BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Influenza A tengah menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah warga membicarakan lonjakan kasus demam dan gangguan pernapasan di media sosial.
Sejumlah orang tua mengeluhkan anak mereka mengalami demam tinggi selama beberapa hari. Keluhan tersebut juga muncul bersamaan dengan kabar mengenai kepadatan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejumlah rumah sakit, termasuk di Bandung.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat khawatir. Gejala Influenza A memang memiliki kemiripan dengan beberapa penyakit pernapasan lain, termasuk Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasien dapat mengalami demam, batuk, tubuh lemas, nyeri otot, dan sakit pada persendian.
Gejala Influenza A Berbeda dengan Flu Biasa
Masyarakat sering menganggap demam, batuk, dan pilek sebagai gejala flu biasa. Namun, Influenza A dapat menimbulkan keluhan yang lebih berat.
Demam menjadi salah satu gejala yang perlu mendapat perhatian. Flu biasa biasanya menimbulkan demam ringan yang cepat membaik.
Sebaliknya, Influenza A dapat memicu demam tinggi selama beberapa hari. Kondisi tersebut juga dapat membuat tubuh terasa sangat lemas.
Batuk menjadi gejala lain yang perlu diperhatikan. Pasien Influenza A lebih sering mengalami batuk kering.
Selain itu, penderita dapat merasakan nyeri pada otot dan persendian. Rasa lemas juga dapat muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dokter spesialis paru dr. Harman Prayitno menjelaskan bahwa gejala Influenza A dapat terasa lebih berat dibandingkan Influenza B.
Gejala Influenza A Mirip Covid-19
Kemiripan gejala membuat masyarakat sulit menentukan jenis infeksi hanya berdasarkan keluhan.
Demam, batuk, dan rasa tidak enak badan dapat muncul pada berbagai penyakit saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan melalui fasilitas kesehatan. Tenaga medis juga dapat menggunakan tes swab antigen untuk membantu mendeteksi SARS-CoV-2, Influenza A, atau Influenza B.
Hasil pemeriksaan membantu dokter menentukan penanganan sesuai kondisi pasien.
Jangan Panik Saat Mengalami Gejala
Masyarakat tidak perlu langsung panik ketika mengalami gejala gangguan pernapasan.
Pasien perlu menjaga kondisi tubuh dan memenuhi kebutuhan cairan. Istirahat yang cukup juga membantu tubuh menghadapi infeksi.
Jika demam atau keluhan lain terus berlangsung, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga medis.
Keluarga juga perlu memantau kondisi pasien. Segera cari pertolongan medis apabila gejala semakin berat atau mengganggu aktivitas.
Apa yang Harus Dilakukan Saat IGD Penuh?
Lonjakan jumlah pasien dapat membuat kapasitas IGD rumah sakit menjadi terbatas.
Ketika IGD penuh, keluarga pasien dapat mencari layanan kesehatan lain. Puskesmas 24 jam atau klinik terdekat dapat menjadi pilihan untuk memperoleh pemeriksaan awal.
Namun, kondisi darurat tetap membutuhkan pertolongan medis segera. Keluarga harus membawa pasien ke fasilitas kesehatan yang mampu menangani kondisi tersebut.
Tingkatkan Pencegahan Penularan Influenza A
Masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi risiko penularan Influenza A.
Orang yang sedang sakit sebaiknya memakai masker ketika berada di tempat umum. Penggunaan masker juga penting ketika seseorang harus mengunjungi rumah sakit atau berada di lokasi yang ramai.
Selain itu, cuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir.
Hindari kerumunan ketika tubuh mulai menunjukkan gejala penyakit. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi kontak dengan orang lain.
Masyarakat juga perlu menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.
Dengan mengenali gejala Influenza A sejak awal, masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat dan mencegah penularan kepada anggota keluarga. ***(Ant)






