Hari Kanker Sedunia, Mengingatkan Kita untuk Peduli pada Diri Sendiri dan Sesama

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : worldcancerday-org

Foto : worldcancerday-org

Kanker menjadi salah satu penyakit yang paling sering bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari. Entah karena ada anggota keluarga yang mengalaminya, teman dekat, atau sekadar obrolan di lingkungan kerja. Penyakit ini terasa dekat, namun kerap dihindari untuk dibahas karena rasa takut, bingung, atau tidak tahu harus mulai dari mana.

Padahal, banyak kasus kanker sebenarnya bisa dicegah atau ditemukan lebih awal jika masyarakat memiliki informasi yang cukup. Inilah yang membuat Hari Kanker Sedunia bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan momen penting untuk berhenti sejenak dan peduli—baik pada kesehatan diri sendiri maupun orang-orang di sekitar.

Diperingati setiap 4 Februari, Hari Kanker Sedunia mengajak masyarakat melihat kanker secara lebih manusiawi. Bukan hanya sebagai penyakit, tetapi sebagai isu bersama yang bisa dihadapi dengan pengetahuan, empati, dan aksi kecil yang dilakukan secara konsisten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day merupakan kampanye global yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kanker, sekaligus mendorong pencegahan, deteksi dini, serta akses pengobatan yang adil. Peringatan ini dikoordinasikan oleh Union for International Cancer Control (UICC), organisasi internasional yang bekerja sama dengan berbagai negara, institusi kesehatan, hingga komunitas lokal.

Fokusnya bukan hanya pada edukasi medis, tetapi juga perubahan cara pandang masyarakat—bahwa kanker bukan persoalan individu semata, melainkan tantangan bersama. Dengan kata lain, Hari Kanker Sedunia hadir untuk mengingatkan bahwa pengetahuan bisa menyelamatkan nyawa.

Tanggal 4 Februari dipilih karena memiliki nilai historis. Pada 4 Februari 2000, dunia menyepakati Piagam Paris Melawan Kanker dalam sebuah konferensi internasional di Paris. Piagam ini menjadi tonggak kerja sama global dalam berbagai aspek, mulai dari pencegahan kanker, edukasi publik, penelitian medis, hingga peningkatan kualitas hidup pasien dan penyintas.

Sejak saat itu, setiap 4 Februari diperingati sebagai momentum global untuk menyuarakan kepedulian terhadap kanker, bukan hanya oleh tenaga medis, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Untuk periode 2025–2027, Hari Kanker Sedunia mengusung tema “United by Unique” atau Dipersatukan oleh Keunikan. Tema ini menegaskan bahwa setiap orang memiliki pengalaman kanker yang berbeda—baik sebagai pasien, penyintas, maupun pendamping.

Maknanya sederhana namun mendalam: pendekatan terhadap kanker seharusnya berpusat pada manusia, bukan semata prosedur medis. Tema ini mengajak semua pihak untuk lebih berempati, menghargai cerita tiap individu, serta mendukung sistem kesehatan yang lebih inklusif.

Kanker bukan hanya tentang data dan angka, melainkan tentang manusia dan kehidupannya. Karena itu, kesadaran untuk terus menyebarkan edukasi serta pentingnya pencegahan dan deteksi dini menjadi pesan utama yang diharapkan bisa dimaknai oleh setiap orang. ***Chokie

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
Dr. dr. Tauhid Nur Azhar Jelaskan Tinjauan Neuropsikologi di Balik Kasus Penyekapan dan Penyiksaan
Psikopat Ramai Dikaitkan dengan Kasus Taufik Hidayat, Pakar Minta Publik Tak Asal Memberi Label
Dokter Ungkap Alasan Generasi Muda Mudah Stres Saat Mulai Bekerja
Air Putih atau Air Lemon? Simak Pilihan Terbaik untuk Menjaga Hidrasi Tubuh
Kemarau Lebih Kering dan Panjang, Dinkes Jabar Mengingatkan Warga Waspadai Diare hingga ISPA
Cegah Stunting Kognitif, Pakar Soroti Peran Nutrigenomik dan Pangan Lokal dalam Perkembangan Otak Anak
Sering Lemas Meski Sudah Istirahat? Waspadai Gejala Diabetes

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:45 WIB

Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:44 WIB

Dr. dr. Tauhid Nur Azhar Jelaskan Tinjauan Neuropsikologi di Balik Kasus Penyekapan dan Penyiksaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:00 WIB

Psikopat Ramai Dikaitkan dengan Kasus Taufik Hidayat, Pakar Minta Publik Tak Asal Memberi Label

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:00 WIB

Dokter Ungkap Alasan Generasi Muda Mudah Stres Saat Mulai Bekerja

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:53 WIB

Air Putih atau Air Lemon? Simak Pilihan Terbaik untuk Menjaga Hidrasi Tubuh

Berita Terbaru