BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Naik ke Level Sangat Kuat, Jawa hingga Bali Hadapi Kemarau Panjang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah anak bermain di sungai Ciliwung yang debit airnya menyusut di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikia (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal akibat fenomena El Nino dengan puncaknya pada Juli hingga September 2026.(ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Sejumlah anak bermain di sungai Ciliwung yang debit airnya menyusut di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikia (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal akibat fenomena El Nino dengan puncaknya pada Juli hingga September 2026.(ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

KABAR PAJAJARAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi penguatan El Nino 2026. Fenomena itu bisa naik dari kategori kuat menjadi sangat kuat dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) kini mencapai plus 1,59. Angka tersebut menunjukkan El Nino sudah berada pada kategori kuat.

“Indeks ENSO saat ini berada pada level kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat,” kata Faisal dalam diskusi Bappenas, Selasa (4/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BMKG memprediksi penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi itu akan terasa saat puncak musim kemarau pada Agustus dan September 2026.

Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatera bagian selatan menghadapi risiko paling besar. Kawasan di selatan garis khatulistiwa berpotensi mengalami musim kering lebih panjang.

Faisal menegaskan El Nino paling kuat memengaruhi wilayah di bawah garis khatulistiwa. Karena itu, daerah-daerah tersebut harus meningkatkan kesiapsiagaan sejak sekarang.

El Nino 2026 Tekan Produksi Pangan

BMKG menilai El Nino akan memengaruhi banyak sektor. Dampaknya tidak hanya muncul pada kondisi cuaca.

Sektor pertanian menghadapi ancaman penurunan produksi. Perubahan pola hujan dapat mengganggu jadwal tanam. Akibatnya, hasil panen berpotensi menurun di berbagai daerah.

Sektor energi juga menghadapi tantangan. Curah hujan yang rendah akan mengurangi debit air di bendungan. Kondisi itu bisa menekan produksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

BMKG juga meminta pemerintah memperkuat pengelolaan waduk dan sistem irigasi. Langkah itu penting untuk menjaga pasokan air selama musim kemarau.

Risiko Kekeringan dan Karhutla Meningkat

BMKG mengingatkan potensi kekeringan semakin besar jika El Nino terus menguat. Ketersediaan air bersih dapat menurun di sejumlah wilayah.

Ancaman kebakaran hutan dan lahan juga meningkat. Cuaca yang lebih kering membuat api lebih mudah menyebar.

Selain itu, masyarakat akan merasakan suhu udara yang lebih panas. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga 2027.

BMKG meminta pemerintah daerah mempercepat langkah mitigasi. Masyarakat juga perlu menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran.

Fenomena El Nino 2026 diperkirakan memengaruhi sektor pangan, energi, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi. Karena itu, semua pihak perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Karhutla Indonesia Meluas, Pemerintah Diminta Perkuat Pencegahan dan Teknologi
Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG
Praperadilan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Gugat Status Tersangka hingga Penyitaan
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 53 Orang, Pemerintah Percepat Penanganan Korban
Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite, Ini Kelompok yang Bisa Kehilangan Subsidi
Menkeu Temukan Sejumlah Masalah dalam Penggunaan Anggaran Program MBG
Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan
Kasus Keracunan MBG Berulang, BGN Janji Perketat Pengawasan dan Targetkan Nol Insiden

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Indonesia Meluas, Pemerintah Diminta Perkuat Pencegahan dan Teknologi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Praperadilan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Gugat Status Tersangka hingga Penyitaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 53 Orang, Pemerintah Percepat Penanganan Korban

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite, Ini Kelompok yang Bisa Kehilangan Subsidi

Berita Terbaru

Bandung Raya

Eks Tim Sukses Dedi Mulyadi Jadi Dirut MUJ, Pengamat Beri Tanggapan

Senin, 24 Agu 2026 - 09:33 WIB