MAJALENGKA, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Kabupaten Majalengka mempercepat program perbaikan jalan dan jembatan di berbagai wilayah pada tahun anggaran 2026. Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan pemerintah daerah menjalankan program tersebut secara bertahap meski menghadapi keterbatasan anggaran dan tantangan teknis di lapangan.
Eman menyampaikan hal itu saat merespons keluhan masyarakat terkait kondisi sejumlah ruas jalan yang masih rusak. Ia menegaskan pemerintah terus memprioritaskan perbaikan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Bupati Tanggapi Keluhan Warga Soal Jalan Rusak
Eman mengakui masyarakat berhak menyampaikan kritik terhadap kondisi jalan yang belum memadai. Ia memastikan pemerintah daerah merespons aspirasi tersebut dengan memasukkan perbaikan jalan sebagai program prioritas tahun 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memahami apa yang dirasakan masyarakat. Pemerintah akan membuktikan komitmen itu melalui program yang sudah kami rancang,” ujar Eman di Pendopo Gedung Negara, Rabu (17/6/2026).
APBD Infrastruktur Mengalami Penurunan
Eman menjelaskan tahun 2026 menjadi awal implementasi penuh program pembangunan yang ia rancang bersama Wakil Bupati. Namun, ia menyoroti penurunan kapasitas fiskal daerah yang cukup signifikan.
Ia menyebut APBD Majalengka yang sebelumnya mencapai Rp3,5 triliun kini turun menjadi sekitar Rp2,9 triliun. Alokasi infrastruktur juga menyusut dari Rp350–400 miliar menjadi sekitar Rp74 miliar.
Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus menyusun ulang prioritas pembangunan agar tetap berjalan efektif.
E-Katalog Perlambat Proses Pekerjaan
Eman menjelaskan sistem e-katalog dalam pengadaan barang dan jasa ikut memengaruhi kecepatan pelaksanaan proyek. Ia menilai aturan pembatasan paket lelang mempersempit ruang percepatan pekerjaan.
Selain itu, pemerintah daerah harus mengantisipasi potensi kegagalan tender akibat ketidaksesuaian penyedia jasa. Situasi ini membuat beberapa proyek membutuhkan waktu lebih panjang sebelum masuk tahap pelaksanaan.
Pemkab Majalengka Amankan Bantuan Pusat dan Provinsi
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Pemkab Majalengka aktif menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. Upaya ini menghasilkan tambahan anggaran lebih dari Rp100 miliar untuk pembangunan infrastruktur.
Pemerintah mengalokasikan dana tersebut untuk sejumlah proyek strategis, termasuk perbaikan jalur Bantarujeg–Talaga–Malausma senilai sekitar Rp41 miliar, jalur Jatiwangi–Tonjong Rp12 miliar, serta pembukaan akses Jalan Jatilima sebesar Rp10 miliar.
Kementerian PUPR juga menyalurkan Rp21 miliar untuk jalur Bongas–Bantarwaru yang masih berjalan dan Rp14 miliar untuk jalur Besi–Beber yang sudah selesai dikerjakan. Selain itu, pemerintah pusat mengalokasikan DAK sebesar Rp13 miliar untuk jalur Payung–Sadarehe.

248 Titik Infrastruktur Dikerjakan Bertahap
Pemkab Majalengka mengerjakan 248 titik pembangunan jalan dan jembatan melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Hingga saat ini, pemerintah telah memulai sekitar 100 paket pekerjaan di berbagai wilayah.
Pemerintah menargetkan tingkat penyelesaian infrastruktur mencapai 92,5 persen pada akhir tahun 2026. Untuk itu, pemerintah terus memantau progres pekerjaan agar tetap sesuai jadwal.
Warga Apresiasi Langkah Pemerintah
Sejumlah warga menyambut baik upaya pemerintah daerah dalam mencari tambahan anggaran dari pusat dan provinsi.
Sudirman (48), warga Talaga, menilai langkah Bupati Majalengka tepat karena kebutuhan perbaikan jalan tidak bisa hanya mengandalkan APBD daerah. Ia berharap pemerintah dapat merealisasikan target yang telah ditetapkan.
Tokoh masyarakat Sukahaji, Maman (55), juga mendukung langkah pemerintah. Ia menilai perbaikan jalan akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga.
“Kami berharap program ini benar-benar meningkatkan kondisi jalan dan memperlancar ekonomi masyarakat,” ujarnya.***
Sumber Berita: Diskominfo Majalengka






