Puluhan Siswa di Cimahi Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis, 24 Pelajar Dilarikan ke Rumah Sakit

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Walikota Cimahi, Adhitia Yudisthira, saat menjenguk salah satu siswa yang diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis di RSUD Cibabat, Rabu (25/2/2026) malam. Sebanyak 24 siswa dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluhkan mual dan muntah hebat. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Walikota Cimahi, Adhitia Yudisthira, saat menjenguk salah satu siswa yang diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis di RSUD Cibabat, Rabu (25/2/2026) malam. Sebanyak 24 siswa dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluhkan mual dan muntah hebat. Foto: Dok. Istimewa

Kota Cimahi, Kabar Pajajaran – Sebanyak 24 pelajar dari tingkat TK, SD, hingga SMP di Kota Cimahi dilaporkan mengalami gejala keracunan massal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 25 Februari 2026. Para siswa mulai merasakan gejala tidak berselang lama setelah mengonsumsi paket makanan yang dibagikan pada hari pertama pelaksanaan program MBG di bulan Ramadan tersebut.

Hingga Rabu malam pukul 22.00 WIB, tercatat 24 siswa harus menjalani perawatan medis di tiga rumah sakit berbeda. Rinciannya, 20 siswa dirawat di RSUD Cibabat, tiga siswa di RS Mitra Kasih, dan satu siswa di RS Dustira. Gejala yang paling banyak dikeluhkan oleh para korban adalah muntah-muntah hebat.

Menu Makanan dan Tindakan Darurat Menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri dari onigiri (nasi kepal), telur rebus, apel, kurma, serta susu murni. Berdasarkan laporan, waktu konsumsi para siswa bervariasi, mulai dari jam 11 siang hingga sore hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Bukan Sembarang Camilan! Pemuda di Lembang Sembunyikan Sabu di Dalam Cangkang Tutut, Berakhir Diciduk Polisi

Wakil Walikota Cimahi, Adhitia Yudisthira, saat mengunjungi para korban di RSUD Cibabat, menyatakan bahwa pemerintah kota telah mengambil langkah cepat dengan membuka posko penanganan di rumah sakit tersebut. Pihaknya juga telah memerintahkan penghentian distribusi makanan segera setelah laporan keracunan muncul pada sore hari untuk mencegah bertambahnya korban.

“Kami sudah memanggil pihak SPPG (Penyedia Makanan) Karang Mekar untuk dimintai keterangan dan diberikan teguran keras. Saat ini, sampel makanan sedang diuji oleh laboratorium di Jawa Barat untuk mengetahui penyebab pasti keracunan ini,” ujar Adhitia.

Evaluasi Menu Selama Ramadan Menanggapi kejadian ini, Adhitia menekankan pentingnya evaluasi standar operasional prosedur (SOP) penyajian makanan, terlebih di bulan Ramadan. Mengingat risiko makanan menjadi basi jika dimasak terlalu lama sebelum waktu berbuka, ia menyarankan agar menu MBG selama Ramadan difokuskan pada jenis makanan kering.

Baca juga: Persib di Puncak, Ini Skenario Teraman Maung Bandung Kunci Gelar BRI Super League 2025/2026

“Untuk mencegah risiko basi, kami berharap ke depan fokus pada makanan kering saja yang memenuhi standar kelayakan dan baku bahan makanan yang telah disepakati,” tambahnya.

Hingga Kamis pagi, situasi di sekolah-sekolah yang terdampak, termasuk SD Karang Mekar dan SMPN 6 Cimahi, dilaporkan masih berjalan normal, sementara pihak berwenang terus memantau perkembangan kondisi para siswa yang masih diobservasi.*** (Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bobotoh Padati Flyover Pasupati, Bandung Rayakan Kemenangan Dramatis Persib
Muhammad Farhan Dorong Warga Bandung Gunakan Produk Lokal Saat Rupiah Melemah
Pemkot Bandung Larang PKL Kembali Berjualan di Trotoar
DLH Kota Bandung Kerahkan 345 Petugas Jaga Kebersihan Saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda
PKL Cicadas Pilih Kompensasi Tunai daripada Relokasi demi Proyek BRT Bandung
Eceng Gondok Ancam Operasional PLTA Saguling di Bandung Barat
Persib Bandung dan Borneo FC Bersaing Ketat di Puncak Klasemen Super League 2025/2026
Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kerusuhan May Day 2026 di Bandung

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 12:00 WIB

Bobotoh Padati Flyover Pasupati, Bandung Rayakan Kemenangan Dramatis Persib

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Muhammad Farhan Dorong Warga Bandung Gunakan Produk Lokal Saat Rupiah Melemah

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pemkot Bandung Larang PKL Kembali Berjualan di Trotoar

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:10 WIB

DLH Kota Bandung Kerahkan 345 Petugas Jaga Kebersihan Saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:28 WIB

PKL Cicadas Pilih Kompensasi Tunai daripada Relokasi demi Proyek BRT Bandung

Berita Terbaru

Ilustrasi Parfum (Pinterest)

Ragam

Fenomena Bocil SD Koleksi Parfum Ramai di Media Sosial

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengikuti prosesi pengembalian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake ke Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Senin (18/5/2026), usai rangkaian Kirab Milangkala Tatar Sunda di sejumlah daerah di Jawa Barat. Foto: Humas Jabar

Jawa Barat

KDM Antar Kembali Mahkota Binokasih ke Museum Prabu Geusan Ulun

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:57 WIB