Respons Cepat Pemprov Jabar dan Pemkab Sukabumi Tangani Kebakaran 51 Rumah di Cisolok

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi by AI

Foto: Ilustrasi by AI

Sukabumi, Kabar Pajajaran – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menangani bencana kebakaran yang menghanguskan 51 rumah warga di Kampung Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, pemerintah terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi untuk mempercepat penanganan korban serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Peristiwa kebakaran terjadi pada Sabtu, 25 Juli 2026. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Sukabumi hingga Minggu, 26 Juli 2026 pukul 17.00 WIB, kebakaran kemungkinan karena kondisi suhu udara yang sangat tinggi serta meluasnya kekeringan di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Titik kebakaran berada di permukiman warga Kampung Ciptamulya, RT 05 dan RT 07 RW 07, Desa Sirnaresmi.

Sebanyak 51 kepala keluarga atau sekitar 159 jiwa terdampak akibat bencana tersebut.

Rinciannya, sebanyak 25 kepala keluarga dengan 77 jiwa berasal dari RT 05. Sementara itu, 26 kepala keluarga dengan 82 jiwa berasal dari RT 07.

Seluruh warga terdampak kini mengungsi di rumah kerabat masing-masing. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia, korban luka, maupun warga yang hilang.

Baca juga: Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Yusril dan Pigai Soroti Bahaya Main Hakim Sendiri

Kebakaran Hanguskan Rumah, Masjid, PAUD, dan Fasilitas Warga

Selain menghanguskan puluhan rumah, kebakaran juga merusak sejumlah fasilitas umum dan sarana pendukung kehidupan masyarakat.

Hasil asesmen sementara menunjukkan sebanyak 51 rumah mengalami kerusakan berat akibat terbakar.

Api juga melahap satu unit masjid dan satu bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kerusakan turut terjadi pada 49 unit leuit atau lumbung padi, dua unit lisung, enam warung, serta dua fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Tidak hanya itu, satu unit kendaraan roda empat berupa Mobil Maskara serta tiga sepeda motor ikut hangus dilalap api.

Besarnya dampak kebakaran membuat Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera menggelar rapat koordinasi lintas sektor.

Hasil rapat menetapkan Kampung Ciptamulya RT 05 dan RT 07 sebagai wilayah berstatus Tanggap Darurat Bencana.

Baca juga: Aturan Baru KDM: Subsidi Sekolah di Jawa Barat Kini Syaratkan Pengelolaan Sampah

Posko Tanggap Darurat Fokus Layani Korban

Setelah status tanggap darurat ditetapkan, pemerintah langsung mengaktifkan Posko Tanggap Darurat Bencana sebagai pusat koordinasi penanganan di lapangan.

Posko tersebut mengoordinasikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjadi pusat informasi dan distribusi bantuan.

Fokus utama penanganan saat ini meliputi evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, serta pemulihan awal infrastruktur.

Pemerintah juga terus mendata kebutuhan warga agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

Baca juga: KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Segel Kantor DPUPR dan Rumah Kerabat

BPBD Terus Upayakan Penuhi Kebutuhan Mendesak

BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang harus segera teratasi bagi para penyintas kebakaran.

Kebutuhan tersebut meliputi makanan siap saji, dapur umum, susu bayi, popok, perlengkapan ibu hamil dan menyusui, perlengkapan mandi, kasur, matras, selimut, obat-obatan P3K, serta layanan pemeriksaan kesehatan.

Tim gabungan penanganan bencana yang terdiri atas BPBD, relawan, aparat pemerintah, dan unsur terkait masih berada di lokasi.

Mereka terus melakukan pendataan, asesmen lanjutan, serta koordinasi agar seluruh bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan akan terus mendampingi Pemerintah Kabupaten Sukabumi selama masa tanggap darurat berlangsung hingga kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan proses pemulihan dapat berjalan optimal.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PSEL Legok Nangka Mulai Dibangun, Jabar Siapkan Solusi Atasi 5.000 Ton Sampah per Hari
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Yusril dan Pigai Soroti Bahaya Main Hakim Sendiri
Aturan Baru KDM: Subsidi Sekolah di Jawa Barat Kini Syaratkan Pengelolaan Sampah
Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati
Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus
Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027
Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:00 WIB

PSEL Legok Nangka Mulai Dibangun, Jabar Siapkan Solusi Atasi 5.000 Ton Sampah per Hari

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:20 WIB

Respons Cepat Pemprov Jabar dan Pemkab Sukabumi Tangani Kebakaran 51 Rumah di Cisolok

Senin, 27 Juli 2026 - 12:00 WIB

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Kritik, Yusril dan Pigai Soroti Bahaya Main Hakim Sendiri

Senin, 27 Juli 2026 - 10:52 WIB

Aturan Baru KDM: Subsidi Sekolah di Jawa Barat Kini Syaratkan Pengelolaan Sampah

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi

Berita Terbaru