INDRAMAYU, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Dadang Oce Iskandar, mengatakan status siaga darurat berlaku hingga 30 September 2026. Bupati Indramayu menetapkan kebijakan tersebut melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.328/BPBD/2026.
“Status siaga darurat sudah kami tetapkan melalui SK Bupati Indramayu,” kata Oce, Kamis (9/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BPBD Petakan Risiko Musim Kemarau
BPBD Indramayu memetakan sejumlah potensi bencana sebagai dasar penyusunan langkah antisipasi selama musim kemarau. Hasil mitigasi menunjukkan wilayah Indramayu berpotensi mengalami krisis air bersih, gagal panen, hingga kebakaran hutan dan lahan.
Oce menegaskan pemerintah akan terus menyesuaikan status siaga berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. Jika situasi berubah, pemerintah dapat memperpanjang ataupun mengakhiri masa siaga darurat lebih awal.
“Kalau situasinya berubah, kami akan menyesuaikan status siaga dengan kondisi yang terjadi,” ujarnya.
Pemkab Perkuat Koordinasi Antarinstansi
Pemkab Indramayu meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait memperkuat koordinasi selama masa siaga darurat.
Masing-masing instansi harus mempercepat mobilisasi personel, peralatan, dan sumber daya agar proses mitigasi berjalan lebih efektif ketika muncul ancaman bencana.
Menurut Oce, koordinasi yang cepat akan membantu pemerintah menekan risiko kerugian akibat kekeringan maupun kebakaran lahan.
BPBD Siagakan Personel 24 Jam
Hingga kini BPBD belum menerima laporan kejadian besar yang berkaitan dengan kekeringan maupun karhutla di wilayah Indramayu.
Meski demikian, BPBD tetap menyiagakan personel selama 24 jam untuk merespons setiap laporan masyarakat. Petugas akan segera menuju lokasi begitu menerima laporan yang membutuhkan penanganan.
Selain itu, BPBD terus memantau kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi selama musim kemarau.
BPBD Imbau Warga Hemat Air dan Hindari Membakar Sampah
BPBD mengajak masyarakat ikut menekan risiko bencana melalui langkah sederhana. Salah satunya dengan tidak membakar sampah karena api dapat merambat ke lahan kering dan memicu kebakaran yang lebih luas.
BPBD juga mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara bijak agar persediaannya tetap mencukupi selama musim kemarau.
Oce meminta warga memeriksa keran maupun pipa air di rumah masing-masing. Jika menemukan kebocoran, warga sebaiknya segera memperbaikinya atau melaporkannya kepada PDAM agar tidak terjadi pemborosan air.
Warga Diminta Menjaga Kesehatan
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh saat suhu udara meningkat. Warga dianjurkan memperbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.
Selain itu, Oce meminta para pemilik hewan peliharaan dan peternak memberikan perhatian lebih kepada hewan mereka. Ia mengimbau masyarakat menjaga sirkulasi udara di kandang serta memastikan ketersediaan air minum bagi hewan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Indramayu berharap masyarakat lebih siap menghadapi musim kemarau 2026 sekaligus mampu meminimalkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. ***(Chq)





