BMKG: Puncak Musim Kemarau 2026 Dominan Terjadi pada Agustus

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi Pers BMKG terkait perkembangan musim kemarau 2026 (Foto: dok. tangkapan layar YouTube BMKG)

Konferensi Pers BMKG terkait perkembangan musim kemarau 2026 (Foto: dok. tangkapan layar YouTube BMKG)

KABAR PAJAJARAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau 2026 akan berlangsung pada Agustus. Periode tersebut mencakup hampir separuh wilayah Indonesia.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan 369 zona musim akan memasuki puncak kemarau pada Agustus 2026. Jumlah itu mencakup 48,84 persen luas daratan Indonesia.

BMKG meminta pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menyiapkan langkah antisipasi sejak dini. Langkah tersebut penting untuk mengurangi dampak cuaca kering di berbagai sektor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agustus Mendominasi Puncak Kemarau

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan puncak kemarau akan berlangsung secara bertahap.

Pada Juli 2026, sebanyak 83 zona musim memasuki puncak kemarau. Luas wilayahnya mencapai 12,26 persen daratan Indonesia.

Selanjutnya, Agustus menjadi bulan dengan cakupan terbesar. Sebanyak 369 zona musim mencapai puncak kemarau pada periode tersebut.

Kemudian, 169 zona musim mencapai puncak kemarau pada September 2026. Jumlah itu mencakup 25,41 persen luas daratan Indonesia.

Sejumlah Wilayah Memasuki Puncak Kemarau Sejak Juni

BMKG memperkirakan sebagian wilayah Indonesia lebih dahulu memasuki puncak kemarau pada Juni 2026.

Wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatera, sebagian kecil Kalimantan, dan sebagian Jawa. Selain itu, wilayah selatan Nusa Tenggara Timur juga memasuki periode yang sama.

Puncak kemarau lebih awal juga muncul di Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, serta beberapa wilayah Maluku.

Di kawasan timur Indonesia, kondisi serupa terjadi di Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian tengah, dan Papua bagian timur.

Jawa hingga Papua Mengalami Puncak Kemarau pada Agustus

Pada Agustus 2026, puncak kemarau menjangkau lebih banyak wilayah.

Sumatera bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat memasuki fase puncak kemarau pada bulan tersebut.

Selain itu, sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara bagian selatan juga mengalami kondisi yang sama.

Sebagian besar wilayah Papua turut memasuki puncak kemarau pada Agustus.

September Menjadi Puncak Kemarau di Sejumlah Daerah

Beberapa daerah baru mencapai puncak kemarau pada September 2026.

Daerah tersebut meliputi Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatera Selatan, dan Lampung.

Sebagian besar Nusa Tenggara Timur serta Kalimantan bagian selatan juga memasuki periode puncak kemarau pada bulan yang sama.

Selain itu, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Pegunungan bagian tengah mengalami kondisi serupa.

Musim Kemarau Berlangsung Lebih Lama

BMKG memperkirakan musim kemarau 2026 berlangsung lebih lama daripada kondisi normal.

Sebanyak 437 zona musim menghadapi durasi kemarau yang lebih panjang. Angka tersebut mencakup 48,77 persen luas daratan Indonesia.

Sementara itu, 70 zona musim mengalami durasi kemarau normal. Jumlah tersebut mencapai 8,32 persen luas daratan Indonesia.

Hanya 79 zona musim yang mencatat durasi kemarau lebih singkat dibandingkan kondisi normal.

Curah Hujan Menurun Saat Musim Kemarau

BMKG mencatat awal musim kemarau 2026 datang lebih cepat daripada pola klimatologis normal.

Selain itu, curah hujan selama musim kemarau berada di bawah rata-rata normal. Kondisi tersebut membuat cuaca terasa lebih kering di banyak daerah.

Karena itu, BMKG mengimbau seluruh pihak memperkuat kesiapsiagaan. Upaya tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan air dan mengurangi risiko kekeringan selama musim kemarau 2026.***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan
Kasus Keracunan MBG Berulang, BGN Janji Perketat Pengawasan dan Targetkan Nol Insiden
BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Naik ke Level Sangat Kuat, Jawa hingga Bali Hadapi Kemarau Panjang
Kemenhaj Ancam Cabut Izin Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah
BMKG Mulai Operasi Modifikasi Cuaca, Hujan Buatan Dikerahkan Cegah Karhutla dan Kekeringan
Purbaya Jadwalkan Bertemu Kepala BGN Pekan Depan, Bahas Efisiensi Anggaran MBG
Pemerintah Buka Peluang Naikkan Gaji Kepala Daerah, Begini Skema Barunya
Ada Apa? Prabowo Kumpulkan Semua Gubernur dan Bupati, Target Indonesia Berubah Total

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Tarif Listrik 10-16 Agustus 2026 Tetap, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Kasus Keracunan MBG Berulang, BGN Janji Perketat Pengawasan dan Targetkan Nol Insiden

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:20 WIB

BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Naik ke Level Sangat Kuat, Jawa hingga Bali Hadapi Kemarau Panjang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Kemenhaj Ancam Cabut Izin Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:00 WIB

BMKG Mulai Operasi Modifikasi Cuaca, Hujan Buatan Dikerahkan Cegah Karhutla dan Kekeringan

Berita Terbaru

ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi sorotan publik setelah video siaran langsung di akun TikTok pribadinya viral di media sosial

Bandung Raya

PPPK Bandung Barat Kembali Disorot, Diduga Main Padel Saat WFH

Senin, 10 Agu 2026 - 17:00 WIB