Drone Houthi Mengarah ke Mekkah, Sistem Pertahanan Udara Saudi Berhasil Mencegat

Rabu, 16 September 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Arab Saudi berkibar di atas konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Foto/REUTERS/Huseyin Aldemir

Bendera Arab Saudi berkibar di atas konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Foto/REUTERS/Huseyin Aldemir

MEKKAH, KP – Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak atau drone yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah wilayah Mekkah.

Sistem pertahanan udara Saudi menghentikan drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara terlarang di sekitar kota suci tersebut.

Mengutip Anadolu Agency, Rabu (16/9/2026), insiden itu terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 18.50 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Malki, mengatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat drone tersebut.

Menurut dia, puing-puing drone kemudian jatuh di wilayah sebelah selatan Mekkah.

Al-Malki menyebut serangan tersebut sebagai upaya kedua Houthi untuk menargetkan Mekkah.

Sebelumnya, Houthi juga meluncurkan rudal balistik ke arah Mekkah pada 27 Juli 2017. Arab Saudi saat itu juga menyatakan berhasil mencegat rudal tersebut.

Saudi Perketat Keamanan Mekkah

Al-Malki menegaskan bahwa Arab Saudi menempatkan keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah sebagai prioritas utama.

Ia menyebut keamanan kawasan tersebut sebagai “garis merah”. Koalisi pimpinan Saudi juga akan mengambil langkah untuk mencegah serangan serupa kembali terjadi.

Insiden drone itu berlangsung sehari setelah koalisi melaporkan serangan rudal dan drone Houthi di sejumlah wilayah Arab Saudi.

Serangan tersebut mengenai Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Koalisi menyebut serangan itu melukai 13 warga sipil.

Selain korban luka, serangan tersebut juga merusak tujuh rumah dan dua kendaraan.

Konflik Yaman Kembali Meningkat

Ketegangan antara pemerintah Yaman yang mendapat pengakuan internasional dan kelompok Houthi kembali meningkat sejak awal Juli 2026.

Kedua pihak sebelumnya mengalami periode konflik yang relatif lebih tenang selama beberapa tahun.

Houthi merebut ibu kota Yaman, Sanaa, bersama sejumlah wilayah lain pada 2014. Setahun kemudian, koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman.

Eskalasi konflik kemudian kembali meningkatkan risiko serangan lintas wilayah terhadap Arab Saudi.

Saudi Sempat Keluarkan Peringatan Darurat

Sebelum insiden drone di dekat Mekkah, Arab Saudi juga sempat mengeluarkan peringatan darurat mengenai potensi serangan di sejumlah wilayah.

Peringatan tersebut mencakup Mekkah dan Jeddah. Otoritas Saudi kemudian mencabut peringatan tersebut tidak lama setelah pengumuman.

Mengutip Reuters, Selasa (15/9), otoritas Saudi saat itu tidak melaporkan adanya proyektil yang jatuh di wilayah tersebut.

Pihak berwenang juga belum menyebut adanya kelompok yang langsung mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan tersebut.

Peringatan itu mencakup wilayah yang lebih luas dibandingkan peringatan sebelumnya setelah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Sirene peringatan di Mekkah juga terdengar untuk pertama kalinya selama perang tersebut. Kondisi ini meningkatkan perhatian terhadap keamanan kota yang menjadi lokasi sejumlah situs suci umat Islam.***(Ant)

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Reuters, Anadolu Agency

Berita Terkait

Perekrutan Tentara Rusia Tak Pandang Usia, WNI Cukup Lolos Tes Kesehatan
Malaysia Desak Aturan Tegas untuk Perusahaan Terkait Kabut Asap dari Indonesia
Singapura Siap Bantu Indonesia Padamkan Karhutla, Kabut Asap Masih Ganggu Kualitas Udara
Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus 103,50 Dollar AS per Barrel
Pesawat Flydubai FZ1073 Mendarat Darurat di Arab Saudi, Pilot Ditikam di Kokpit
China Siapkan Strategi Baru Kuasai AI, Gandeng BRICS Bangun Ekosistem Open Source
Konflik Houthi-Arab Saudi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Evakuasi Jemaah Umrah
AirAsia Dibeli Rp4.300, Kini Hadapi Tekanan Keuangan, Rute Domestik Jadi Sorotan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

Perekrutan Tentara Rusia Tak Pandang Usia, WNI Cukup Lolos Tes Kesehatan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Malaysia Desak Aturan Tegas untuk Perusahaan Terkait Kabut Asap dari Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Singapura Siap Bantu Indonesia Padamkan Karhutla, Kabut Asap Masih Ganggu Kualitas Udara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus 103,50 Dollar AS per Barrel

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesawat Flydubai FZ1073 Mendarat Darurat di Arab Saudi, Pilot Ditikam di Kokpit

Berita Terbaru