Eceng Gondok Ancam Operasional PLTA Saguling di Bandung Barat

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengangkatan Eceng Gondok di Waduk Saguling (Foto Jabarprov)

Pengangkatan Eceng Gondok di Waduk Saguling (Foto Jabarprov)

BANDUNG BARAT, KABAR PAJAJARAN – Gulma air eceng gondok terus mengganggu keandalan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling di Kabupaten Bandung Barat. Pertumbuhan tanaman liar tersebut menutup sebagian aliran Sungai Citarum yang menjadi sumber utama energi pembangkit listrik.

Selain menghambat aliran air, eceng gondok juga memicu penurunan kualitas air di Waduk Saguling, yang menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas operasional pembangkit.

PLN Intensif Bersihkan 8,5 Hektare Eceng Gondok

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling, Doni Bakar, menyebut timnya bersama instansi terkait dan masyarakat telah membersihkan sekitar 8,5 hektare eceng gondok dalam satu tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan tim gabungan melakukan pembersihan secara rutin di titik-titik yang dianggap paling terdampak. Petugas lapangan juga mengoperasikan alat berat serta melakukan pengangkutan manual untuk mengendalikan pertumbuhan gulma tersebut.

“Dalam satu tahun terakhir, sekitar 8,5 hektare eceng gondok kami bersihkan melalui kolaborasi lintas instansi dan masyarakat,” kata Doni, Rabu (13/5/2026).

Pembersihan Dilakukan Rutin karena Pertumbuhan Cepat

Doni menegaskan PLN Indonesia Power tidak bisa mengandalkan pembersihan sesekali karena eceng gondok tumbuh sangat cepat di perairan Waduk Saguling.

Tim operasional terus memantau area yang berpotensi mengalami penumpukan gulma agar tidak mengganggu sistem pembangkitan listrik.

Ia juga mendorong pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi sebagai bagian dari strategi pengelolaan berkelanjutan.

Kualitas Air Jadi Indikator Penting

PLN Indonesia Power juga memperketat pemantauan kualitas air di Waduk Saguling. Doni menjelaskan bahwa kemunculan eceng gondok dalam jumlah besar menunjukkan adanya penurunan kualitas air di perairan tersebut.

Menurutnya, pengendalian gulma tidak hanya menyangkut operasional listrik, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan ekosistem sungai.

Warga Terdampak Ledakan Populasi Nyamuk

Dampak meluas juga dirasakan warga di empat kampung di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Bandung Barat. Mereka melaporkan peningkatan signifikan populasi nyamuk dalam beberapa bulan terakhir.

Warga menduga ledakan nyamuk berasal dari area Waduk Saguling yang tertutup eceng gondok. Kondisi tersebut diduga menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk sebelum akhirnya menyebar ke permukiman.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini terus memantau dampak lingkungan tersebut sambil mempercepat upaya pengendalian eceng gondok di kawasan waduk. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bobotoh Padati Flyover Pasupati, Bandung Rayakan Kemenangan Dramatis Persib
Muhammad Farhan Dorong Warga Bandung Gunakan Produk Lokal Saat Rupiah Melemah
Pemkot Bandung Larang PKL Kembali Berjualan di Trotoar
DLH Kota Bandung Kerahkan 345 Petugas Jaga Kebersihan Saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda
PKL Cicadas Pilih Kompensasi Tunai daripada Relokasi demi Proyek BRT Bandung
Persib Bandung dan Borneo FC Bersaing Ketat di Puncak Klasemen Super League 2025/2026
Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kerusuhan May Day 2026 di Bandung
Pemkot Bandung Targetkan Pengelola Baru Bandung Zoo Ditetapkan Akhir Mei 2026

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 12:00 WIB

Bobotoh Padati Flyover Pasupati, Bandung Rayakan Kemenangan Dramatis Persib

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Muhammad Farhan Dorong Warga Bandung Gunakan Produk Lokal Saat Rupiah Melemah

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pemkot Bandung Larang PKL Kembali Berjualan di Trotoar

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:10 WIB

DLH Kota Bandung Kerahkan 345 Petugas Jaga Kebersihan Saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:28 WIB

PKL Cicadas Pilih Kompensasi Tunai daripada Relokasi demi Proyek BRT Bandung

Berita Terbaru

Ilustrasi Parfum (Pinterest)

Ragam

Fenomena Bocil SD Koleksi Parfum Ramai di Media Sosial

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengikuti prosesi pengembalian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake ke Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Senin (18/5/2026), usai rangkaian Kirab Milangkala Tatar Sunda di sejumlah daerah di Jawa Barat. Foto: Humas Jabar

Jawa Barat

KDM Antar Kembali Mahkota Binokasih ke Museum Prabu Geusan Ulun

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:57 WIB