Orang Tua Ramai Keluhkan PCMB, Dedi Mulyadi Beri Penjelasan Lengkap

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Humas)

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Humas)

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons keresahan orang tua dan wali murid terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Banyak warga mengaku bingung setelah Dinas Pendidikan Jawa Barat menghadirkan tahapan baru bernama Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).

Saat ini, Dinas Pendidikan Jawa Barat masih menjalankan PCMB untuk siswa SMA dan SMK. Pada tahap tersebut, calon murid mengisi data pribadi sekaligus menentukan jalur dan sekolah tujuan sebelum mengikuti proses seleksi resmi.

Dedi Mulyadi memahami kebingungan yang muncul di tengah masyarakat. Menurutnya, banyak orang tua belum memperoleh penjelasan teknis yang cukup mengenai mekanisme PCMB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya bisa memahami kemarahan para orang tua karena mereka belum mendapatkan penjelasan teknis secara lengkap dari Dinas Pendidikan,” kata Dedi Mulyadi, Selasa (9/6/2026).

Dedi Tegaskan PCMB Belum Menentukan Kelulusan

Dedi menegaskan PCMB bukan bagian dari proses seleksi penerimaan siswa baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan tahapan tersebut untuk memetakan minat dan potensi calon murid.

Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan bersama SMA dan SMK di Jawa Barat saat ini fokus melakukan pemetaan data calon murid. Tahapan tersebut belum menentukan hasil penerimaan siswa.

“Yang berjalan sekarang adalah Pemetaan Calon Murid Baru. Ini belum masuk tahap Sistem Penerimaan Murid Baru,” ujarnya.

Untuk memudahkan pemahaman masyarakat, Dedi mengibaratkan PCMB sebagai latihan sebelum pelaksanaan proses utama.

Menurutnya, tahapan ini membantu calon murid dan orang tua memahami prosedur pendaftaran sehingga mereka tidak kebingungan saat SPMB resmi dimulai.

PCMB Bantu Siswa Menyusun Strategi Memilih Sekolah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai PCMB memberi manfaat bagi calon murid. Melalui pemetaan tersebut, siswa bisa mengetahui peluang masuk ke sekolah yang mereka incar.

Jika peluang masuk ke sekolah tujuan cukup kecil, siswa masih memiliki waktu untuk mencari dan menentukan sekolah alternatif sebelum masa pendaftaran resmi berlangsung.

Sebaliknya, siswa yang memiliki peluang besar bisa menghadapi SPMB dengan lebih tenang karena sudah memahami posisi mereka sejak awal.

Dedi menjelaskan, hasil pemetaan dapat menjadi bahan pertimbangan penting bagi siswa dalam menentukan pilihan sekolah.

Dengan cara itu, calon murid dapat mengambil keputusan yang lebih matang ketika proses seleksi resmi berlangsung.

Kurangnya Sosialisasi Picu Kebingungan Orang Tua

Meski bertujuan membantu calon murid, kehadiran PCMB justru memunculkan banyak pertanyaan di kalangan orang tua. Banyak wali murid mengaku belum memahami perbedaan antara PCMB dan SPMB.

Selain itu, sejumlah pihak menilai sosialisasi yang dilakukan Dinas Pendidikan belum menjelaskan tahapan dan mekanisme secara rinci.

Ketua Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jawa Barat, Dwi Subawanto, menyoroti perbedaan antara skema yang sebelumnya Dinas Pendidikan sosialisasikan dengan pelaksanaan di lapangan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak keluarga kesulitan memahami alur penerimaan murid baru tahun ini.

Dedi Mulyadi Minta Masyarakat Tetap Tenang

Menanggapi berbagai keluhan, Dedi Mulyadi meminta masyarakat tidak panik. Ia memastikan PCMB hanya berfungsi sebagai tahap pemetaan dan tidak menentukan hasil akhir penerimaan siswa.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga masih memiliki waktu yang cukup sebelum tahapan SPMB resmi dimulai.

Karena itu, Dedi mengajak orang tua memanfaatkan masa pemetaan untuk memahami sistem, menyiapkan dokumen, dan mempertimbangkan pilihan sekolah yang paling sesuai bagi anak.

“Kami masih memiliki waktu yang cukup sebelum proses penerimaan resmi berlangsung. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang masyarakat rasakan,” kata Dedi.

Menurutnya, PCMB hadir untuk membantu siswa dan orang tua mempersiapkan diri sehingga mereka dapat mengikuti SPMB 2026 dengan lebih tenang dan terarah.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

WIITEX 2026 Siap Digelar, Jabar Bidik Pasar Global untuk Teh, Kopi, dan Kakao
KDM Pastikan SPMB Jabar 2026 Berjalan Transparan, Minta Orang Tua Tak Panik
Polemik Geothermal di Jabar, Dedi Mulyadi Dorong Dialog Terbuka dengan ESDM
Dedi Mulyadi Minta Warga Laporkan Kecurangan SPMB 2026, Siap Tindak Pelaku Jual Beli Kursi
Kembali Bekerja di Balai Kota, Erwin Tunggu Penugasan dari Farhan
Bandung Barat Siapkan 50 Titik Pengolahan Sampah, Antisipasi TPA Sarimukti Penuh Oktober 2026
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Nasional atas Kinerja Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting
Begal Bersenjata Bacok Pemuda di Antapani Bandung, Motor dan Uang Rp1,5 Juta Raib

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:02 WIB

WIITEX 2026 Siap Digelar, Jabar Bidik Pasar Global untuk Teh, Kopi, dan Kakao

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Polemik Geothermal di Jabar, Dedi Mulyadi Dorong Dialog Terbuka dengan ESDM

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:37 WIB

Dedi Mulyadi Minta Warga Laporkan Kecurangan SPMB 2026, Siap Tindak Pelaku Jual Beli Kursi

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:00 WIB

Kembali Bekerja di Balai Kota, Erwin Tunggu Penugasan dari Farhan

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Bandung Barat Siapkan 50 Titik Pengolahan Sampah, Antisipasi TPA Sarimukti Penuh Oktober 2026

Berita Terbaru

Konferensi Pers BMKG terkait perkembangan musim kemarau 2026 (Foto: dok. tangkapan layar YouTube BMKG)

Nasional

BMKG: Puncak Musim Kemarau 2026 Dominan Terjadi pada Agustus

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:00 WIB