Banjir di Pangenan Cirebon Belum Surut, Ribuan Rumah Masih Terendam Meski Jalur Pantura Mulai Lancar

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Luapan air mulai terjadi sekitar pukul 00.00 WIB setelah debit Sungai Cimanis meningkat,” ujar Baihaqi saat meninjau lokasi banjir di Jalur Pantura Pangenan. (Foto Isitmewa)

“Luapan air mulai terjadi sekitar pukul 00.00 WIB setelah debit Sungai Cimanis meningkat,” ujar Baihaqi saat meninjau lokasi banjir di Jalur Pantura Pangenan. (Foto Isitmewa)

CIREBON, KABAR PAJAJARAN — Arus lalu lintas di Jalur Pantura wilayah Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, mulai kembali normal setelah banjir sempat melumpuhkan akses utama tersebut pada Selasa (19/5/2026). Meski kendaraan sudah mulai melintas, banjir masih menggenangi ribuan rumah warga hingga siang hari.

Genangan air masih terlihat di Desa Rawaurip, Desa Bendungan, dan Desa Pangenan dengan ketinggian antara 50 sentimeter hingga satu meter. Kondisi itu membuat sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Camat Pangenan, Baihaqi, mengatakan hujan deras di wilayah hulu Sungai Cimanis, Kabupaten Kuningan, memicu banjir kiriman ke wilayah Pangenan sejak Senin malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Luapan air mulai terjadi sekitar pukul 00.00 WIB setelah debit Sungai Cimanis meningkat,” ujar Baihaqi saat meninjau lokasi banjir di Jalur Pantura Pangenan.

Tanggul Sungai Tak Mampu Menahan Debit Air

Baihaqi menjelaskan, air pertama kali meluap di Desa Beringin karena tanggul sungai tidak mampu menahan tingginya debit air. Hasil pengecekan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menunjukkan limpasan air mencapai hampir 70 sentimeter.

Setelah meluap, air bergerak menuju kawasan pesisir dan merendam sejumlah desa di Kecamatan Pangenan menjelang subuh.

“Desa Rawaurip menjadi wilayah paling parah karena lokasinya berada di daerah cekungan,” katanya.

Menurut dia, banjir merendam sekitar 500 hingga 1.000 rumah di Desa Rawaurip. Sementara itu, sekitar 400 rumah di Desa Bendungan dan kurang lebih 500 rumah di Desa Pangenan ikut terdampak.

Warga Mulai Mengungsi

Banjir yang belum surut membuat warga mulai meninggalkan rumah untuk sementara waktu. Banyak warga memilih tinggal bersama keluarga yang rumahnya lebih aman dari genangan.

Selain kiriman air dari hulu, kondisi air laut pasang juga memperparah banjir di wilayah pesisir utara Cirebon.

“Air laut yang sedang pasang membuat aliran air menuju laut menjadi terhambat,” ujar Baihaqi.

Kendaraan Sudah Bisa Melintas

Kondisi Jalur Pantura perlahan membaik dibandingkan pagi hari. Kendaraan dari arah Losari menuju Jawa Tengah kini sudah bisa melintas meski pengendara tetap harus berhati-hati.

Namun, ruas jalan dari arah Losari menuju Kota Cirebon masih tergenang di beberapa titik sehingga kendaraan harus melaju pelan.

Sebelumnya, genangan air cokelat sempat menutup hampir seluruh badan jalan nasional di kawasan Rawaurip hingga Bendungan. Situasi itu memicu kemacetan panjang dari dua arah.

Sejumlah pengendara motor dan karyawan pabrik sempat bertahan di median jalan karena khawatir kendaraan mereka mogok saat menerobos banjir.

Petugas kepolisian bersama warga juga turun langsung mengatur lalu lintas dan membantu pengendara yang mengalami kendala di lokasi banjir.

Sawah dan Tambak Garam Ikut Terendam

Tidak hanya merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi area persawahan dan tambak garam di wilayah utara Jalur Pantura.

Pemerintah Kecamatan Pangenan bersama BPBD dan Dinas Sosial kini masih mendata dampak banjir serta menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak.

Baihaqi mengatakan pihak kecamatan telah mengusulkan pendirian dapur umum guna memenuhi kebutuhan warga selama banjir masih terjadi. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas Mengambang dengan Tangan Terborgol
10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati
Hadapi Tantangan Media Digital, Puluhan Wartawan Ikuti UKW di Majalengka
Indramayu Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla hingga September 2026, BPBD Minta Warga Hemat Air
BRIN Pastikan Cahaya Biru yang Lintas di Langit Majalengka Merupakan Meteor Besar
Bupati Majalengka Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding, Ingatkan Pentingnya Merawat Fasilitas Sekolah
Kronologi Ledakan di Dadaha Tasikmalaya, Berawal Adu Mulut Pedagang hingga Eks Napiter Diamankan
Polres Majalengka Wujudkan Ketahanan Pangan, Realisasikan 89,88 Persen Target Tanam Jagung pada HUT Bhayangkara ke-80

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas Mengambang dengan Tangan Terborgol

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:51 WIB

Hadapi Tantangan Media Digital, Puluhan Wartawan Ikuti UKW di Majalengka

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:21 WIB

Indramayu Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla hingga September 2026, BPBD Minta Warga Hemat Air

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:00 WIB

BRIN Pastikan Cahaya Biru yang Lintas di Langit Majalengka Merupakan Meteor Besar

Berita Terbaru