Pemprov Jabar Integrasikan Sekolah Maung dengan Industri, Siapkan Pemimpin Masa Depan Indonesia Emas 2045

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto. (Foto: Disdik Jabar)

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto. (Foto: Disdik Jabar)

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Pemprov Jawa Barat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri melalui Program Sekolah Manusia Unggul (Maung). Pemprov Jabar mewujudkan langkah tersebut dengan menandatangani MoU bersama pelaku usaha agar pembelajaran di sekolah selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Penandatanganan MoU berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, Senin (13/7/2026).

Pemprov Jabar berharap program tersebut mampu meningkatkan kualitas lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja dan bonus demografi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan, kerja sama itu melibatkan 13 SMK Maung dan 26 perusahaan dari berbagai sektor usaha.

Beberapa perusahaan yang bergabung antara lain PT Solu Filantropi Teknologi, PT Usaha Adi Sanggoro, Hotel Novotel Bogor, hingga PT Sepa Coklat Indonesia.

Menurut Purwanto, kemitraan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendidikan vokasi di Jawa Barat.

Libatkan Lebih dari Seribu Industri Potensial

Purwanto menjelaskan Jawa Barat memiliki potensi besar dalam membangun kolaborasi pendidikan dengan dunia usaha. Ia menyebut terdapat 1.123 industri potensial yang dapat mendukung peningkatan mutu lulusan SMK di seluruh Jawa Barat.

Sementara itu, Program Sekolah Maung saat ini menaungi 13 SMK yang memiliki 99 konsentrasi keahlian. Melalui kerja sama tersebut, ia berharap siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.

“Industri bisa jadi living lab anak-anak sehingga mereka tahu keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Purwanto.

Ia menilai dunia industri tidak hanya menjadi tempat praktik kerja. Dunia industri juga menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kompetensi, karakter, dan budaya kerja peserta didik. Dengan demikian, lulusan SMK akan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan sekaligus mampu bersaing di pasar kerja.

Kolaborasi Jadi Solusi Tantangan Ketenagakerjaan

Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan bahwa MoU tersebut menjadi bagian dari upaya menyelesaikan berbagai tantangan ketenagakerjaan di Jawa Barat. Menurutnya, pemerintah, sekolah, dan dunia usaha harus terus memperkuat sinergi agar lulusan pendidikan vokasi memiliki peluang kerja yang lebih besar.

Herman mengingatkan Indonesia akan menghadapi bonus demografi dalam lima tahun mendatang. Karena itu, pemerintah harus menyiapkan generasi muda agar mampu menjadi tenaga kerja produktif maupun wirausahawan.

“Anak-anak kita nanti pada 2045 menjadi future leader, menjadi para pemimpin masa depan bukan sebaliknya menjadi beban masa depan,” kata Herman.

Ia menambahkan bahwa bonus demografi akan menjadi keuntungan apabila Jawa Barat memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Sebaliknya, Indonesia berpotensi menghadapi jebakan negara berpendapatan menengah apabila kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal.

Sekolah Maung Perkuat Kesiapan Lulusan SMK

Program Sekolah Maung menjadi salah satu inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Melalui integrasi dengan dunia industri, kurikulum pembelajaran dapat selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.

Kolaborasi tersebut juga membuka kesempatan lebih luas bagi siswa untuk mengikuti praktik kerja, memahami budaya industri, dan membangun pengalaman profesional sejak masih bersekolah. Selain itu, hubungan yang semakin erat antara sekolah dan perusahaan diharapkan mempercepat proses penyerapan lulusan ke dunia kerja.

Pemprov Jawa Barat optimistis langkah tersebut akan menghasilkan lulusan SMK yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Program ini juga menjadi bagian dari strategi menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026

Berita Terbaru