PKL Cicadas Pilih Kompensasi Tunai daripada Relokasi demi Proyek BRT Bandung

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rencana penataan kawasan Cicadas untuk mendukung proyek Bus Rapid Transit (BRT) Kota Bandung memasuki babak baru. (KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA)

Rencana penataan kawasan Cicadas untuk mendukung proyek Bus Rapid Transit (BRT) Kota Bandung memasuki babak baru. (KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA)

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Rencana penataan kawasan Cicadas untuk mendukung proyek Bus Rapid Transit (BRT) Kota Bandung memasuki tahap baru. Para pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Ahmad Yani meminta kompensasi uang tunai dan menolak relokasi ke lokasi baru.

Ketua Persatuan PKL Cicadas, Suherman, menilai relokasi bukan solusi yang tepat. Ia mengatakan pemerintah sudah beberapa kali mencoba memindahkan pedagang, tetapi selalu gagal karena persoalan lahan dan minim pembeli.

“Pemerintah lebih baik memberikan kompensasi langsung kepada pedagang. Kalau Rp10 juta per orang, totalnya sekitar Rp6 miliar dan trotoar bisa cepat bersih,” ujar Suherman, Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PKL Tolak Pindah ke BTM dan Pasar

Suherman juga menolak tawaran relokasi ke Bandung Trade Mall (BTM) maupun pasar tradisional. Menurut dia, lokasi tersebut tidak cocok untuk para pedagang Cicadas.

Ia menyebut BTM sudah lama sepi pengunjung. Selain itu, biaya sewa kios dinilai terlalu mahal jika harus terus ditanggung pemerintah.

“Dulu kami juga pernah menolak relokasi ke BTM. Kalau dipindah ke pasar, kondisinya sudah penuh,” katanya.

Pemkot Bandung Tetap Lanjutkan Penataan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan penataan trotoar tetap berjalan untuk mendukung proyek BRT dan transportasi publik.

Farhan meminta pedagang aktif mulai beradaptasi dengan sistem penjualan digital melalui marketplace. Pemkot Bandung juga menawarkan kios di pasar tradisional dan BTM yang masih kosong.

“Pedagang aktif bisa masuk ke marketplace digital. Kalau ingin tetap berjualan langsung, kami siapkan ruang di pasar dan BTM,” kata Farhan.

Saat ini, Satpol PP Kota Bandung mulai membongkar kios yang sudah tidak terpakai. Sementara itu, sekitar 560 kios aktif masih menunggu kepastian terkait relokasi maupun kompensasi tunai. *** (Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta
BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Investasi Rp1,3 Triliun Siapkan Jalur Khusus 21 Kilometer
DLH Jabar Temukan Indikasi Pencemaran Udara di Kawasan Tambang Citatah, Debu Lampaui Baku Mutu
Polda Jabar Matangkan Pengamanan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat
Persib Bandung Cari Pengganti Frans Putros, Igor Tolic: Bursa Transfer Masih Terbuka
Bandung Kembali Rawan Begal, Polisi Tingkatkan Patroli dan Kejar Pelaku Kejahatan Jalanan
Bandara Husein Resmi Berganti Nama, Bandung Siapkan Penerbangan ke 10 Destinasi
ASN Bandung Barat Jadi Tersangka Korupsi Hibah Rp1,5 Miliar, Pemkab Hentikan Gaji dan Nonaktifkan Jabatan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:00 WIB

BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Investasi Rp1,3 Triliun Siapkan Jalur Khusus 21 Kilometer

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00 WIB

DLH Jabar Temukan Indikasi Pencemaran Udara di Kawasan Tambang Citatah, Debu Lampaui Baku Mutu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:00 WIB

Polda Jabar Matangkan Pengamanan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Persib Bandung Cari Pengganti Frans Putros, Igor Tolic: Bursa Transfer Masih Terbuka

Berita Terbaru