Kabupaten Garut, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengajak organisasi perempuan Aisyiyah berperan lebih aktif dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Jawa Barat. KDM menyampaikan ajakan tersebut saat menghadiri Resepsi Milad ke-109 Aisyiyah di Pesantren Darul Arqam Garut, Senin, 22 Juni 2026.
Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat mengusung acara tersebut dengan tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”. Ratusan kader Aisyiyah, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah dan provinsi menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Dedi menilai organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting untuk menjawab berbagai tantangan sosial. Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya fokus membina anggotanya, tetapi juga perlu hadir di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya ngajak kepada seluruh ormas, baik ormas keagamaan maupun nonkeagamaan, mari kita melangkah pada hal yang lebih nyata. Kalau kita terus melakukan pembinaan di internal organisasi kita, perasaan manfaatnya terbatas,” ujar Dedi Mulyadi.
Baca juga: Satpol PP Bandung Bongkar 63 Kios PKL di Jalan Dipatiukur, Trotoar Kembali untuk Pejalan Kaki
Dedi Mulyadi Dorong Aisyiyah Dampingi Anak Broken Home
Dedi menyoroti meningkatnya berbagai persoalan keluarga yang berdampak terhadap perilaku anak dan remaja. Ia menyebut kurangnya perhatian orang tua menjadi salah satu penyebab munculnya tawuran dan kenakalan remaja.
Menurutnya, kondisi tersebut sering terjadi pada keluarga yang orang tuanya bekerja sebagai pekerja migran sehingga anak kehilangan pendampingan.
Karena itu, Dedi mengajak Aisyiyah turun langsung mendampingi anak-anak yang membutuhkan perhatian.
Ia berharap kader Aisyiyah dapat menghampiri anak-anak yang masih berkumpul hingga larut malam. Selain itu, KDM juga berharap mereka mengajak anak-anak mengikuti kegiatan positif dan mengantar mereka kembali ke rumah.
“Yang harus diberesin anak-anak yang ibunya jadi TKI, tiap hari kekurangan kasih sayang hingga akhirnya bawa clurit. Anak-anak perempuan yang broken home yang tiap hari nongkrong di luar pulang jam 12 malam. Nanti Aisyiyah turun menghampiri anak-anak yang nongkrong, peluk penuh cinta, ajakin ke majelis, anterin pulang. Kalau orang tuanya tidak ada, biarkan ibu-ibu Aisyiyah menjadi ibu angkat yang anak-anak broken home,” tuturnya.
Baca juga: Bandung Percepat Kesiapan Wisata Menjelang Reaktivasi Bandara Husein
Kolaborasi dengan Pemerintah Dinilai Sangat Penting
Dedi menegaskan penyelesaian persoalan sosial memerlukan kerja sama antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi akan membuat berbagai program sosial berjalan lebih terintegrasi dan tepat sasaran.
Selain persoalan keluarga, Dedi juga menyoroti kemiskinan, anak yatim, rumah warga miskin, stunting, kematian ibu dan anak, hingga infrastruktur jalan dan irigasi.
Ia mengakui pemerintah menghadapi tantangan anggaran yang cukup berat dalam menyelesaikan seluruh persoalan tersebut.
“Kita ingin beresin itu semua dengan alokasi anggaran yang saat ini semakin berat, yang sudah terpotong dalam dua tahun ini sebesar Rp3,6 triliun,” katanya.
Meski demikian, Dedi optimistis pemerintah dan organisasi masyarakat dapat mengatasi berbagai tantangan melalui sinergi.
Baca juga: Pemkot Bandung Desak PLN Benahi Sistem Kelistrikan, UMKM Jadi Korban Utama Pemadaman
Aisyiyah Tegaskan Komitmen Bangun Perdamaian
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat, Ia Kurniati, menegaskan organisasinya terus berkomitmen menghadirkan kehidupan yang baik, tenang, dan penuh keberkahan melalui dakwah kemanusiaan.
Ia mengatakan Aisyiyah akan terus memitigasi berbagai potensi konflik melalui ruang dialog yang mencerahkan dan kebijakan yang berkeadilan.
“Aisyiyah Jawa Barat berkomitmen untuk terus memitigasi konflik melalui ruang dialog yang mencerahkan, kebijakan yang adil, serta menyebarluaskan nilai-nilai perdamaian demi masa depan generasi penerus,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengapresiasi konsistensi Aisyiyah dalam mendampingi masyarakat.
Ia juga mengajak organisasi tersebut terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah untuk memutus rantai kemiskinan dan mengatasi berbagai persoalan sosial di Kabupaten Garut maupun Jawa Barat.***(BePe)






