Panyaweuyan Tak Hanya Destinasi Wisata, Bawang Merah Jadi Penggerak Ekonomi Warga Argapura

Selasa, 28 April 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Obyek wisata Panyaweuyan ada sekitar 10 hektar lahan yang ditanami bawang merah (Foto Diskominfo Majalengka)

Obyek wisata Panyaweuyan ada sekitar 10 hektar lahan yang ditanami bawang merah (Foto Diskominfo Majalengka)

MAJALENGKA, KABAR PAJAJARAN — Kawasan wisata alam Panyaweuyan di Kecamatan Argapura tak hanya memikat wisatawan dengan panorama terasering pegunungan. Di balik lanskap hijau tersebut, petani setempat aktif mengembangkan budidaya bawang merah sebagai sumber penghidupan utama.

Sentra Bawang Merah di Kawasan Wisata

Sekitar 10 hektare lahan di Panyaweuyan kini ditanami bawang merah varietas “karet” yang menjadi komoditas unggulan masyarakat. Selain itu, petani juga menanam bawang daun sebagai tanaman pendukung yang menjaga keberlanjutan produksi sepanjang tahun.

Petani setempat, Mangku (54), menuturkan kegiatan budidaya telah berlangsung sejak lama. Ia menjelaskan, petani menjalankan dua musim tanam setiap tahun, yakni November–Januari dengan panen Februari, serta Maret–Mei yang dipanen pada Juni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga bawang merah di tingkat petani saat ini berkisar Rp22.000 per kilogram. Meski tergolong rendah, petani tetap berharap harga dapat stabil saat panen raya agar keuntungan tidak tergerus.

Pemerintah Dorong Stabilitas Produksi dan Harga

Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Majalengka menilai harga bawang merah masih berada dalam kondisi wajar. Kepala dinas, Gatot Sulaeman, mengapresiasi konsistensi petani yang terus menjaga kualitas hasil panen.

Ia menegaskan, pemerintah mendorong pengaturan pola tanam agar panen tidak terjadi bersamaan. Strategi ini bertujuan menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan pasokan bawang merah tetap tersedia di pasar.

Potensi Produksi Capai 120 Ton Sekali Panen

Camat Argapura, Ridwan Mochamad Ramdhani, menyebut lahan seluas 10 hektare di kawasan tersebut berpotensi menghasilkan 80–120 ton bawang merah per panen jika kondisi tanaman optimal.

Menurutnya, komoditas bawang merah kini menjadi penggerak ekonomi masyarakat selain sektor pariwisata.

Pengembangan Sentra Pertanian di Sejumlah Desa

Selain Panyaweuyan, sentra bawang merah juga berkembang di sejumlah desa di Kabupaten Majalengka, antara lain Desa Sukasari Kidul, Desa Sagara, Desa Teja, serta Desa Sukasari Kaler.

Pemerintah kecamatan memastikan akan terus bersinergi dengan dinas terkait untuk memperkuat sektor pertanian melalui pendampingan, pembangunan infrastruktur, serta perluasan akses pemasaran hasil panen. Upaya ini diharapkan menjaga keseimbangan antara pariwisata dan pertanian sebagai pilar ekonomi Argapura. ***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kebakaran Bromo Tutup Seluruh Akses Wisata, 6 Trip Jip Dibatalkan
Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta, Polisi Periksa 10 Saksi dan Telusuri Asal Api
Gempa M 3,2 Guncang Bogor Sabtu Pagi, Getaran Terasa di Pamijahan dan Leuwiliang
Indonesia Pimpin Pasar Penerbangan Domestik Asia Tenggara, Kapasitas Capai 8,74 Juta Kursi
Polda Metro Minta Warga Tak Sebarkan Spekulasi soal Pagar Mal, Jakarta Tetap Kondusif
Gas Elpiji 3 Kg Langka di Indramayu, Pedagang Keliling hingga 10 Warung, Harga Tembus Rp30 Ribu
Warga Kasepuhan Ciptamulya Bangkit Usai Kebakaran, Pemkab Sukabumi Percepat Pemulihan
Hari Anak Nasional 2026 di Majalengka Meriah, Pemkab Perkuat Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Kebakaran Bromo Tutup Seluruh Akses Wisata, 6 Trip Jip Dibatalkan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta, Polisi Periksa 10 Saksi dan Telusuri Asal Api

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Indonesia Pimpin Pasar Penerbangan Domestik Asia Tenggara, Kapasitas Capai 8,74 Juta Kursi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Polda Metro Minta Warga Tak Sebarkan Spekulasi soal Pagar Mal, Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:00 WIB

Gas Elpiji 3 Kg Langka di Indramayu, Pedagang Keliling hingga 10 Warung, Harga Tembus Rp30 Ribu

Berita Terbaru