Pemprov Jabar Tutup Tambang PT Mas Putih Belitung di Karawang, Ini Alasannya

Jumat, 18 September 2026 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga Kali Diperingatkan, Tambang PT Mas Putih Belitung di Karawang Akhirnya Ditutup

Tiga Kali Diperingatkan, Tambang PT Mas Putih Belitung di Karawang Akhirnya Ditutup

KARAWANG, KP – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menghentikan operasional tambang PT Mas Putih Belitung di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.

Petugas melakukan penutupan pada Selasa (15/9/2026). Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman memasang garis Satpol PP di gerbang masuk area tambang.

Herman datang bersama Kepala Satpol PP Jawa Barat dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Karawang. Penutupan tersebut menjadi tindak lanjut dari sejumlah peringatan yang sebelumnya pemerintah sampaikan kepada perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga Kali Peringatan

Herman mengatakan Pemprov Jabar sudah meminta PT Mas Putih Belitung melengkapi berbagai persyaratan operasional.

Pemerintah memberikan peringatan sebanyak tiga kali. Peringatan pertama berlangsung pada Mei 2025, kemudian Mei 2026, dan terakhir pada Agustus 2026.

Namun, perusahaan belum menyelesaikan seluruh persyaratan tersebut.

“Pemda Provinsi Jabar sudah tiga kali mengirim peringatan pada Mei 2025, Mei 2026 dan terakhir Agustus 2026,” kata Herman.

Menurut Herman, pemerintah menemukan masih banyak persyaratan yang belum perusahaan lengkapi saat melakukan pemeriksaan di lokasi.

Karena itu, Pemprov Jabar menghentikan seluruh aktivitas tambang sampai perusahaan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Soroti Persoalan Sosial

Selain kelengkapan administrasi, Pemprov Jabar juga meminta perusahaan menyelesaikan persoalan sosial di sekitar wilayah tambang.

Herman menegaskan perusahaan tidak boleh menjalankan aktivitas tambang sebelum seluruh persyaratan terpenuhi.

“Tidak boleh ada aktivitas sampai dengan semua dilengkapi, seperti persoalan sosial dipenuhi,” ujarnya.

Herman juga meminta pihak perusahaan menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan operasional tambang.

Aktivitas Tambang Rusak Jalan Provinsi

Tambang PT Mas Putih Belitung menghasilkan bahan baku semen yang kemudian memasok PT Jui Shin Indonesia.

Dalam kegiatan pengangkutan hasil tambang, puluhan truk dengan kapasitas sekitar 30 ton melintas setiap hari melalui ruas jalan provinsi Badami-Loji.

Ruas jalan tersebut memiliki panjang sekitar 10 kilometer. Aktivitas kendaraan bertonase besar kemudian ikut menjadi perhatian pemerintah karena kondisi jalan mengalami kerusakan.

“Konsekuensi dari eksplorasi tambang ini menggunakan jalan provinsi dan sekarang kondisinya rusak,” ujar Herman.

Pemprov Jabar juga menerima keluhan dari masyarakat sekitar mengenai aktivitas tambang tersebut.

Warga Sampaikan Aspirasi kepada Gubernur

Perwakilan masyarakat sebelumnya menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Jawa Barat terkait aktivitas tambang di wilayah tersebut.

Pemerintah kemudian merespons aspirasi itu dengan menghentikan operasional tambang PT Mas Putih Belitung.

Herman menjelaskan Gubernur Jawa Barat juga telah memberikan sanksi administratif kepada perusahaan.

Pemerintah akan mencabut sanksi tersebut setelah PT Mas Putih Belitung memenuhi empat klausul yang telah ditetapkan.

Empat Syarat agar Sanksi Dicabut

Empat klausul tersebut mencakup pembangunan fasilitas publik di sekitar wilayah tambang, perbaikan jalan, revitalisasi trotoar, serta penataan warung.

Dengan demikian, perusahaan harus menyelesaikan seluruh kewajiban tersebut sebelum pemerintah mencabut sanksi administratif.

“Atas nama ketentuan, atas nama Undang-undang, dan tentu atas nama kepentingan masyarakat kami menghentikan operasional tambang. Sanksi dicabut apabila memenuhi empat klausul,” kata Herman.

Pemprov Jabar memastikan aktivitas tambang tetap berhenti sampai perusahaan memenuhi persyaratan yang telah pemerintah tetapkan. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru