Dedi Mulyadi Siapkan Sekolah Gratis untuk 77 Ribu Siswa yang Tak Lolos SPMB Jabar

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebijakan kerja dari rumah setiap Kamis di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai memberikan hasil positif. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, ukuran kinerja aparatur sipil negara tak lagi semata kehadiran di kantor, melainkan capaian nyata pembangunan. (Humas Jabar)

Kebijakan kerja dari rumah setiap Kamis di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai memberikan hasil positif. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, ukuran kinerja aparatur sipil negara tak lagi semata kehadiran di kantor, melainkan capaian nyata pembangunan. (Humas Jabar)

BANDUNG, KABAR PAAJARAN – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program sekolah gratis bagi puluhan ribu calon siswa yang belum mendapatkan kursi di sekolah negeri pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan sekitar 77.000 calon siswa tercatat belum tertampung di SMA dan SMK negeri. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemprov Jabar menggandeng sekitar 700 sekolah swasta sebagai mitra penyaluran siswa.

Menurut Dedi, sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi akan menjadi solusi agar seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagi mereka yang pada akhirnya tidak bisa sekolah di negeri, bisa masuk ke sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah,” kata Dedi Mulyadi, Rabu (17/6/2026).

Gandeng 700 Sekolah Swasta

Pemprov Jabar saat ini mempercepat penandatanganan nota kesepahaman dengan ratusan sekolah swasta di berbagai daerah. Melalui kerja sama tersebut, pemerintah akan mengarahkan siswa yang tidak lolos SPMB ke sekolah swasta mitra.

Dedi menyebut keberadaan sekolah swasta mitra menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga hak pendidikan setiap anak di Jawa Barat.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan siswa putus sekolah hanya karena tidak memperoleh kursi di sekolah negeri.

Siswa Tidak Perlu Membayar Biaya Sekolah

Dedi memastikan siswa yang masuk ke sekolah swasta mitra tidak perlu membayar biaya pendidikan kepada sekolah.

Pemprov Jabar akan menanggung biaya pendidikan melalui program Beasiswa Pancawaluya. Program tersebut mencakup bantuan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Dalam skema yang disiapkan Dinas Pendidikan Jawa Barat, pemerintah memberikan bantuan DSP maksimal Rp1,5 juta per siswa. Sementara bantuan SPP mencapai maksimal Rp100.000 setiap bulan.

“Kita memasuki era di mana anak-anak sekolah negeri dan sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi tidak dipungut biaya oleh sekolah,” ujar Dedi.

Prioritaskan Wilayah dengan Penumpukan Siswa

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menjelaskan pihaknya akan memprioritaskan penyaluran siswa pada wilayah yang mengalami penumpukan pendaftar paling tinggi.

Menurutnya, cabang dinas pendidikan di berbagai daerah terus mempercepat proses kerja sama dengan sekolah swasta agar penyaluran siswa dapat berlangsung lebih cepat.

Purwanto menegaskan pemerintah juga akan menyesuaikan pemberian bantuan pendidikan dengan kapasitas fiskal daerah dan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri akan kami salurkan ke sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya perlindungan layanan pendidikan,” ujarnya.

Siapkan Sekolah Penyangga dan SMA Terbuka

Selain menggandeng sekolah swasta, Pemprov Jabar juga menyiapkan sekolah penyangga bagi siswa yang tinggal di wilayah perbatasan.

Dedi meminta orangtua memanfaatkan fasilitas tersebut agar anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan.

Pemerintah juga mengoptimalkan SMA Terbuka sebagai alternatif bagi siswa yang memiliki keterbatasan untuk mengikuti kegiatan belajar setiap hari di sekolah.

Menurut Dedi, SMA Terbuka tetap berstatus sekolah negeri dan memberikan ijazah yang memiliki legalitas sama dengan sekolah reguler.

Pemprov Jabar Jamin Transparansi Data

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Jawa Barat memastikan proses pengolahan data calon siswa berlangsung secara transparan.

Purwanto meminta masyarakat tidak panik terkait penataan siswa yang belum memperoleh kursi sekolah negeri. Ia menjamin keamanan data calon murid dan memastikan tidak ada manipulasi dalam proses penyaluran.

Pemprov Jabar berharap langkah tersebut mampu memastikan seluruh calon siswa yang belum tertampung tetap memperoleh akses pendidikan melalui sekolah swasta mitra, sekolah penyangga, maupun SMA Terbuka.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

39 Persen Wilayah Jawa Barat Masuk Musim Kemarau, BMKG Minta Warga Waspadai Hujan Lokal
Wagub Erwan Dorong Pelaku Konstruksi Jabar Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Pekerjaan
Danseskoad Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Pesepak Bola Muda, Wagub Jabar Beri Apresiasi
ASN Baru Dilantik di Pedesaan, KDM Tekankan Pelayanan Harus Menjangkau Hingga Pelosok Jabar
WIITEX 2026 Bukukan Transaksi Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Posisi Kopi, Teh, dan Kakao di Pasar Global
KDM Ajak Warga Bijak Memanfaatkan Hasil Bumi dalam Perayaan Waisak di Karawang
Pemprov Jabar Siapkan Bantuan Rp 2,7 Juta untuk Siswa yang Tak Lolos SPMB Negeri
Malam Ini Batas Akhir Konfirmasi Hasil PCMB, Calon Murid Baru Wajib Cek Akun Sebelum 23.59 WIB

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:55 WIB

39 Persen Wilayah Jawa Barat Masuk Musim Kemarau, BMKG Minta Warga Waspadai Hujan Lokal

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:55 WIB

Dedi Mulyadi Siapkan Sekolah Gratis untuk 77 Ribu Siswa yang Tak Lolos SPMB Jabar

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wagub Erwan Dorong Pelaku Konstruksi Jabar Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Pekerjaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:00 WIB

ASN Baru Dilantik di Pedesaan, KDM Tekankan Pelayanan Harus Menjangkau Hingga Pelosok Jabar

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:27 WIB

WIITEX 2026 Bukukan Transaksi Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Posisi Kopi, Teh, dan Kakao di Pasar Global

Berita Terbaru