Pemprov Jabar Raih Penghargaan Nasional atas Kinerja Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting

Senin, 8 Juni 2026 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerima penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026). Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menekan angka kemiskinan dan stunting secara terpadu hingga tingkat desa. (Foto: Humas Jabar)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerima penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026). Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menekan angka kemiskinan dan stunting secara terpadu hingga tingkat desa. (Foto: Humas Jabar)

Yogyakarta, Kabar Pajajaran – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pemprov Jabar meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri bersama Metro TV dalam ajang apresiasi kinerja pemerintah daerah yang digelar di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026).

Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai indikator, mulai dari komitmen pemerintah daerah dalam mengintegrasikan program penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, capaian layanan kepada masyarakat, efektivitas intervensi hingga tingkat desa, hingga hasil nyata berupa penurunan angka kemiskinan dan stunting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Kadin Jabar Percepat Investasi PLTSa Legok Nangka, Gandeng Sumitomo Dorong Energi Hijau

Penghargaan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat di Jawa Barat, mulai dari pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa dan kelurahan, hingga para kader yang bekerja langsung di lapangan.

“Penghargaan ini adalah bukti kerja keras para bupati, wali kota, kepala desa, lurah, ketua RT, RW, serta kader posyandu di seluruh Jawa Barat yang selama ini berupaya menurunkan angka kemiskinan dan stunting,” ujar Dedi.

Gubernur yang akrab disapa KDM itu juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan kepedulian sosial terhadap sesama.

Baca juga: Meski Operasi Patuh Ditunda, ETLE Tetap Siaga di Kota Bandung, Ini Lokasinya

Ia menilai penanggulangan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.

Salah satu langkah sederhana yang menurutnya dapat membantu menggerakkan ekonomi masyarakat adalah dengan berbelanja kebutuhan sehari-hari di warung-warung kecil maupun pedagang keliling.

“Warga menengah ke atas belanjanya harus di lingkungan masyarakat sekitar, seperti di warung dan pedagang keliling agar tingkat kemiskinannya terus berkurang,” katanya.

Selain itu, KDM mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi. Menurutnya, perhatian dan kepedulian lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam mencegah stunting.

Baca juga: Tol Getaci Siap Dilelang Ulang, Kemenkeu Turun Tangan Biayai Persiapan Proyek

Ia berharap semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Barat terus dipertahankan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

Penghargaan ini menjadi salah satu pengakuan atas berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat layanan kesehatan, meningkatkan kualitas gizi anak, serta memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk menekan angka kemiskinan.***(Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemprov Jabar Ancam Pecat ASN yang Terbukti Terlibat LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Maksimal
Pemprov Jabar Kantongi Data ASN Terduga Judi Online, Erwan: Ada yang Transaksinya Rp800 Juta
TBI Team Bandung Sabet Juara Umum 1 Pemula di International Ksatria Nusantara PBTI Series 4 Jawa Barat
Kerajinan Jabar Makin Diminati, Transaksi PKJB 2026 Tembus Rp54 Miliar
Bupati Purwakarta Tak Tinggal Diam, Begini Responsnya Usai Lagu Viral Tuai Polemik
Dedi Mulyadi Desak Hukuman Maksimal untuk Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan YTR
Disdik Jabar Siapkan SPMB Tahap 2, Sisa Kuota Tahap Pertama Dialihkan ke Jalur Domisili
Dedi Mulyadi Hidupkan Kembali Tradisi Lapor Tamu, RT/RW Diminta Data Penghuni Kos dan Kontrakan

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pemprov Jabar Ancam Pecat ASN yang Terbukti Terlibat LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Maksimal

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:00 WIB

Pemprov Jabar Kantongi Data ASN Terduga Judi Online, Erwan: Ada yang Transaksinya Rp800 Juta

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:12 WIB

TBI Team Bandung Sabet Juara Umum 1 Pemula di International Ksatria Nusantara PBTI Series 4 Jawa Barat

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:58 WIB

Kerajinan Jabar Makin Diminati, Transaksi PKJB 2026 Tembus Rp54 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:00 WIB

Bupati Purwakarta Tak Tinggal Diam, Begini Responsnya Usai Lagu Viral Tuai Polemik

Berita Terbaru