KABAR PAJAJARAN – Video tentang bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di kaki Gunung Ciremai menjadi perbincangan di media sosial. Lokasi koperasi yang jauh dari permukiman warga membuat banyak netizen mempertanyakan perencanaan pembangunan tersebut.
Akun Instagram @fauzanamc mengunggah video itu pada Selasa (4/8/2026). Hingga Selasa sore, unggahan tersebut mengumpulkan lebih dari 112 ribu tanda suka dan sekitar 21,9 ribu komentar.
Melalui unggahannya, pemilik akun mengajak warganet melihat langsung jarak antara bangunan koperasi dan rumah warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mau lihat seberapa jauhnya KOPDES di kaki Gunung Ciremai ini dari rumah penduduk?” tulis pemilik akun.
Video memperlihatkan sebuah bangunan Kopdes Merah Putih berdiri di tengah kawasan perbukitan dengan hamparan lahan kosong di sekitarnya. Warga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mencapai lokasi tersebut.
Netizen Soroti Lokasi Kopdes
Unggahan itu langsung memancing beragam komentar. Banyak netizen mempertanyakan alasan pemerintah memilih lokasi yang jauh dari permukiman.
Pemilik akun juga menjelaskan bahwa kondisi serupa tidak hanya terjadi di satu daerah. Menurut narasi video, beberapa Kopdes Merah Putih berdiri di area persawahan, tambak, hingga kawasan perbukitan.
Narasi video berbunyi:
“Ada di sawah, ada di tambak, ada dekat makam. Ada di bukit, jauh melangkah. Bisnis kok jauh dari warga.”
Bentang alam kaki Gunung Ciremai yang berbukit membuat perjalanan menuju koperasi terasa lebih sulit. Kondisi itu mendorong banyak netizen mempertanyakan kemudahan akses masyarakat.
Warganet Beri Respons Beragam
Sebagian netizen mengapresiasi kemampuan pemerintah membangun fasilitas hingga ke wilayah terpencil. Mereka menilai pembangunan itu membuktikan pemerintah mampu menjangkau daerah yang selama ini sulit diakses.
Salah seorang pengguna Instagram menulis:
“Alhamdulillah, jadi tahu pemerintah bisa menjangkau daerah pelosok dengan cepat.”
Namun, banyak netizen lain justru meragukan manfaat koperasi tersebut. Mereka mempertanyakan potensi aktivitas ekonomi apabila warga harus menempuh jarak yang cukup jauh.
Beberapa komentar bahkan bernada sarkastis.
“Siapa yang beli?”
Netizen lain meminta pemerintah tidak hanya mengejar target pembangunan. Mereka berharap pemerintah juga mempertimbangkan lokasi agar masyarakat lebih mudah memanfaatkan fasilitas tersebut.
Seorang pengguna Instagram bahkan menilai pembangunan itu menunjukkan kemampuan pemerintah membangun fasilitas di medan yang sulit. Meski demikian, ia berharap pemerintah juga mempercepat pembangunan infrastruktur lain yang lebih mendesak bagi masyarakat.
Publik Pertanyakan Manfaat Kopdes
Perdebatan di media sosial akhirnya mengarah pada manfaat koperasi bagi masyarakat desa. Banyak netizen menilai koperasi akan berjalan lebih efektif jika warga dapat mengaksesnya dengan mudah.
Mereka juga menilai lokasi yang strategis dapat meningkatkan jumlah anggota, memperlancar transaksi, dan menggerakkan ekonomi desa.
Hingga artikel ini terbit, pemerintah belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pemilihan lokasi Kopdes Merah Putih yang muncul dalam video viral tersebut.



![Kantor baru Apple Inc di California, Amerika Serikat. [Shutterstock]](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/08/apple-225x129.jpg)


