Bandung Barat Siapkan 50 Titik Pengolahan Sampah, Antisipasi TPA Sarimukti Penuh Oktober 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pembungaan sampah di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (Humas Jabar)

Aktivitas pembungaan sampah di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (Humas Jabar)

BANDUNG BARAT, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mempercepat berbagai langkah untuk menghadapi potensi krisis sampah akibat menurunnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat Ibrahim Aji mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan 50 titik pengolahan sampah guna mengurangi ketergantungan pada TPA Sarimukti.

Pemkab Bandung Barat juga terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait rencana bantuan mesin pengolah sampah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami masih koordinasi dengan provinsi. Informasinya kan mau ada bantuan mesin pengolah sampah, tapi jenisnya kami belum tahu. Di Bandung Barat sementara di 50 titik,” kata Ibrahim, Senin (8/6/2026).

Produksi Sampah Tembus 700 Ton Setiap Hari

Masyarakat Kabupaten Bandung Barat menghasilkan sekitar 700 ton sampah setiap hari. Petugas DLH mengangkut sekitar 200 ton sampah ke TPA Sarimukti dari wilayah yang sudah masuk layanan pengangkutan.

Warga mengelola lebih dari 500 ton sampah lainnya melalui berbagai metode di tingkat lokal. Mereka memanfaatkan bank sampah, budidaya maggot, hingga pemanfaatan sisa makanan untuk pakan ternak.

Data tersebut menunjukkan sekitar 28 persen sampah Bandung Barat masih bergantung pada TPA Sarimukti. Sementara itu, masyarakat menangani lebih dari 70 persen sampah melalui pengelolaan mandiri.

Lima Puluh Titik Pengolahan Sampah Jadi Solusi

Pemkab Bandung Barat menjadikan 50 titik pengolahan sampah sebagai solusi utama untuk mengurangi beban TPA Sarimukti.

Jika setiap titik memiliki mesin berkapasitas 5 ton per hari, seluruh fasilitas mampu mengolah 250 ton sampah per hari. Kapasitas itu bahkan bisa meningkat hingga 500 ton per hari apabila setiap mesin mampu mengolah 10 ton sampah.

Menurut Ibrahim, kapasitas tersebut cukup untuk menampung volume sampah yang selama ini masuk ke TPA Sarimukti.

“Jadi kalau menggunakan alat itu Kabupaten Bandung Barat relatif aman. Kita sehari yang masuk TPA Sarimukti itu 200 ton, sementara kapasitas mesin itu katanya 5 atau 10 ton, jadi bisa olah 250 hingga 500 ton sehari,” ujarnya.

Keterbatasan Armada Hambat Layanan Pengangkutan

DLH Kabupaten Bandung Barat saat ini hanya melayani pengangkutan sampah di 10 kecamatan dari total 16 kecamatan.

Ibrahim menyebut keterbatasan armada sebagai kendala utama yang menghambat perluasan layanan ke seluruh wilayah.

Karena kondisi tersebut, banyak warga mengelola sampah secara mandiri. Mereka menjalankan berbagai program pengurangan sampah dari sumber untuk menekan volume sampah yang membutuhkan pengangkutan.

“Yang dikirim itu kan 200 ton dari 10 cakupan wilayah pelayanan pengangkutan. Sisanya itu ada yang dikelola melalui Bank Sampah, maggot, kemudian contohnya di selatan itu food waste biasanya dipakai pakan,” kata Ibrahim.

TPA Sarimukti Hadapi Tekanan Volume Sampah

Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat memperkirakan Zona 5 TPA Sarimukti seluas 6,3 hektare hanya mampu menerima sampah hingga Oktober 2026.

Petugas pengelola sebenarnya menetapkan kuota pembuangan sebesar 1.400 ton per hari. Namun, volume sampah yang masuk kerap mencapai sekitar 1.700 ton per hari.

Lonjakan tersebut mempercepat penurunan kapasitas tampung TPA Sarimukti dan meningkatkan risiko krisis sampah di kawasan Bandung Raya.

Pengelolaan dari Sumber Jadi Kunci

Pemerintah daerah di wilayah Bandung Raya kini memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya masing-masing. Langkah itu menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada TPA Sarimukti.

Melalui pembangunan 50 titik pengolahan sampah, Pemkab Bandung Barat berharap mampu menciptakan sistem pengelolaan yang lebih mandiri sekaligus menjaga lingkungan dari ancaman penumpukan sampah pada masa mendatang. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027
Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung
Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib
Bobotoh Persib Siap ke SUGBK, Tunggu Izin Polisi untuk Laga Lawan Persija
Kebakaran Lahan di Cililin Bandung Barat Hanguskan 1 Hektare Area Perhutani
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung, Farhan Imbau Warga Pakai Masker

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan

Senin, 14 September 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

Minggu, 13 September 2026 - 20:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung

Sabtu, 12 September 2026 - 09:00 WIB

Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB