BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mempercepat persiapan sektor pariwisata menjelang rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Selain itu, Pemerintah Kota Bandung memperkuat koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas layanan wisata dan promosi destinasi.
Selanjutnya, Kepala Disbudpar Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa memperluas kerja sama dengan pelaku industri pariwisata. Ia juga mengarahkan seluruh pemangku kepentingan agar menyiapkan layanan wisata secara langsung dan terukur.
Kolaborasi Industri Wisata Menguat di Bandung
Di sisi lain, ASITA, Astindo, Badan Promosi Pariwisata, pelaku hotel, agen perjalanan, dan komunitas ekonomi kreatif ikut menyusun strategi promosi wisata Bandung. Kemudian, Disbudpar Kota Bandung menggelar pertemuan rutin untuk menyatukan arah promosi dan pengembangan destinasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Adi menegaskan bahwa kolaborasi tersebut memperkuat posisi Bandung sebagai destinasi unggulan di Jawa Barat. Bahkan, ia menjelaskan bahwa wisatawan sering menjadikan Bandung sebagai titik awal perjalanan sebelum melanjutkan kunjungan ke Bandung Barat dan kawasan Bandung Raya.
Bandung Raya Dorong Wisata Terhubung
Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung bersama pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya menyusun pola perjalanan wisata terpadu. Dengan demikian, mereka menghubungkan berbagai destinasi agar wisatawan bergerak lebih mudah antarwilayah.
Selanjutnya, pelaku industri wisata mengembangkan paket perjalanan lintas daerah yang mencakup Bandung dan wilayah sekitarnya. Akibatnya, wisatawan memperpanjang durasi kunjungan mereka di kawasan Bandung Raya.
Promosi Wisata Mancanegara Diperkuat
Lebih lanjut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta seluruh instansi meningkatkan kesiapan sektor pariwisata sejak awal. Ia juga mendorong promosi aktif ke pasar internasional untuk memperluas jangkauan wisata Bandung.
Kemudian, Disbudpar memperluas komunikasi dengan Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung serta pelaku industri wisata. Selain itu, Adi mencatat bahwa pembukaan Bandara Husein mendorong peningkatan arus wisatawan mancanegara ke Bandung.
Ekonomi Kreatif Perkuat Pengalaman Wisata
Di sisi lain, pelaku ekonomi kreatif Bandung menghadirkan pertunjukan seni, budaya, musik, dan festival di ruang publik. Dengan begitu, mereka mengisi berbagai titik kota dengan aktivitas kreatif untuk memperkaya pengalaman wisata.
Selain itu, wisatawan mencari pengalaman langsung selama perjalanan mereka. Oleh karena itu, pelaku kreatif Bandung memperbanyak kegiatan budaya di berbagai lokasi kota.
Pemerintah Pantau Reaktivasi Bandara Husein
Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung memantau perkembangan rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara melalui forum koordinasi resmi. Kemudian, Wali Kota Bandung menyampaikan pembaruan informasi secara berkala kepada jajaran pemerintah kota.
Selanjutnya, Disbudpar menyesuaikan strategi promosi wisata mengikuti perkembangan tersebut. Dengan demikian, dinas memperkuat kesiapan destinasi wisata di dalam kota untuk menyambut wisatawan.
Rute Penerbangan Baru Didorong Pemerintah
Selain itu, pemerintah merancang rute Bandung–Bali, Bandung–Medan, dan Bandung–Balikpapan. Di sisi lain, pemerintah juga membuka pembahasan rute internasional menuju Malaysia dan Singapura.
Dengan demikian, rute tersebut membuka akses wisatawan ke Bandung sekaligus memperluas jangkauan pasar industri wisata. Akibatnya, pelaku usaha wisata memanfaatkan konektivitas baru untuk meningkatkan jumlah kunjungan.
Dampak Ekonomi Menguat di Sektor Wisata
Terakhir, reaktivasi Bandara Husein mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, ekonomi kreatif, dan UMKM. Selain itu, wisatawan memperpanjang masa tinggal di Bandung dan meningkatkan belanja selama kunjungan.
Akibatnya, pelaku usaha wisata memperluas layanan untuk menangkap peningkatan permintaan tersebut. Dengan demikian, Pemerintah Kota Bandung bersama industri wisata mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi dari arus wisatawan yang meningkat.***
Sumber Berita: Radio Republik Indonesia






