Harga Minyak Dunia Turun Tipis ke US$98, Harapan Damai AS–Iran Jadi Penentu

Rabu, 22 April 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga minyak dunia tercatat turun tipis ke kisaran US$98 per barel seiring harapan pasar terhadap potensi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Ilustrasi: AI Generated Content

Harga minyak dunia tercatat turun tipis ke kisaran US$98 per barel seiring harapan pasar terhadap potensi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Ilustrasi: AI Generated Content

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Harga minyak dunia tercatat mengalami penurunan tipis dan berada di kisaran US$98 per barel, seiring meningkatnya harapan pasar terhadap prospek perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan laporan terbaru, harga minyak mentah jenis Brent turun sekitar 0,2 persen menjadi US$98,27 per barel, setelah sebelumnya sempat menyentuh level US$99,38 per barel.

Penurunan ini dipengaruhi oleh sentimen positif dari kemungkinan adanya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang selama ini menjadi salah satu faktor utama ketidakstabilan pasokan energi global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harapan Damai Tekan Harga

Pasar minyak global saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran sebelumnya sempat memicu lonjakan harga minyak karena terganggunya distribusi energi dunia.

Namun, munculnya sinyal diplomasi dan kemungkinan pembicaraan damai membuat kekhawatiran pasar mulai mereda.

Prospek normalisasi hubungan tersebut berpotensi membuka kembali jalur distribusi minyak, termasuk melalui Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur vital pasokan energi dunia.

Pasar Masih Waspada

Meski harga minyak turun, pelaku pasar tetap bersikap hati-hati. Hal ini karena proses negosiasi antara AS dan Iran masih belum mencapai kesepakatan final.

Analis menilai pergerakan harga minyak ke depan sangat bergantung pada perkembangan diplomasi tersebut. Jika kesepakatan tercapai, harga minyak berpotensi kembali turun. Sebaliknya, jika negosiasi gagal, risiko lonjakan harga kembali terbuka.

Selain faktor geopolitik, pasar juga masih memantau kondisi permintaan global serta data ekonomi dari negara-negara besar yang turut memengaruhi konsumsi energi dunia.***(Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Ancaman ke Kapal Dagang Picu Kekhawatiran Global
Iran Buka Jalur Pelayaran Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata Israel–Lebanon
Pakistan Turun Tangan! Negosiasi Rahasia AS–Iran Masuk Babak Penentuan
Blokade Selat Hormuz Dimulai, AS Siap Cegat Kapal dari dan ke Iran
Orion Splashdown Sukses, Astronot Artemis II Kembali ke Bumi dengan Selamat
Pemprov Jabar Pilih Skema Fleksibel, ASN Tetap Masuk Kantor Setiap Jumat
Artemis II Meluncur! Empat Astronaut NASA Mulai Misi Berawak Mengelilingi Bulan
Elon Musk Bikin Geger: 3 Tahun Lagi AI Bakal Kalahkan Otak Manusia?

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:34 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Tipis ke US$98, Harapan Damai AS–Iran Jadi Penentu

Minggu, 19 April 2026 - 09:17 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Ancaman ke Kapal Dagang Picu Kekhawatiran Global

Jumat, 17 April 2026 - 22:00 WIB

Iran Buka Jalur Pelayaran Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata Israel–Lebanon

Kamis, 16 April 2026 - 11:40 WIB

Pakistan Turun Tangan! Negosiasi Rahasia AS–Iran Masuk Babak Penentuan

Senin, 13 April 2026 - 12:01 WIB

Blokade Selat Hormuz Dimulai, AS Siap Cegat Kapal dari dan ke Iran

Berita Terbaru