WASHINGTON – Pengadilan Amerika Serikat menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Ryan Routh (59), pria yang terbukti mencoba membunuh Donald Trump saat masih berstatus calon presiden pada September 2024.
Putusan tersebut dibacakan oleh Hakim Federal Aileen Cannon, Kamis (5/2/2026). Hakim menilai tindakan Routh sebagai kejahatan serius yang mengancam keselamatan publik dan stabilitas politik, sehingga hukuman maksimal dinilai paling adil.
Dalam pertimbangannya, hakim menyebut Routh telah menyiapkan rencana penyerangan selama berbulan-bulan. Bukti persidangan juga menunjukkan adanya niat kuat untuk melakukan aksi mematikan terhadap siapa pun yang menghalangi aksinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Insiden itu terjadi di Trump International Golf Club, West Palm Beach, Florida. Seorang agen Secret Service yang tengah berpatroli melihat senjata api dari balik semak-semak, lalu segera mengambil tindakan. Routh sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap tak lama kemudian di sekitar lokasi.
Jaksa federal mengungkapkan, meski Routh belum sempat mendapatkan garis pandang langsung ke arah Trump, aparat menemukan senapan semi-otomatis lengkap dengan teropong bidik serta magasin tambahan di lokasi persembunyiannya. Barang bukti tersebut memperkuat dugaan bahwa serangan telah dipersiapkan secara matang.
Selama persidangan, Routh memilih membela diri tanpa pengacara dan menunjukkan perilaku tidak kooperatif. Sikap tersebut turut menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis berat.
Jaksa utama John Shipley menyatakan, selain senjata api, penyidik juga menemukan catatan tulisan tangan Routh yang mengakui aksinya sebagai upaya pembunuhan, termasuk daftar lokasi yang kemungkinan akan dikunjungi Donald Trump.
Kasus di Florida ini menjadi percobaan pembunuhan kedua terhadap Trump sepanjang 2024. Sebelumnya, insiden penembakan terjadi saat kampanye politik di Butler, Pennsylvania.
Meski telah divonis penjara seumur hidup, tim hukum Ryan Routh menyatakan akan mengajukan banding. Perkara ini kembali menyoroti tingginya tantangan keamanan dalam dinamika politik Amerika Serikat. ***Anton
















