Tak Jadi Hybrid, Pembelajaran Sekolah Tetap Tatap Muka Setelah Lebaran 2026

Rabu, 25 Maret 2026 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi siswa belajar online di rumah (gemini)

Ilustrasi siswa belajar online di rumah (gemini)

Jakarta, Kabar Pajajaran – Pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal di sekolah setelah libur Hari Raya Idulfitri 2026. Selain itu, pemerintah juga secara resmi membatalkan rencana penerapan sistem pembelajaran hybrid yang sempat dibahas sebelumnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menggelar rapat lintas kementerian pada 23 Maret 2026. Oleh karena itu, sekolah akan langsung melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa.

“Sesuai hasil rapat lintas kementerian, kami memutuskan pembelajaran di sekolah tetap berjalan normal dengan mempertimbangkan aspek akademik serta penguatan pendidikan karakter,” ujar Mu’ti, Rabu (25/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Utamakan Kualitas dan Karakter

Lebih lanjut, pemerintah menilai pembelajaran tatap muka mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat karakter siswa. Sebaliknya, jika pemerintah menerapkan sistem hybrid, proses pembentukan karakter dinilai tidak akan berjalan optimal.

Karena itu, pemerintah memilih untuk mempertahankan metode luring. Dengan demikian, siswa dapat berinteraksi langsung dengan guru dan lingkungan sekolah secara maksimal.

Cegah Learning Loss Jadi Prioritas

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa siswa tetap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa di sekolah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan proses pendidikan.

Awalnya, pemerintah memang sempat mempertimbangkan penggunaan metode hybrid. Namun demikian, setelah melalui berbagai pertimbangan, pemerintah menilai kebijakan tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak.

Di sisi lain, pemerintah justru ingin mempercepat peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program prioritas. Misalnya, revitalisasi sekolah, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Unggul Garuda.

Pembelajaran Tatap Muka Dinilai Lebih Efektif

Selanjutnya, Pratikno menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan proses pembelajaran berjalan optimal. Jika tidak, risiko learning loss pada siswa bisa meningkat.

Oleh sebab itu, pemerintah menetapkan pembelajaran tetap berlangsung secara tatap muka penuh. Dengan langkah ini, siswa diharapkan dapat menyerap materi pelajaran dengan lebih baik.

“Di sektor pendidikan, kami harus memastikan proses pembelajaran semakin optimal dan tidak menimbulkan learning loss,” tegasnya.

Layanan Publik Tetap Normal

Selain sektor pendidikan, pemerintah juga memastikan layanan publik lainnya tetap berjalan normal. Misalnya, layanan kesehatan esensial tetap beroperasi penuh untuk melayani masyarakat.

Dengan keputusan ini, siswa di seluruh Indonesia akan kembali menjalani aktivitas belajar di sekolah secara langsung setelah libur Lebaran 2026. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemprov Jabar Lepas 1.147 Mahasiswa UPI Ikuti Probidik Gema Jabar, Bantu Atasi Kekurangan Guru
Pemprov Jabar Integrasikan Sekolah Maung dengan Industri, Siapkan Pemimpin Masa Depan Indonesia Emas 2045
Bupati Majalengka Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding, Ingatkan Pentingnya Merawat Fasilitas Sekolah
Disdik Jabar Nonaktifkan Sementara Kepala SMKN 3 Bogor, Diduga Rencanakan Pungutan Rp750 Ribu untuk Program Panca Waluya
Disdik Bandung Temukan Restoran Jadi Alamat 20 KK, Verifikasi SPMB Jalur Domisili Makin Ketat
Dedi Mulyadi Gandeng 1.015 Sekolah Swasta, Ancam Cabut Subsidi Siswa Perokok
Beasiswa Keolahragaan Kemenpora-LPDP Tahap 2 Tahun 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 10 Juli
SPMB Tahap 1 Ditutup, Calon Murid Baru Bersiap Daftar Ulang dan Sambut Tahap 2

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:00 WIB

Pemprov Jabar Lepas 1.147 Mahasiswa UPI Ikuti Probidik Gema Jabar, Bantu Atasi Kekurangan Guru

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:15 WIB

Pemprov Jabar Integrasikan Sekolah Maung dengan Industri, Siapkan Pemimpin Masa Depan Indonesia Emas 2045

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:01 WIB

Bupati Majalengka Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding, Ingatkan Pentingnya Merawat Fasilitas Sekolah

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:00 WIB

Disdik Jabar Nonaktifkan Sementara Kepala SMKN 3 Bogor, Diduga Rencanakan Pungutan Rp750 Ribu untuk Program Panca Waluya

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:00 WIB

Disdik Bandung Temukan Restoran Jadi Alamat 20 KK, Verifikasi SPMB Jalur Domisili Makin Ketat

Berita Terbaru