Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Cepat di Jawa Barat, BMKG Minta Daerah Antisipasi Risiko Kekeringan

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kemarau - Musim kemarau tahun 2026 di wilayah Jawa Barat diperkirakan datang lebih cepat dibandingkan pola normalnya (Google)

Ilustrasi Kemarau - Musim kemarau tahun 2026 di wilayah Jawa Barat diperkirakan datang lebih cepat dibandingkan pola normalnya (Google)

Kabar Pajajaran – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Jawa Barat akan datang lebih awal dibandingkan pola normalnya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, mulai dari berkurangnya ketersediaan air hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

BMKG melalui Stasiun Klimatologi Bandung memperkirakan awal musim kemarau di wilayah Jawa Barat akan berlangsung secara bertahap mulai Maret hingga Juni 2026. Sebagian besar wilayah diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei.

Kepala Stasiun Klimatologi Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa pergeseran waktu musim tersebut dipengaruhi oleh dinamika iklim global yang saat ini memasuki fase netral.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awal musim kemarau diprediksi terjadi bertahap mulai Maret hingga Juni 2026, dengan sebagian besar wilayah Jawa Barat mulai memasuki kemarau pada Mei,” ujar Teguh dalam keterangan resminya, Selasa (10/3/2026).

Beberapa Wilayah Lebih Dulu Mengalami Kemarau

Menurut BMKG, beberapa wilayah di Jawa Barat diperkirakan lebih dulu memasuki musim kemarau pada Maret 2026. Wilayah tersebut meliputi Bekasi bagian utara, Kota Bekasi bagian utara, serta Karawang bagian barat laut.

Memasuki April 2026, kemarau diprediksi mulai meluas ke sebagian wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta bagian timur laut, Subang bagian utara, Indramayu, serta sebagian wilayah Cirebon.

Sementara itu, sebagian besar wilayah Jawa Barat diperkirakan mulai mengalami musim kemarau pada Mei 2026. Daerah yang termasuk dalam periode ini antara lain wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, serta kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Ciamis, hingga Kota Banjar.

Kemarau kemudian diperkirakan semakin meluas pada Juni 2026, mencakup sejumlah wilayah seperti Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur bagian barat laut, Bandung Raya, Garut bagian tenggara, Tasikmalaya bagian selatan, hingga Pangandaran bagian barat.

Puncak Kemarau Diprediksi Agustus

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di Jawa Barat akan terjadi pada Agustus 2026. Durasi kemarau diperkirakan berlangsung sekitar 13 hingga 15 dasarian atau sekitar empat hingga lima bulan.

Selain datang lebih awal, musim kemarau tahun ini juga diprediksi memiliki sifat hujan di bawah normal, sehingga kondisi cuaca cenderung lebih kering dari biasanya.

Dipengaruhi Dinamika Iklim Global

BMKG menjelaskan bahwa perubahan pola musim ini berkaitan dengan dinamika iklim global, termasuk berakhirnya fenomena La Nina lemah pada Februari 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan kondisi iklim global saat ini telah bergeser menuju fase netral. Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan tetap berada pada kondisi netral sepanjang tahun.

Pemantauan di Samudera Pasifik juga menunjukkan indeks ENSO berada pada angka -0,28 yang menandakan kondisi netral dan diperkirakan bertahan hingga Juni 2026. Namun, mulai pertengahan tahun terdapat peluang munculnya fenomena El Nino kategori lemah hingga moderat dengan peluang sekitar 50 hingga 60 persen.

Antisipasi Dampak Kemarau

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat kemarau yang lebih awal dan berpotensi lebih panjang.

Beberapa dampak yang perlu diwaspadai antara lain kekeringan meteorologis, berkurangnya ketersediaan air bersih, gangguan sistem irigasi pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, BMKG mengimbau pengelolaan sumber daya air dilakukan lebih optimal serta penyesuaian kalender tanam di sektor pertanian agar dampak kemarau dapat diminimalkan.

Secara nasional, BMKG juga memproyeksikan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Kondisi ini diperkirakan terjadi di sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. *** (Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Siap Bangun PSEL Juni 2026, Sampah Diolah Jadi Listrik di Bogor dan Bekasi
KDM Hadiri Nikah Massal di Depok, Pesan Tegas: Jangan Berutang Demi Resepsi
Perangi Banjir, Dedi Mulyadi Dorong Penambahan Danau hingga PLTSa di Kabupaten Bandung
Viral Siswa Ejek Guru, Gubernur Jabar Minta Hukuman Diganti Kerja Sosial
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: Bandung dan Sejumlah Kota di Jawa Barat Berpotensi Hujan Sepanjang Hari
Judul: Pemprov Jabar Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur dalam RKPD 2027
Heboh! Aplikasi Nyari Gawe Banjir 518 Ribu Lamaran, Warga Jawa Barat Serbu Lowongan Kerja
Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Kick Off Renovasi 40 Ribu Rumah Warga

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:14 WIB

Jabar Siap Bangun PSEL Juni 2026, Sampah Diolah Jadi Listrik di Bogor dan Bekasi

Rabu, 22 April 2026 - 10:08 WIB

KDM Hadiri Nikah Massal di Depok, Pesan Tegas: Jangan Berutang Demi Resepsi

Selasa, 21 April 2026 - 17:34 WIB

Perangi Banjir, Dedi Mulyadi Dorong Penambahan Danau hingga PLTSa di Kabupaten Bandung

Minggu, 19 April 2026 - 09:39 WIB

Viral Siswa Ejek Guru, Gubernur Jabar Minta Hukuman Diganti Kerja Sosial

Sabtu, 18 April 2026 - 08:42 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: Bandung dan Sejumlah Kota di Jawa Barat Berpotensi Hujan Sepanjang Hari

Berita Terbaru