Karhutla Indonesia Meluas, Pemerintah Diminta Perkuat Pencegahan dan Teknologi KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Mahasiswa Baru Unsoed, 73 Kursi Diduga Dikondisikan Musim Kemarau 2026 Kapan Berakhir? Ini Prediksi BMKG Miras Diduga Picu Pengeroyokan Kapolsek dan Danramil Cicalengka Saat Karnaval HUT ke-81 RI Praperadilan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Gugat Status Tersangka hingga Penyitaan
Rabu, 17 Juni 2026 - 15:55 WIB
Stasiun Klimatologi Jawa Barat mencatat 16 zona musim (ZOM) mulai mengalami musim kemarau pada dasarian pertama Juni 2026. Sebagian besar wilayah tersebut berada di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat.
BMKG menjelaskan, berkurangnya curah hujan mendorong perluasan musim kemarau di sejumlah daerah. Namun, kondisi atmosfer masih mendukung pembentukan awan hujan. Karena itu, beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan yang disertai petir dan angin kencang.
BMKG mencatat musim kemarau mulai berlangsung di Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah timur Kabupaten Bogor dan bagian utara Kabupaten Purwakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, musim kemarau mulai melanda Kabupaten Indramayu serta Kota dan Kabupaten Cirebon. Di wilayah selatan, musim kemarau mulai terjadi di sebagian Kabupaten Cianjur, Garut, Kabupaten Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, selatan Ciamis, dan utara Pangandaran.
BMKG memperkirakan wilayah yang memasuki musim kemarau akan terus bertambah dalam beberapa pekan mendatang.
Karang Kendal di Kabupaten Cirebon mencatat periode tanpa hujan terpanjang di Jawa Barat. Hingga awal Juni 2026, wilayah tersebut sudah mengalami 25 hari berturut-turut tanpa hujan.
Data itu menunjukkan kemarau mulai terasa lebih kuat di wilayah Pantura dibandingkan daerah lainnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengelola penggunaan air secara bijak. Langkah tersebut penting untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau berlangsung.
BMKG menegaskan musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya. Faktor cuaca regional masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Karena itu, masyarakat perlu memantau perkembangan cuaca secara berkala. Warga juga perlu mengantisipasi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat muncul secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari.***(chq)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Senin, 17 Agustus 2026 - 10:06 WIB
20.500 Narapidana di Jawa Barat Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 303 Kasus KorupsiRabu, 12 Agustus 2026 - 13:00 WIB
450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih DidistribusikanSenin, 10 Agustus 2026 - 16:00 WIB
Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi KeluargaSenin, 10 Agustus 2026 - 15:00 WIB
Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan KemiskinanKamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di KantorBerita Terbaru
Bandung Raya
Satpol PP Jabar Tertibkan Pedagang di Jalur Subang-Bandung, Lima Bangunan Liar Disegel
Senin, 24 Agu 2026 - 10:00 WIB
Bandung Raya
Eks Tim Sukses Dedi Mulyadi Jadi Dirut MUJ, Pengamat Beri Tanggapan
Senin, 24 Agu 2026 - 09:33 WIB
Nasional
Karhutla Indonesia Meluas, Pemerintah Diminta Perkuat Pencegahan dan Teknologi
Senin, 24 Agu 2026 - 09:00 WIB
Regional
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Mahasiswa Baru Unsoed, 73 Kursi Diduga Dikondisikan
Senin, 24 Agu 2026 - 08:21 WIB
