Dedi Mulyadi Gandeng 1.015 Sekolah Swasta, Ancam Cabut Subsidi Siswa Perokok

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri penandatanganan kerja sama antara Dinas Pendidikan Jawa Barat dan 1.015 sekolah swasta di Kota Bandung. (Foto: Humas Jabar)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri penandatanganan kerja sama antara Dinas Pendidikan Jawa Barat dan 1.015 sekolah swasta di Kota Bandung. (Foto: Humas Jabar)

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng 1.015 sekolah swasta untuk menampung calon murid yang gagal masuk SMA dan SMK negeri. Penandatanganan nota kesepahaman antara sekolah swasta dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada Senin, 22 Juni 2026 menjadi tanda kerja sama tersebut.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan langkah itu menjadi bukti bahwa sekolah swasta siap mendukung pemerataan akses pendidikan di Jawa Barat.

Menurutnya, sekolah swasta tidak menolak calon murid yang belum terpetakan dalam proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah ada mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan untuk menyalurkan 70.000 hingga 80.000 siswa yang terdata di PCMB,” ujar Dedi Mulyadi.

KDM berharap program tersebut mampu memberikan kepastian pendidikan bagi puluhan ribu calon murid yang belum memperoleh bangku di sekolah negeri.

Pemprov Jabar Siapkan Beasiswa Langsung untuk Sekolah Swasta

Dedi menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Barat telah menyiapkan skema pembiayaan bagi siswa yang masuk sekolah swasta melalui program beasiswa perorangan.

Pemerintah akan mentransfer dana langsung kepada sekolah sesuai jumlah siswa yang tercatat sebagai penerima.

Setiap siswa akan memperoleh bantuan senilai Rp2,7 juta selama satu tahun ajaran.

Dana tersebut terdiri atas Rp1,5 juta untuk Dana Sumbangan Pendidikan (DSP). Selanjutnya Pemprov Jabar mengalokasikan Rp1,2 juta untuk pembayaran SPP sebesar Rp100 ribu setiap bulan.

Menurut Dedi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah menyediakan anggaran untuk program itu.

Pemerintah hanya perlu melakukan pergeseran alokasi anggaran dari sejumlah program yang belum dapat dilaksanakan.

“Anggaran sudah ada di Dinas Pendidikan, tinggal pergeseran. Sudah ada alokasi Dinas Pendidikan yang bisa digeser. Misalnya, bangun sekolah tapi belum ada sertifikatnya, ya ditunda dulu. Itu bisa digeser dan bisa juga diubah,” jelasnya.

Dedi Mulyadi Tegaskan Penerima Subsidi Harus Berperilaku Baik

Selain menyediakan bantuan pendidikan, Pemprov Jawa Barat menetapkan sejumlah syarat bagi penerima subsidi.

Dedi menegaskan bahwa siswa penerima bantuan wajib menjaga perilaku dan menaati norma serta aturan yang berlaku.

Menurutnya, pemerintah harus memberikan kepada siswa yang menunjukkan sikap positif selama menjalani pendidikan.

Ia juga menyoroti kebiasaan merokok di kalangan pelajar.

Dedi menyatakan siswa yang merokok tidak layak menerima subsidi dari pemerintah.

“Orang yang disubsidi itu kan orang yang betul-betul orang yang baik dong. Masa negara memberikan subsidi pada orang yang tidak baik? Misalnya, dia merokok, disubsidi, tidak cocok. Ya bayar sendiri aja kalau udah merokok,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa bantuan pendidikan tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi.

Pemprov Jawa Barat juga menilai kedisiplinan dan perilaku siswa sebagai bagian penting dalam program subsidi pendidikan.

Pemprov Berharap Kerja Sama Bisa Perluas Akses Pendidikan

Kerja sama antara Pemprov Jawa Barat dan 1.015 sekolah swasta bertujuan agar akses pendidikan menengah bagi masyarakat semakin meluas.

Program itu juga menjadi solusi bagi siswa yang belum memperoleh kursi di SMA maupun SMK negeri melalui mekanisme PCMB.

Dengan dukungan beasiswa dan kemitraan bersama sekolah swasta, pemerintah berharap semakin banyak siswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.

Pemprov Jawa Barat juga menegaskan bahwa program tersebut akan berjalan dengan pengawasan agar bantuan tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah, Minta Penegakan Aturan Lebih Tegas
Lebih dari 44 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Garut, Dedi Mulyadi Ajak Warga Aktif Melapor
PORSENITAS XIII Resmi Digelar di Cirebon, Erwan Setiawan Dorong Sinergi Jabar-Jateng Lewat Olahraga dan Seni
Presiden Prabowo Resmikan Jalan Daerah 1.151 Kilometer, Jawa Barat Kebagian 14,25 Kilometer
Dedi Mulyadi Ajak Masyarakat Desa Jaga Lingkungan dan Sumber Daya Alam di Pengukuhan ABPEDASNAS Sumedang
Milad ke-109 Aisyiyah, Dedi Mulyadi Ajak Organisasi Perempuan Selesaikan Masalah Sosial di Jawa Barat
Dedi Mulyadi Minta Praja IPDN Jadi Pemimpin yang Mengutamakan Pelestarian Alam
Olahraga Bersama TNI-Polri dan Forkopimda Perkuat Sinergi, Persib Legend Ramaikan Suasana

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:00 WIB

Dedi Mulyadi: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah, Minta Penegakan Aturan Lebih Tegas

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:00 WIB

Lebih dari 44 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Garut, Dedi Mulyadi Ajak Warga Aktif Melapor

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:00 WIB

PORSENITAS XIII Resmi Digelar di Cirebon, Erwan Setiawan Dorong Sinergi Jabar-Jateng Lewat Olahraga dan Seni

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:00 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Jalan Daerah 1.151 Kilometer, Jawa Barat Kebagian 14,25 Kilometer

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:45 WIB

Dedi Mulyadi Ajak Masyarakat Desa Jaga Lingkungan dan Sumber Daya Alam di Pengukuhan ABPEDASNAS Sumedang

Berita Terbaru