Gas Elpiji 3 Kg Langka di Indramayu, Pedagang Keliling hingga 10 Warung, Harga Tembus Rp30 Ribu

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU, KABAR PAJAJARAN – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram mulai menghantui warga di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kondisi itu memaksa masyarakat berkeliling mencari gas bersubsidi, sementara harga di tingkat pengecer terus meningkat.

Pedagang kecil menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Mereka harus menyisihkan waktu untuk berburu gas sebelum memulai aktivitas berjualan.

Jujun, pedagang gorengan di depan SMAN 1 Sindang, mengaku harus mendatangi beberapa warung sebelum berhasil membawa pulang satu tabung gas melon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lagi langka, harus muter-muter dulu baru dapat,” kata Jujun, Kamis (30/7/2026).

Menurut Jujun, kelangkaan gas sudah berlangsung sekitar dua pekan. Hampir setiap hari ia menghadapi kesulitan yang sama.

Meski begitu, ia masih bisa memperoleh gas karena sebagian warung menerima pasokan pada sore hari.

“Kalau sore biasanya ada kiriman. Alhamdulillah masih dapat walaupun susah,” ujarnya.

Kelangkaan Gas Ancam Mata Pencarian Pedagang

Jujun mengandalkan usaha sempol sebagai satu-satunya sumber penghasilan keluarga. Ia tinggal di Indramayu bersama istri dan tiga anak yang masih kecil.

Karena tekanan ekonomi, ia menjual tabung gas cadangannya beberapa waktu lalu. Kini, ia hanya memiliki satu tabung untuk memenuhi kebutuhan usaha sekaligus memasak di rumah.

Setiap pagi Jujun memakai tabung itu untuk berjualan. Setelah selesai berdagang, ia membawa pulang tabung tersebut agar istrinya bisa memasak.

Kondisi itu membuatnya khawatir. Jika gas semakin sulit diperoleh, ia tidak bisa berjualan dan kehilangan penghasilan harian.

Harga Gas Melon Ikut Naik

Selain sulit dicari, harga elpiji 3 kilogram juga terus naik.

Sebelumnya Jujun membeli gas dengan harga sekitar Rp21.000 per tabung. Kini ia harus mengeluarkan sekitar Rp25.000.

Satu tabung hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga hari. Akibatnya, biaya operasional usahanya ikut bertambah.

Tidak hanya itu, harga bahan baku juga meningkat. Harga ayam kini mencapai sekitar Rp38.000 per kilogram, sedangkan telur menyentuh Rp27.000 per kilogram.

Menurut Jujun, kenaikan harga bahan baku membuat keuntungan usahanya semakin tipis.

Warga Harus Berburu Gas dari Warung ke Warung

Kesulitan memperoleh gas juga dialami Andri, pedagang makanan di Kecamatan Sindang.

Pagi itu, Andri mendatangi sekitar 10 warung sebelum menemukan satu tabung gas elpiji 3 kilogram.

“Kosong terus. Baru di warung ke-10 ada,” katanya.

Pengalaman serupa dialami Gugun, warga Kecamatan Haurgeulis.

Ia mengelilingi sejumlah warung karena hampir semuanya kehabisan stok. Saat akhirnya menemukan gas, ia harus membayar Rp30.000 per tabung.

“Mau tidak mau saya beli karena harus masak,” ujarnya.

Pasokan Datang, Stok Langsung Habis

Penjaga warung di Kecamatan Sindang, Ari, membenarkan tingginya permintaan masyarakat.

Menurutnya, setiap kiriman gas langsung habis dalam waktu singkat karena banyak warga sudah menunggu.

“Begitu datang langsung banyak yang beli. Sekarang sudah habis lagi,” katanya.

Hingga kini, warga belum mengetahui penyebab pasti kelangkaan gas melon di Indramayu. Mereka berharap pemerintah segera menormalkan distribusi agar masyarakat dan pelaku usaha kecil kembali memperoleh gas bersubsidi dengan mudah. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polda Metro Minta Warga Tak Sebarkan Spekulasi soal Pagar Mal, Jakarta Tetap Kondusif
Warga Kasepuhan Ciptamulya Bangkit Usai Kebakaran, Pemkab Sukabumi Percepat Pemulihan
Hari Anak Nasional 2026 di Majalengka Meriah, Pemkab Perkuat Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak
Bentrokan di Menteng Bermula dari Keributan di Gerobak Nasi Uduk, 1 Orang Tewas
Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas Mengambang dengan Tangan Terborgol
10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati
Hadapi Tantangan Media Digital, Puluhan Wartawan Ikuti UKW di Majalengka
Indramayu Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla hingga September 2026, BPBD Minta Warga Hemat Air

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:00 WIB

Gas Elpiji 3 Kg Langka di Indramayu, Pedagang Keliling hingga 10 Warung, Harga Tembus Rp30 Ribu

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:00 WIB

Warga Kasepuhan Ciptamulya Bangkit Usai Kebakaran, Pemkab Sukabumi Percepat Pemulihan

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:30 WIB

Hari Anak Nasional 2026 di Majalengka Meriah, Pemkab Perkuat Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Senin, 27 Juli 2026 - 09:00 WIB

Bentrokan di Menteng Bermula dari Keributan di Gerobak Nasi Uduk, 1 Orang Tewas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas Mengambang dengan Tangan Terborgol

Berita Terbaru

ilustrasi whatsapp

Teknologi

Sabtu, 1 Agu 2026 - 21:00 WIB