Kekeringan Mulai Menghantui Subang, Warga di Pantura dan Selatan Kesulitan Air Bersih

Senin, 22 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Air Bersih

Ilustrasi Air Bersih

SUBANG, KABAR PAJAJARAN – Musim kemarau yang mulai menguat memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Penurunan intensitas hujan selama beberapa pekan terakhir membuat debit air tanah menurun dan sejumlah sumur warga mulai mengering.

Wilayah Pantura seperti Sukasari, Pusakanagara, Legonkulon, dan Blanakan menjadi daerah yang paling terdampak. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan selatan Subang, termasuk Kecamatan Ciater dan sekitarnya.

Warga mengaku semakin sulit memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Cuaca panas yang terus berlangsung memperparah kondisi dan meningkatkan kebutuhan air rumah tangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BPBD Kerahkan Distribusi Air Bersih

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang, Enda, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

BPBD bersama PDAM Tirta Rangga menyalurkan pasokan air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah titik yang mengalami krisis air.

“Setiap musim kemarau, beberapa wilayah di Subang memang rentan mengalami kekurangan air bersih. Kami terus memantau kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Enda, Senin (22/6/2026).

Program Sumur Bor Jadi Solusi Jangka Panjang

Selain mendistribusikan air bersih, BPBD juga menjalankan program jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan.

BPBD bekerja sama dengan BNPB membangun sumber air melalui pengeboran sumur di daerah rawan kekeringan. Program tersebut sudah berjalan di sekitar 10 titik yang tersebar di wilayah Pantura maupun selatan Subang.

Beberapa kecamatan yang menjadi lokasi pengeboran antara lain Sukasari, Ciasem, Legonkulon, Pamanukan, Pusakanagara, Ciater, Jalancagak, Kasomalang, Cijambe, dan Cipunagara.

Pemerintah berharap keberadaan sumur bor dapat memperkuat ketahanan air masyarakat saat musim kemarau berlangsung lebih lama.

Debit Air Tanah Terus Menurun

Enda menjelaskan, minimnya curah hujan menyebabkan cadangan air tanah berkurang secara signifikan.

Di wilayah Ciater dan Palasari, sejumlah mata air yang biasa dimanfaatkan warga mulai kehilangan debit bahkan mengering. Sementara itu, masyarakat di kawasan Pantura menghadapi kesulitan saat memompa air dari dalam tanah.

Sebagian warga harus menggunakan pompa dengan daya lebih besar agar air dapat naik ke permukaan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak musim kemarau mulai dirasakan secara luas di berbagai wilayah Kabupaten Subang.

Warga Sukasari Mulai Mengubah Pola Penggunaan Air

Rahmawati, warga Kecamatan Sukasari, mengaku harus menunggu lebih lama saat mengambil air dari sumurnya.

Menurutnya, air tidak lagi mengalir secepat biasanya meski pompa sudah dinyalakan.

“Dulu pompa langsung mengeluarkan air. Sekarang harus menunggu sekitar 15 sampai 20 menit baru air keluar,” kata Rahmawati.

Ia juga menyebut sebagian air yang tersedia memiliki rasa asin. Meski demikian, keluarganya tetap memanfaatkan air tersebut untuk mandi dan mencuci.

Untuk kebutuhan konsumsi, Rahmawati memilih membeli air minum dalam kemasan galon.

BPBD Minta Warga Mulai Menghemat Air

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan penghematan penggunaan air selama musim kemarau berlangsung.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kemarau tahun ini berpotensi berlangsung hingga September 2026. Kondisi tersebut dapat memperbesar risiko kekeringan dan krisis air bersih di berbagai daerah.

Pemerintah daerah meminta masyarakat menggunakan air secara bijak, menyimpan cadangan air secukupnya, serta segera melapor apabila wilayahnya mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lucky Hakim Blusukan Tinjau Progres Perbaikan Jalan Indramayu
BKPSDM Majalengka Gunakan Manajemen Talenta untuk Isi Empat Jabatan Eselon II
Jelang Libur Sekolah, Jasa Marga Percepat Perbaikan Tol Cipularang dan Padaleunyi
Pemkab dan Kejari Majalengka Perkuat Sinergi Hukum, Bupati Minta Pejabat Tak Takut Jadi PPK
Anne Ratna Mustika Jalani Pemeriksaan 7,5 Jam di Kejari Purwakarta Terkait Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah
Cium Bau Gas Saat Memasak, Rumah Pangkalan Elpiji di Cirebon Terbakar Hebat
Bupati Lepas Kontingen Porsenitas dan Polwilda, Tekankan Prestasi di Tengah Efisiensi Anggaran
Dua Pabrik Komponen Otomotif Bidik Vietnam, Ribuan Buruh Jatim Terancam PHK

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:00 WIB

Lucky Hakim Blusukan Tinjau Progres Perbaikan Jalan Indramayu

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:00 WIB

BKPSDM Majalengka Gunakan Manajemen Talenta untuk Isi Empat Jabatan Eselon II

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jelang Libur Sekolah, Jasa Marga Percepat Perbaikan Tol Cipularang dan Padaleunyi

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:00 WIB

Pemkab dan Kejari Majalengka Perkuat Sinergi Hukum, Bupati Minta Pejabat Tak Takut Jadi PPK

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Anne Ratna Mustika Jalani Pemeriksaan 7,5 Jam di Kejari Purwakarta Terkait Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah

Berita Terbaru