39 Persen Wilayah Jawa Barat Masuk Musim Kemarau, BMKG Minta Warga Waspadai Hujan Lokal

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Kabar Pajajaran – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 39 persen wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau pada awal Juni 2026. Meski begitu, BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap hujan lokal yang berpotensi muncul dalam beberapa hari ke depan.

Stasiun Klimatologi Jawa Barat mencatat 16 zona musim (ZOM) mulai mengalami musim kemarau pada dasarian pertama Juni 2026. Sebagian besar wilayah tersebut berada di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat.

BMKG menjelaskan, berkurangnya curah hujan mendorong perluasan musim kemarau di sejumlah daerah. Namun, kondisi atmosfer masih mendukung pembentukan awan hujan. Karena itu, beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan yang disertai petir dan angin kencang.

Daftar Wilayah yang Masuk Musim Kemarau

BMKG mencatat musim kemarau mulai berlangsung di Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah timur Kabupaten Bogor dan bagian utara Kabupaten Purwakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, musim kemarau mulai melanda Kabupaten Indramayu serta Kota dan Kabupaten Cirebon. Di wilayah selatan, musim kemarau mulai terjadi di sebagian Kabupaten Cianjur, Garut, Kabupaten Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, selatan Ciamis, dan utara Pangandaran.

BMKG memperkirakan wilayah yang memasuki musim kemarau akan terus bertambah dalam beberapa pekan mendatang.

Cirebon Catat Hari Tanpa Hujan Terpanjang

Karang Kendal di Kabupaten Cirebon mencatat periode tanpa hujan terpanjang di Jawa Barat. Hingga awal Juni 2026, wilayah tersebut sudah mengalami 25 hari berturut-turut tanpa hujan.

Data itu menunjukkan kemarau mulai terasa lebih kuat di wilayah Pantura dibandingkan daerah lainnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengelola penggunaan air secara bijak. Langkah tersebut penting untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau berlangsung.

Hujan Lokal Masih Berpotensi Terjadi

BMKG menegaskan musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya. Faktor cuaca regional masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Karena itu, masyarakat perlu memantau perkembangan cuaca secara berkala. Warga juga perlu mengantisipasi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat muncul secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari.***(chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Siapkan Sekolah Gratis untuk 77 Ribu Siswa yang Tak Lolos SPMB Jabar
Wagub Erwan Dorong Pelaku Konstruksi Jabar Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Pekerjaan
Danseskoad Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Pesepak Bola Muda, Wagub Jabar Beri Apresiasi
ASN Baru Dilantik di Pedesaan, KDM Tekankan Pelayanan Harus Menjangkau Hingga Pelosok Jabar
WIITEX 2026 Bukukan Transaksi Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Posisi Kopi, Teh, dan Kakao di Pasar Global
KDM Ajak Warga Bijak Memanfaatkan Hasil Bumi dalam Perayaan Waisak di Karawang
Pemprov Jabar Siapkan Bantuan Rp 2,7 Juta untuk Siswa yang Tak Lolos SPMB Negeri
Malam Ini Batas Akhir Konfirmasi Hasil PCMB, Calon Murid Baru Wajib Cek Akun Sebelum 23.59 WIB

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:55 WIB

39 Persen Wilayah Jawa Barat Masuk Musim Kemarau, BMKG Minta Warga Waspadai Hujan Lokal

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:55 WIB

Dedi Mulyadi Siapkan Sekolah Gratis untuk 77 Ribu Siswa yang Tak Lolos SPMB Jabar

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wagub Erwan Dorong Pelaku Konstruksi Jabar Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Pekerjaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:00 WIB

ASN Baru Dilantik di Pedesaan, KDM Tekankan Pelayanan Harus Menjangkau Hingga Pelosok Jabar

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:27 WIB

WIITEX 2026 Bukukan Transaksi Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Posisi Kopi, Teh, dan Kakao di Pasar Global

Berita Terbaru