Muhammad Farhan Dorong Warga Bandung Gunakan Produk Lokal Saat Rupiah Melemah

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jelang laga panas Persib Bandung kontra Persija Jakarta, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan seluruh elemen suporter untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas kota. Foto: bandung.go.id

Jelang laga panas Persib Bandung kontra Persija Jakarta, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan seluruh elemen suporter untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas kota. Foto: bandung.go.id

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak masyarakat memanfaatkan produk lokal di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Farhan menilai kondisi tersebut justru membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkuat pasar dalam negeri. Karena itu, ia meminta produsen lokal meningkatkan produksi sekaligus memperluas promosi produk mereka.

“Momentum pelemahan rupiah ini harus dimanfaatkan produk lokal untuk meningkatkan produksi dan promosi,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Minggu (17/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Produk Lokal Dinilai Lebih Kompetitif

Farhan mengatakan masyarakat kini memiliki peluang lebih besar untuk memilih produk dalam negeri dibanding barang impor. Menurut dia, harga produk lokal lebih terjangkau ketika nilai tukar rupiah melemah.

Selain itu, Farhan menilai penggunaan produk lokal dapat membantu menjaga perputaran ekonomi daerah di tengah tekanan ekonomi global.

Ia juga menegaskan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan langsung dalam kebijakan moneter nasional. Namun, pemerintah daerah tetap dapat menjaga efisiensi anggaran dan memperkuat sektor ekonomi lokal.

Farhan Soroti Kenaikan Harga Bahan Impor

Meski mendorong penggunaan produk lokal, Farhan mengakui pelemahan rupiah berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang masih bergantung pada impor.

Ia menyoroti komoditas seperti gandum dan kedelai yang hingga kini masih didatangkan dari luar negeri. Karena itu, Farhan memperkirakan harga tahu, tempe, dan mi dapat ikut mengalami kenaikan.

“Kebutuhan masyarakat terhadap gandum dan kedelai sangat tinggi. Ini yang perlu diwaspadai karena bisa berdampak pada inflasi,” ujarnya.

Menurut Farhan, kenaikan harga pangan berpotensi menekan daya beli masyarakat apabila pemerintah tidak segera mengendalikan stabilitas harga.

Pelaku Usaha Diminta Lebih Efisien

Farhan juga meminta pelaku industri rumahan yang menggunakan bahan baku impor agar meningkatkan efisiensi produksi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga harga jual tetap stabil di tengah fluktuasi nilai tukar.

Selain itu, ia optimistis pemerintah pusat dapat menjaga pasokan impor kedelai dan gandum agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Farhan menambahkan, stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi ekonomi masyarakat.

Menurut dia, kepastian pemerintah untuk menahan kenaikan harga BBM dapat membantu menjaga stabilitas psikologis pasar dan mencegah kenaikan harga secara berlebihan.

“Kalau BBM tetap stabil, masyarakat dan pelaku usaha juga tidak punya alasan menaikkan harga terlalu tinggi,” katanya. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027
Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung
Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib
Bobotoh Persib Siap ke SUGBK, Tunggu Izin Polisi untuk Laga Lawan Persija
Kebakaran Lahan di Cililin Bandung Barat Hanguskan 1 Hektare Area Perhutani
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung, Farhan Imbau Warga Pakai Masker

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan

Senin, 14 September 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

Minggu, 13 September 2026 - 20:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung

Sabtu, 12 September 2026 - 09:00 WIB

Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB