BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Kota Bandung menargetkan proses lelang pengelola baru Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo rampung pada akhir Mei 2026. Pemkot mendorong percepatan seleksi agar pengelolaan kebun binatang dapat berjalan lebih profesional dan berkelanjutan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan proses seleksi masih berlangsung dan akan segera memasuki tahap akhir.
“Pada 29 Mei kita sudah mendapatkan pengelola baru,” kata Farhan di Bandung, Selasa (12/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seleksi Ketat, Tinggal Segelintir Peserta
Farhan menjelaskan panitia lelang masih mengevaluasi para peserta yang mengikuti proses seleksi. Ia menegaskan pemerintah tidak menyederhanakan tahapan karena pengelolaan Bandung Zoo membutuhkan standar tinggi.
Dari sekitar 85 pihak yang awalnya menyatakan minat, panitia kini hanya melanjutkan proses terhadap empat hingga lima peserta yang mengambil dokumen resmi lelang.
Panitia lelang menilai para peserta dari berbagai aspek, termasuk kemampuan manajerial, komitmen terhadap kesejahteraan satwa, dan rencana pengelolaan jangka panjang.
“Ini bukan gagal, tetapi banyak peserta belum memenuhi syarat dalam tahap seleksi,” ujar Farhan.
Pemkot Perpanjang MoU dengan Kementerian Kehutanan
Di sisi lain, Pemkot Bandung memperpanjang nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kehutanan untuk memastikan pengelolaan satwa tetap berjalan selama masa transisi.
Pemkot bersama Kementerian Kehutanan mengawasi perawatan satwa dan operasional kebun binatang sampai pengelola baru resmi bertugas.
Farhan menegaskan kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kesejahteraan satwa di Bandung Zoo.
“Perpanjangan MoU ini memastikan satwa tetap terawat sampai pengelola baru bekerja,” kata dia.
Opsi Pengambilalihan Jika Lelang Gagal
Farhan juga membuka kemungkinan pemerintah pusat mengambil alih pengelolaan Bandung Zoo apabila proses seleksi tidak menghasilkan pemenang yang memenuhi kriteria.
Ia menegaskan Pemkot tetap ingin mempertahankan peran daerah dalam pengelolaan kebun binatang.
“Kalau sampai tidak ada yang lolos, pemerintah pusat bisa mengambil alih. Tapi kami ingin tetap ada peran daerah,” ujarnya.
Fokus pada Kesejahteraan Satwa dan Profesionalisme
Pemkot Bandung menekankan bahwa proses seleksi pengelola tidak hanya menilai aspek bisnis, tetapi juga fokus pada kesejahteraan satwa, pengelolaan lingkungan, kualitas layanan pengunjung, serta keberlanjutan operasional.
Pemerintah berharap pengelola baru mampu memperbaiki sistem pengelolaan Bandung Zoo dan menjadikannya sebagai pusat edukasi dan wisata yang lebih modern serta ramah satwa. ***(Chq)





