ASN Baru Dilantik di Pedesaan, KDM Tekankan Pelayanan Harus Menjangkau Hingga Pelosok Jabar

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa dan berdialog dengan para ASN usai prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan 720 ASN Pemprov Jawa Barat di Lapangan Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor, Senin (15/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, KDM menekankan pentingnya pelayanan publik yang menjangkau hingga wilayah pedesaan dan pelosok Jawa Barat. (Foto: Humas Jabar)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa dan berdialog dengan para ASN usai prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan 720 ASN Pemprov Jawa Barat di Lapangan Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor, Senin (15/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, KDM menekankan pentingnya pelayanan publik yang menjangkau hingga wilayah pedesaan dan pelosok Jawa Barat. (Foto: Humas Jabar)

Kabupaten Bogor, Kabar Pajajaran – Sebanyak 720 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat formasi tahun 2024 resmi diangkat dan diambil sumpah jabatannya dalam sebuah prosesi yang berlangsung di lapangan sepak bola Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor, Senin (15/6/2026).

Pelantikan yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu sengaja digelar di kawasan pedesaan untuk menegaskan bahwa tugas ASN tidak hanya melayani masyarakat di perkotaan, tetapi juga hingga ke wilayah terpencil.

Menurut Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, lokasi pelantikan dipilih agar para ASN memahami luasnya wilayah Jawa Barat serta mengenal langsung potensi daerah yang harus mereka layani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemahaman tentang Jawa Barat jangan hanya seputar Gedung Sate. Jawa Barat itu luas dan memiliki banyak potensi yang harus diketahui oleh para ASN,” ujar KDM.

Ia menjelaskan, kawasan Sukawangi memiliki nilai historis karena berada tidak jauh dari wilayah yang dahulu terkait dengan Pakuan Pajajaran sebagai pusat Kerajaan Sunda. Selain itu, daerah tersebut memiliki panorama alam yang indah dan potensi wisata yang besar.

KDM mengungkapkan, pemerintah berencana meningkatkan konektivitas wilayah dengan membangun akses jalan yang menghubungkan kawasan tersebut dengan sejumlah daerah lain seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Barat, hingga Cianjur.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjual lahan kepada pihak luar sehingga manfaat ekonomi dari perkembangan pariwisata tetap dapat dinikmati warga setempat.

Dalam kesempatan itu, KDM menekankan pentingnya perubahan pola kerja birokrasi. ASN, kata dia, tidak boleh hanya fokus pada urusan administratif, tetapi harus lebih banyak hadir di tengah masyarakat untuk melihat langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Pajak yang dipungut dari rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan jalan, pendidikan, dan layanan kesehatan yang lebih baik,” tegasnya.

Usai pelantikan, para ASN langsung mengikuti kegiatan bakti sosial di Desa Sukawangi. Sebanyak 720 ASN tersebut dibagi ke dalam 39 kelompok yang masing-masing beranggotakan 20 orang untuk menjadi wali asuh bagi warga kurang mampu.

Melalui pengumpulan donasi sukarela, para ASN membantu renovasi rumah tidak layak huni milik warga setempat. Salah satu penerima manfaat adalah pasangan Obar dan Ela yang memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta untuk memperbaiki rumah serta membangun kamar mandi.

Tak hanya itu, KDM juga menambahkan bantuan pribadi sebesar Rp15 juta yang akan digunakan keluarga tersebut untuk membeli sapi sebagai penunjang ekonomi keluarga.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Bantuan ini akan digunakan untuk memperbaiki rumah dan membeli sapi,” ujar Ela.

Pelantikan ASN di ruang terbuka tersebut juga mendapat respons positif dari para peserta. Mereka mengaku memperoleh pengalaman berbeda sekaligus memahami pesan gubernur mengenai pentingnya melayani masyarakat secara langsung hingga ke pelosok Jawa Barat.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DBH Jabar Baru Cair Rp19 Miliar, Pemprov Siapkan Pinjaman Rp3,4 Triliun untuk Jaga Pembangunan
20.500 Narapidana di Jawa Barat Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 303 Kasus Korupsi
450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan
Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga
Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru
Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:00 WIB

DBH Jabar Baru Cair Rp19 Miliar, Pemprov Siapkan Pinjaman Rp3,4 Triliun untuk Jaga Pembangunan

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:06 WIB

20.500 Narapidana di Jawa Barat Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 303 Kasus Korupsi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:00 WIB

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan

Berita Terbaru

Ilustrasi Kemarau

Nasional

Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG

Rabu, 19 Agu 2026 - 14:00 WIB