Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Persaingan papan atas BRI Super League semakin memanas. Hingga pekan ke-23, Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen dengan 50 poin dari 21 pertandingan, unggul atas Persija Jakarta (50 poin, 23 laga) dan Borneo FC (46 poin, 21 laga).
Dengan format kompetisi 34 pertandingan semusim, Maung Bandung masih menyisakan 13 laga. Situasi ini menempatkan Persib dalam posisi kuat, tetapi belum sepenuhnya aman.
Pertahanan Jadi Fondasi Juara
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu kekuatan utama Persib musim ini adalah soliditas lini belakang. Dari 21 pertandingan, Persib baru kebobolan 11 gol yang artinya hanya setengah gol per laga. Catatan ini menjadi yang terbaik di antara kontestan papan atas.
Statistik tersebut menjadi modal besar dalam perburuan gelar. Dalam kompetisi liga panjang, tim dengan pertahanan paling konsisten umumnya memiliki peluang juara lebih besar karena mampu menjaga stabilitas poin, bahkan ketika produktivitas gol tidak terlalu eksplosif.
Hitung-hitungan Menuju Tangga Juara
Secara matematis, pesaing terdekat masih bisa mengejar. Persija secara teori dapat menembus 83 poin jika menyapu bersih sisa laga, sementara Borneo FC berpotensi mencapai 85 poin.
Namun secara realistis, sangat kecil kemungkinan pesaing mampu meraih poin sempurna hingga akhir musim. Berdasarkan pola juara liga Indonesia dalam beberapa musim terakhir, ambang aman biasanya berada di kisaran 72–78 poin.
Saat ini Persib mengoleksi 50 poin. Artinya, untuk mencapai angka aman 75 poin, Persib membutuhkan tambahan sekitar 25 poin dari 13 laga tersisa.
Baca juga: Menang Tipis Atas Persita, Persib Amankan Tahta Sekaligus Tegaskan Angkernya GBLA
Skenario Teraman Persib Juara
Agar tetap berada di jalur juara, berikut skenario realistis yang perlu dicapai:
1. Target Minimal 75 Poin
Tambahan 25 poin bisa diperoleh dengan:
- 8 kemenangan
- 1 hasil imbang
- 4 kekalahan
Skenario ini sudah cukup membawa Persib ke zona aman.
2. Skenario Ideal (Lebih Tenang)
- 9 kemenangan
- 1 hasil imbang
- 3 kekalahan
Total akhir: 78 poin.
Dengan angka ini, peluang juara sangat besar.
Laga Penentu Gelar
Ada tiga kategori pertandingan krusial yang wajib diamankan:
1. Head-to-Head Rival Langsung
Saat bertemu Borneo FC (15 Maret 2026) dan Persija (10 Mei 2026) , Persib minimal tidak boleh kalah. Kemenangan akan memberi efek ganda, yaitu menambah tiga poin sekaligus menahan laju pesaing.
2. Laga Kandang Lawan Papan Tengah/Bawah
Partai seperti ini wajib berbuah tiga poin. Kehilangan angka di kandang bisa menjadi titik balik yang merugikan.
3. Laga Tandang Berat
Target realistis adalah satu poin. Konsistensi lebih penting daripada permainan terbuka berisiko tinggi.
Empat Laga ke Depan Jadi Kunci
Momentum terdekat menjadi penentu psikologis. Jika dari empat pertandingan berikutnya Persib mampu mengoleksi 10–12 poin, jarak dengan pesaing berpotensi melebar dan tekanan mental akan berpindah ke Persija dan Borneo FC.
Sebaliknya, jika terpeleset, persaingan akan semakin terbuka hingga pekan-pekan terakhir.
Kunci Teknis: Bertahan Kokoh, Menang Efisien
Strategi paling rasional bagi Persib adalah mempertahankan identitas pertahanan solid. Kemenangan tipis 1-0 jauh lebih berharga daripada hasil imbang dengan skor besar.
Rotasi pemain juga perlu dikelola cermat agar kebugaran tetap terjaga memasuki lima laga terakhir, fase yang biasanya menentukan nasib juara.
Kesimpulan
Dengan keunggulan tiga hingga empat poin di puncak klasemen dan pertahanan terbaik liga, Persib berada dalam posisi sangat kuat untuk kembali mengangkat trofi.
Namun kompetisi belum selesai. Tambahan minimal 24–25 poin dari 13 laga tersisa menjadi misi utama.
Jika konsistensi terjaga dan laga-laga krusial mampu diamankan, peluang gelar musim ini terbuka lebar untuk kembali ke Kota Bandung.
Maung Bandung kini tinggal menjaga irama, karena dalam perburuan gelar, konsistensi adalah segalanya.***(Radit)
















