Suhu Sentuh Nol Derajat, Embun Es Hiasi Kawasan Bromo dan Semeru

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena embun upas atau serbuk tipis es di lautan pasir Gunung Bromo yang menandai suhu dingin ekstrem di kawasan tersebut, Senin (8/6/2026). (Dok. Camat Tosari, Kabupaten Pasuruan )

Fenomena embun upas atau serbuk tipis es di lautan pasir Gunung Bromo yang menandai suhu dingin ekstrem di kawasan tersebut, Senin (8/6/2026). (Dok. Camat Tosari, Kabupaten Pasuruan )

KABAR PAJAJARAN – Fenomena embun upas kembali muncul di sejumlah titik kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Fenomena ini hadir bersamaan dengan musim kemarau yang membuat suhu udara turun drastis pada malam hingga pagi hari.

Warga sekitar mengenal kondisi tersebut dengan istilah bediding. Saat bediding terjadi, udara pegunungan terasa jauh lebih dingin dibanding hari biasa.

Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan embun upas umumnya muncul di area terbuka. Lokasi tersebut mengalami pendinginan udara secara cepat sepanjang malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fenomena embun upas biasanya muncul di area terbuka yang mengalami pendinginan udara secara intensif pada malam hari,” ujar Endrip.

Muncul di Sejumlah Titik Favorit Wisatawan

Balai Besar TNBTS mencatat beberapa lokasi yang kerap menjadi tempat munculnya embun upas.

Di kawasan Gunung Bromo, wisatawan dapat melihat fenomena ini di Lautan Pasir atau Kaldera Bromo. Embun es juga sering muncul di Pusung Gedhe dan Savana Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies.

Sementara itu, di kawasan Gunung Semeru, embun upas dapat dijumpai di Desa Ranupani dan sekitar Danau Ranu Kumbolo.

Hamparan rumput dan pasir yang berubah putih karena kristal es menjadi daya tarik tersendiri. Banyak wisatawan sengaja datang saat pagi hari untuk menyaksikan pemandangan tersebut.

Suhu Dingin Picu Terbentuknya Kristal Es

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim bediding terjadi karena tutupan awan berkurang saat kemarau.

Kondisi itu membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara turun secara signifikan.

Di kawasan pegunungan tinggi seperti Bromo dan Semeru, suhu dapat mendekati 0 derajat Celsius.

Saat suhu mencapai titik rendah, embun yang menempel pada rumput, daun, pasir, dan tanah mulai membeku. Proses tersebut membentuk lapisan kristal es tipis yang dikenal sebagai embun upas.

Berbeda dengan Salju

Meski terlihat seperti salju, embun upas memiliki proses pembentukan yang berbeda.

Salju terbentuk dari presipitasi di atmosfer. Sebaliknya, embun upas terbentuk langsung di permukaan tanah akibat suhu yang sangat dingin.

Endrip menegaskan fenomena ini merupakan bagian dari siklus alam di pegunungan tropis Indonesia saat musim kemarau.

Selain menjadi fenomena alam yang unik, embun upas juga menjadi daya tarik wisata yang selalu dinantikan pengunjung.

Dalam beberapa hari terakhir, wisatawan kembali menjumpai embun upas di kawasan Gunung Bromo. Sebagian area Lautan Pasir tampak memutih karena lapisan kristal es yang muncul pada pagi hari.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

China Resmikan Stasiun Kereta Terbesar Dunia, Siap Layani Kereta Cepat 350 Km/Jam
TNBTS Soroti Kecelakaan Maut Jip Wisata di Bromo, Pengemudi Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Prabowo Minta Bandara Husein Sastranegara Kembali Aktif, Pemerintah Percepat Kajian Reaktivasi
Panyaweuyan Tak Hanya Destinasi Wisata, Bawang Merah Jadi Penggerak Ekonomi Warga Argapura
Catat Tanggalnya! Mei 2026 Jadi Bulan Paling Banyak Libur
Petualangan Alam dan Offroad Jadi Andalan, Econique Cikole Targetkan Lonjakan Wisatawan
Liburan Tenang di Eropa? Coba 5 Negara yang Masih Sepi Turis Ini
Bandung Disebut Jadi Magnet Wisata Baru Asia, Kalahkan Banyak Kota Besar

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:00 WIB

Suhu Sentuh Nol Derajat, Embun Es Hiasi Kawasan Bromo dan Semeru

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:00 WIB

China Resmikan Stasiun Kereta Terbesar Dunia, Siap Layani Kereta Cepat 350 Km/Jam

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:00 WIB

TNBTS Soroti Kecelakaan Maut Jip Wisata di Bromo, Pengemudi Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:00 WIB

Prabowo Minta Bandara Husein Sastranegara Kembali Aktif, Pemerintah Percepat Kajian Reaktivasi

Selasa, 28 April 2026 - 19:19 WIB

Panyaweuyan Tak Hanya Destinasi Wisata, Bawang Merah Jadi Penggerak Ekonomi Warga Argapura

Berita Terbaru

Konferensi Pers BMKG terkait perkembangan musim kemarau 2026 (Foto: dok. tangkapan layar YouTube BMKG)

Nasional

BMKG: Puncak Musim Kemarau 2026 Dominan Terjadi pada Agustus

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:00 WIB