Bibit Siklon Terpantau Dekat Indonesia, BMKG Minta Warga Waspada Bisa Picu Hujan Lebat di Jawa Barat hingga Jateng

Senin, 9 Maret 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Citra Satelit hari ini 09/03/2026 (BMKG)

Citra Satelit hari ini 09/03/2026 (BMKG)

Kabar Pajajaran – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan akan mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia pada Senin (9/3/2026). Kondisi ini dipicu oleh kemunculan dua bibit siklon tropis yang terpantau di sekitar wilayah Indonesia.

Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Diahayu, menjelaskan bahwa bibit siklon tropis 93S saat ini terpantau berada di Samudera Hindia selatan Lampung. Sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 30 knot dengan tekanan udara minimum 999 hPa.

Meski demikian, bibit siklon 93S diperkirakan memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 jam ke depan. Dalam periode 48 hingga 72 jam ke depan, sistem tersebut bahkan diprediksi akan melemah dengan kecepatan angin menurun menjadi sekitar 25 knot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Diahayu, keberadaan bibit siklon ini tetap memengaruhi dinamika atmosfer di Indonesia.

“Bibit siklon ini menginduksi terbentuknya aliran angin kencang lapisan bawah (low level jet) serta daerah konvergensi di Samudera Hindia selatan Lampung,” jelasnya.

Selain itu, BMKG juga memantau keberadaan bibit siklon tropis 95W yang terdeteksi di Samudera Pasifik utara Papua. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot dan tekanan udara minimum 1006 hPa.

Sama seperti bibit siklon 93S, sistem 95W juga memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam dua hari ke depan dan diperkirakan akan melemah dalam dua hingga tiga hari mendatang.

Sirkulasi Siklonik Perkuat Potensi Hujan

Selain dua bibit siklon tersebut, BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh serta di wilayah Laut Sulawesi. Kondisi ini membentuk daerah konvergensi atau pertemuan angin yang memanjang dari perairan barat Aceh hingga wilayah Aceh serta di sekitar Laut Sulawesi.

Kombinasi antara bibit siklon tropis, sirkulasi siklonik, dan konvergensi angin tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan terjadi di beberapa wilayah, antara lain:

  • Bengkulu
  • Lampung
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Nusa Tenggara Timur

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain yang ditandai dengan warna kuning dalam peta peringatan dini BMKG.

Prakiraan Cuaca di Kota-Kota Besar

BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah kota besar di Indonesia.

Hujan disertai petir diperkirakan terjadi di:

  • Bandar Lampung
  • Banjarmasin

Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di:

  • Bengkulu
  • Jakarta
  • Bandung
  • Semarang
  • Tanjung Selor

Sementara hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota seperti:

  • Medan
  • Padang
  • Pangkal Pinang
  • Palembang
  • Serang
  • Yogyakarta
  • Surabaya
  • Pontianak
  • Samarinda
  • Palangka Raya

Adapun kondisi berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pekanbaru, dan Jambi.

Untuk wilayah Indonesia bagian timur, BMKG memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Merauke. Hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di Kupang, Mamuju, dan Makassar, sementara hujan ringan berpotensi terjadi di Denpasar, Mataram, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai petir, angin kencang, maupun peningkatan gelombang laut di sejumlah wilayah perairan Indonesia. *** (Chokie)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Indonesia Pengaruhi Kualitas Udara Malaysia, 29 Wilayah Masuk Kategori Tidak Sehat
Sekda Herman Dorong Tradisi Mendongeng untuk Cetak Generasi Unggul Indonesia Emas 2045
Karhutla Indonesia Meluas, Pemerintah Diminta Perkuat Pencegahan dan Teknologi
Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG
DBH Jabar Baru Cair Rp19 Miliar, Pemprov Siapkan Pinjaman Rp3,4 Triliun untuk Jaga Pembangunan
Praperadilan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Gugat Status Tersangka hingga Penyitaan
20.500 Narapidana di Jawa Barat Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 303 Kasus Korupsi
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 53 Orang, Pemerintah Percepat Penanganan Korban

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Pengaruhi Kualitas Udara Malaysia, 29 Wilayah Masuk Kategori Tidak Sehat

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Sekda Herman Dorong Tradisi Mendongeng untuk Cetak Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Indonesia Meluas, Pemerintah Diminta Perkuat Pencegahan dan Teknologi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:00 WIB

DBH Jabar Baru Cair Rp19 Miliar, Pemprov Siapkan Pinjaman Rp3,4 Triliun untuk Jaga Pembangunan

Berita Terbaru