WASHINGTON, Kabar Pajajaran – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat saat ini tengah melakukan perundingan dengan Iran, di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara menyusul insiden penembakan drone Iran di Laut Arab.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (4/2/2026). Namun, ia tidak merinci substansi pembicaraan yang sedang berlangsung.
“Mereka sedang bernegosiasi,” ujar Trump singkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan itu muncul setelah jet tempur Amerika Serikat menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab pada hari yang sama.
Trump mengaitkan dimulainya kembali perundingan ini dengan operasi militer AS sebelumnya terhadap Iran, yang dikenal sebagai Operasi Midnight Hammer. Ia menyebut Teheran sempat memiliki kesempatan untuk mencapai kesepakatan, namun gagal memanfaatkannya.
“Mereka pernah memiliki kesempatan sebelumnya, tetapi tidak berhasil, dan kami melakukan Operasi Midnight Hammer. Saya rasa mereka tidak ingin hal itu terjadi lagi, dan karena itu mereka ingin bernegosiasi,” kata Trump.
Ia kembali menegaskan bahwa proses diplomasi saat ini tengah berjalan.
“Kami sedang bernegosiasi dengan mereka saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran membenarkan bahwa persiapan perundingan dengan Amerika Serikat sedang dilakukan dan dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan konsultasi masih berjalan untuk menentukan lokasi pertemuan.
“Perencanaan telah dilakukan untuk menyelenggarakan perundingan dalam beberapa hari ke depan, dan konsultasi masih berlangsung untuk menentukan tempatnya, yang akan diumumkan setelah final,” ujar Baghaei.
Sebelumnya, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut utusan khusus AS Steve Witkoff dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan pihak Iran pada akhir pekan ini.
Sejumlah laporan menyebutkan Witkoff semula direncanakan bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Istanbul pada Jumat untuk membahas program nuklir Iran. Namun, media Axios melaporkan bahwa Iran mengajukan perubahan lokasi dan format perundingan.
Iran disebut mendorong agar pembicaraan dilakukan secara langsung serta mengusulkan pemindahan lokasi dari Istanbul ke Oman. Laporan sebelumnya juga menyebut perwakilan Turkiye, Mesir, dan Qatar sempat diperkirakan terlibat dalam proses perundingan tersebut.
Sumber : Anadolu
















