka 95,2%. Di wilayah perkotaan, tingkat kepuasan mencapai 95,7%, sedikit lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang berada di angka 94,9%.
Baca juga: 7 Daerah di Jawa Barat Beri Nilai Sempurna! Cek Raport Kinerja Gubernur di Kota dan Kabupatenmu!
Tingkat Kepuasan Wakil Gubernur Justru Menurun
Kontras dengan sang Gubernur, posisi Wakil Gubernur Erwan Setiawan justru menunjukkan dinamika yang berbeda. Meski mayoritas warga tetap merasa puas, terdapat penurunan tren dibandingkan periode Mei 2025.
Data menunjukkan kategori masyarakat yang menyatakan “Sangat Puas” terhadap Erwan Setiawan turun dari 9.2% menjadi 5,6%. Sebaliknya, warga yang menyatakan “Kurang Puas” meningkat dari 19% di bulan Mei 2025 menjadi 23,5% pada awal tahun 2026 ini.
Analisis Pendidikan dan Organisasi Massa
Dalam hal latar belakang pendidikan, lulusan SLTA menjadi pendukung paling loyal Gubernur dengan angka 98,7%, sedangkan kelompok lulusan perguruan tinggi (Kuliah) sedikit lebih rendah di angka 88,7%.
Baca juga: Fantastis! Gen Z Puas dengan Kinerja Gubernur Jabar, Ini Bocoran Data Resminya!
Dari sisi organisasi massa Islam, warga yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) menunjukkan kepuasan tinggi sebesar 97,2%, mengungguli warga Muhammadiyah (85,8%) dan kelompok ormas Islam lainnya (79,9%).
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan adanya selisih signifikan (gap) antara tingkat kepuasan publik terhadap Gubernur dengan Wakil Gubernur Erwan Setiawan. Hal ini menjadi catatan penting bagi konstelasi politik Jawa Barat di tahun 2026, di mana sosok Gubernur tampil sangat dominan di hampir seluruh lapisan masyarakat.*** (Radit)
















