Kekeringan Karawang Berlangsung 5 Bulan, 27.180 Warga Terdampak

Kamis, 17 September 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengantre bantuan air bersih yang datang ke Desa Jatilaksana, Kecamatan Pangkalan, Karawang, Jawa Barat

Warga mengantre bantuan air bersih yang datang ke Desa Jatilaksana, Kecamatan Pangkalan, Karawang, Jawa Barat

KARAWANG, KP – Kekeringan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun lalu. Sejumlah wilayah bahkan sudah mengalami kesulitan air bersih selama lima bulan.

Salah satu kawasan yang terdampak berada di Kampung Cibereum, RT 07 RW 04, Desa Jatilaksana, Kecamatan Pangkalan. Di tempat tersebut, warga harus mencari sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada 2025, kondisi kekeringan berlangsung sekitar tiga bulan. Tahun ini, masa kemarau membuat warga menghadapi persoalan air bersih hingga lima bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Imas (52), bantuan air bersih sangat berarti bagi keluarganya. Pasalnya, ia harus berjalan lebih dari satu kilometer untuk mengambil air dari sumber mata air.

“Ya setiap hari kita ambil air ke mata air, dari jalan ke titiknya itu jalan sekitar 1 kilometer,” kata Imas, Rabu (15/9/2026).

Mata Air Jadi Andalan Warga

Selama menghadapi kekeringan, Imas bersama warga lainnya mengandalkan mata air yang masih tersedia. Mereka juga memanfaatkan bantuan air bersih dari pemerintah dan pihak lainnya.

Namun, bantuan tersebut tidak selalu datang setiap hari. Dalam kondisi tertentu, distribusi air baru berlangsung satu atau dua minggu sekali.

Keterbatasan ekonomi turut membuat warga kesulitan membeli air isi ulang. Sebagian masyarakat bekerja serabutan sehingga harus menghemat pengeluaran untuk kebutuhan air.

Karena itu, mata air menjadi pilihan utama ketika persediaan di rumah habis.

“Kalau enggak ada ya kita ke mata air sumur tengah sawah,” ujar Imas.

Untuk kebutuhan sehari-hari, keluarganya memerlukan sekitar empat jeriken air. Persediaan tersebut digunakan untuk mandi, mencuci, dan memasak.

Di sisi lain, beberapa sumber air mulai mengering akibat kemarau panjang. Kondisi itu membuat warga harus mencari titik mata air yang lokasinya semakin jauh.

“Kalau di sini air bor dari rumah sudah enggak ada sama sekali. Ada beberapa titik sumber air yang dekat pada kering, makanya tahun ini lebih parah,” katanya.

PAMSIMAS Tak Lagi Maksimal

Ketua RT setempat, Onen, mengatakan sekitar 95 kepala keluarga atau 279 warga ikut menghadapi kekeringan.

Selama bertahun-tahun, masyarakat menggunakan sumur bor melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Fasilitas tersebut menjadi salah satu sumber air bagi warga.

Akan tetapi, kemarau panjang turut memengaruhi sumber air yang menopang sumur bor. Akibatnya, pasokan air dari fasilitas tersebut ikut berkurang.

“Rata-rata pakai PAMSIMAS, cuma kalau yang kemarau begini juga sumber-sumber airnya kering semua,” ujar Onen.

Menurut Onen, pengeboran tidak selalu menghasilkan air. Hanya lokasi tertentu yang memiliki sumber mata air dan mampu menyediakan pasokan untuk warga.

27.180 Warga Terdampak Kekeringan

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang menunjukkan dampak kekeringan telah meluas.

Hingga Rabu (16/9/2026) pukul 08.00 WIB, sebanyak 24 desa di enam kecamatan tercatat mengalami kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Karawang Usep Supriatna menyebut sebanyak 27.180 jiwa dari 8.422 kepala keluarga terdampak kondisi tersebut.

“Total ada 27.180 jiwa dari 8.422 KK yang terdampak kekeringan,” kata Usep di BPBD Karawang, Rabu (16/9/2026).

Sebagai bentuk penanganan, Pemkab Karawang telah menyalurkan 349.000 liter air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah.

Selain bantuan pemerintah daerah, berbagai instansi dan pihak swasta ikut membantu distribusi air. Total bantuan dari kolaborasi tersebut mencapai 1.245.000 liter air bersih.

Wilayah Terdampak Kekeringan

Adapun wilayah yang masuk dalam pendataan BPBD Karawang tersebar di enam kecamatan.

Pangkalan

  • Mulangsari
  • Kertasari
  • Jatilaksana
  • Ciptasari
  • Medalsari
  • Cintaasih

Tegalwaru

  • Kutalanggeng
  • Cintalanggeng
  • Cintalaksana
  • Cigunungsari
  • Cipurwasari
  • Kutamaneuh

Ciampel

  • Mulyasejati
  • Kutanegara
  • Parungmulya
  • Kutamekar
  • Mulyasari

Telukjambe Barat

  • Wanakerta
  • Margakaya

Telukjambe Timur

  • Sukaluyu
  • Puserjaya
  • Sirnabaya

Pakisjaya

  • Telagajaya
  • Solokan

Dengan kondisi tersebut, kebutuhan air bersih di Karawang terus meningkat. Oleh sebab itu, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak masih menyalurkan bantuan ke wilayah yang mengalami kekeringan.

Bagi masyarakat Jatilaksana, distribusi air bersih dapat mengurangi beban selama menghadapi kemarau panjang. Selain memenuhi kebutuhan dasar, bantuan tersebut juga mengurangi frekuensi warga mengambil air dari sumber yang berjarak lebih dari satu kilometer. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Garut Beri Santunan Rp2 Juta untuk Keluarga Korban KM Virgo Transport 8
BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Lampung 15-18 September
Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda
Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026
Gunung Margatapa Majalengka Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api
Kemenhut Bentuk Tim Khusus Usut Kebakaran Berulang di Gunung Bromo
Penumpang Diduga BAB di Gerbong KRL Bogor-Jakarta, KAI Commuter Turun Tangan
Karhutla Kalsel Masih Mengganas, OMC Terkendala Bibit Awan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:00 WIB

Kekeringan Karawang Berlangsung 5 Bulan, 27.180 Warga Terdampak

Kamis, 17 September 2026 - 09:09 WIB

Pemkab Garut Beri Santunan Rp2 Juta untuk Keluarga Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 - 15:00 WIB

BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Lampung 15-18 September

Senin, 14 September 2026 - 14:00 WIB

Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026

Berita Terbaru

Wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilanda rangkaian aktivitas seismik yang terhitung cukup intensif pada Rabu (16/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 26 kali gempa bumi mengguncang wilayah tersebut sejak pagi hingga sore hari.

Bandung Raya

Gempa Pangalengan Berulang, Pakar Ungkap Fenomena Earthquake Swarm

Kamis, 17 Sep 2026 - 08:00 WIB