Singapura Siap Bantu Indonesia Padamkan Karhutla, Kabut Asap Masih Ganggu Kualitas Udara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Singapore Flyer dan gedung-gedung komersial diselimuti kabut asap di kawasan Marina Bay, Singapura. (REUTERS/Ore Huiying)

Foto: Singapore Flyer dan gedung-gedung komersial diselimuti kabut asap di kawasan Marina Bay, Singapura. (REUTERS/Ore Huiying)

KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Singapura menyatakan kesiapan membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas negara. Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, menyampaikan dukungan tersebut pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Grace menegaskan, Singapura siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan Indonesia. Pernyataan itu muncul ketika kualitas udara di sejumlah wilayah Singapura masih berada dalam kategori tidak sehat, meskipun tingkat polusi sempat menurun pada Jumat malam.

Saat berbicara di Our Tampines Hub, Grace mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Jumhur Hidayat. Dalam komunikasi tersebut, ia menyampaikan dukungan sekaligus mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia menangani karhutla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyadari bahwa berbagai upaya sedang dilakukan. Kami siap membantu sebisa kami,” ujar Grace, seperti dikutip Channel News Asia.

Ia juga mendukung upaya negara-negara di kawasan untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi persoalan kabut asap.

Kualitas Udara Singapura Masih Tidak Sehat

Data kualitas udara pada Sabtu pukul 09.00 menunjukkan, sejumlah wilayah Singapura masih menghadapi polusi udara yang mengkhawatirkan.

Wilayah tengah mencatat indeks Pollutant Standards Index (PSI) rata-rata 24 jam sebesar 174. Sementara itu, wilayah barat mencapai 160, timur 156, selatan 135, dan utara 124.

Sehari sebelumnya, kualitas udara Singapura memburuk sepanjang pagi hingga sore. Menjelang pukul 17.00 pada Jumat, seluruh lima wilayah Singapura mencatat PSI dalam kategori tidak sehat.

Wilayah tengah bahkan mencatat PSI 192. Angka tersebut menjadi tingkat tertinggi sepanjang musim kabut asap tahun ini, berdasarkan laporan yang dikutip dalam pemberitaan tersebut.

Kondisi ini mendorong pemerintah Singapura meningkatkan pemantauan kualitas udara dan menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat.

Singapura Siapkan Masker N95 dan Bantuan Medis untuk F1

Kabut asap juga menjadi perhatian pemerintah Singapura menjelang penyelenggaraan Formula 1 Singapore Grand Prix pada akhir pekan ini.

Melalui unggahan di media sosial pada Jumat, Grace Fu memastikan pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara. Namun, saat itu pemerintah belum berencana mengubah jadwal kegiatan hiburan luar ruangan.

Singapura telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi berdasarkan perubahan PSI dan konsentrasi partikel halus PM2.5.

Rencana tersebut mencakup penyampaian informasi terbaru mengenai kabut asap kepada pengunjung di kawasan sirkuit. Pemerintah juga menyiapkan akses bantuan medis dan masker N95 di lokasi apabila kondisi membutuhkan langkah perlindungan tambahan.

Grace menegaskan, pemerintah akan terus memantau situasi untuk menjaga kesehatan masyarakat. Ia juga memastikan pemerintah memiliki rencana kontingensi untuk menghadapi kemungkinan memburuknya kualitas udara.

Karhutla Indonesia Meluas di Tengah Kondisi El Nino

Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang meluas sepanjang 2026. Data yang tercantum dalam laporan tersebut menunjukkan sekitar 202.000 hektare lahan terbakar selama Januari hingga Juli 2026.

Estimasi berbasis satelit kemudian menunjukkan luas kebakaran mendekati 896.000 hektare pada akhir Agustus.

Angka tersebut jauh melampaui luas kebakaran pada periode Januari hingga Agustus 2025 yang mencapai sekitar 218.000 hektare. Luasnya juga lebih besar dibandingkan periode yang sama pada tahun El Nino 2019, ketika kebakaran mencapai sekitar 328.000 hektare.

Kondisi El Nino ekstrem turut meningkatkan risiko kebakaran dan memperberat upaya pengendalian di sejumlah wilayah Indonesia.

Dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat di daerah terdampak. Asap yang menyebar lintas batas turut memengaruhi kualitas udara di negara-negara tetangga, termasuk Singapura.

Jepang dan Malaysia Tawarkan Bantuan untuk Indonesia

Sejumlah negara telah menyatakan dukungan untuk membantu Indonesia menghadapi karhutla. Jepang, misalnya, mengirimkan tiga helikopter Chinook untuk mendukung operasi pemadaman melalui teknik pengeboman air atau water bombing di Kalimantan Barat sejak September 2026.

Malaysia juga menawarkan bantuan berupa pesawat, helikopter, dan personel untuk mendukung penanganan kebakaran.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya menerima tawaran bantuan tersebut. Menurut laporan media Malaysia, Perdana Menteri Anwar Ibrahim menghubungi Prabowo pada Kamis untuk membahas situasi kabut asap yang mengkhawatirkan di negaranya.

Prabowo menyetujui langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani persoalan tersebut.

Dukungan Singapura, Jepang, dan Malaysia menunjukkan pentingnya koordinasi regional dalam menghadapi karhutla. Selain mempercepat pemadaman, kerja sama lintas negara juga diperlukan untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Pemerintah Singapura kini terus memantau kualitas udara sembari membuka peluang bantuan kepada Indonesia. Perkembangan situasi karhutla dan kondisi atmosfer akan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah lanjutan kedua negara. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Channel News Asia

Berita Terkait

Malaysia Desak Aturan Tegas untuk Perusahaan Terkait Kabut Asap dari Indonesia
Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus 103,50 Dollar AS per Barrel
Pesawat Flydubai FZ1073 Mendarat Darurat di Arab Saudi, Pilot Ditikam di Kokpit
China Siapkan Strategi Baru Kuasai AI, Gandeng BRICS Bangun Ekosistem Open Source
Konflik Houthi-Arab Saudi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Evakuasi Jemaah Umrah
AirAsia Dibeli Rp4.300, Kini Hadapi Tekanan Keuangan, Rute Domestik Jadi Sorotan
Drone Houthi Mengarah ke Mekkah, Sistem Pertahanan Udara Saudi Berhasil Mencegat
Harga Solar AS Tembus US$200 per Barrel, IEA Ungkap Krisis Pasokan Global

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Malaysia Desak Aturan Tegas untuk Perusahaan Terkait Kabut Asap dari Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Singapura Siap Bantu Indonesia Padamkan Karhutla, Kabut Asap Masih Ganggu Kualitas Udara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus 103,50 Dollar AS per Barrel

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesawat Flydubai FZ1073 Mendarat Darurat di Arab Saudi, Pilot Ditikam di Kokpit

Senin, 21 September 2026 - 07:00 WIB

China Siapkan Strategi Baru Kuasai AI, Gandeng BRICS Bangun Ekosistem Open Source

Berita Terbaru