Ricuh May Day di Kota Bandung, Massa Berpakaian Hitam Bakar Pos Polisi di Tamansari

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekelompok Pendemo Ricuh di Dago Cikapayang, Bakar Pos Polisi, (dok. istimewa)

Sekelompok Pendemo Ricuh di Dago Cikapayang, Bakar Pos Polisi, (dok. istimewa)

Bandung, Kabar Pajajaran – Aksi peringatan Hari Buruh Internasional pada Jumat (1/5/2026) di Bandung berakhir ricuh setelah sekelompok orang berpakaian serba hitam melakukan perusakan di kawasan Tamansari–Cikapayang. Aparat kepolisian langsung bergerak untuk mengendalikan situasi dan mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat.

Kericuhan mulai terlihat sejak sore hari di area Taman Dago Cikapayang. Sekitar pukul 16.00 WIB, kelompok berpakaian hitam memicu provokasi terhadap warga di sekitar lokasi. Petugas dan komunitas penjaga lingkungan kemudian memukul mundur kelompok tersebut.

Setelah terdesak, massa berpindah ke kawasan Balubur Town Square hingga Jalan Tamansari–Cikapayang. Rekaman kamera lalu lintas milik ATCS Bandung menunjukkan mereka membakar barier dan spanduk di persimpangan bawah Jembatan Pasupati dekat Taman Jomblo. Aksi itu langsung menghambat arus kendaraan di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekitar pukul 18.45 WIB, situasi memanas. Massa membakar pos polisi di tepi jalan dan menyalakan petasan yang memicu kepanikan warga. Kepolisian datang dengan perlengkapan lengkap untuk pengendalian massa dan berupaya membubarkan kerumunan.

Kasihumas Polrestabes Bandung AKP Nurindah menyatakan petugas bersama unsur masyarakat sebelumnya telah membubarkan kelompok tersebut di Cikapayang. Namun, mereka kembali berkumpul dan melanjutkan aksi perusakan di lokasi lain.

Menjelang pukul 21.00 WIB, massa mulai membubarkan diri. Polisi tetap berjaga untuk memastikan situasi aman dan mengatur lalu lintas yang sempat tersendat.

Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan menduga kelompok anarko terlibat dalam kerusuhan tersebut. Ia menilai ciri-ciri massa yang mengenakan pakaian hitam dan menutup wajah mengarah pada kelompok tersebut. Menurutnya, para pelaku juga membawa bahan bakar dan melakukan perusakan tanpa agenda resmi aksi buruh.

Rudi menegaskan polisi telah mengamankan sejumlah orang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihaknya masih mendalami identitas pelaku serta motif di balik kerusuhan.

“Lokasi Cikapayang memang sering menjadi titik berkumpul massa, sehingga kami akan terus melakukan penjagaan,” ujarnya.

Saat ini, kondisi di kawasan Tamansari–Cikapayang dilaporkan kembali kondusif, meski aparat tetap bersiaga untuk mencegah gangguan keamanan lanjutan. *** (Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bobotoh Padati Flyover Pasupati, Bandung Rayakan Kemenangan Dramatis Persib
Muhammad Farhan Dorong Warga Bandung Gunakan Produk Lokal Saat Rupiah Melemah
Pemkot Bandung Larang PKL Kembali Berjualan di Trotoar
DLH Kota Bandung Kerahkan 345 Petugas Jaga Kebersihan Saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda
PKL Cicadas Pilih Kompensasi Tunai daripada Relokasi demi Proyek BRT Bandung
Eceng Gondok Ancam Operasional PLTA Saguling di Bandung Barat
Persib Bandung dan Borneo FC Bersaing Ketat di Puncak Klasemen Super League 2025/2026
Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kerusuhan May Day 2026 di Bandung

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 12:00 WIB

Bobotoh Padati Flyover Pasupati, Bandung Rayakan Kemenangan Dramatis Persib

Senin, 18 Mei 2026 - 11:00 WIB

Muhammad Farhan Dorong Warga Bandung Gunakan Produk Lokal Saat Rupiah Melemah

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pemkot Bandung Larang PKL Kembali Berjualan di Trotoar

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:10 WIB

DLH Kota Bandung Kerahkan 345 Petugas Jaga Kebersihan Saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:28 WIB

PKL Cicadas Pilih Kompensasi Tunai daripada Relokasi demi Proyek BRT Bandung

Berita Terbaru

Ilustrasi Parfum (Pinterest)

Ragam

Fenomena Bocil SD Koleksi Parfum Ramai di Media Sosial

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengikuti prosesi pengembalian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake ke Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Senin (18/5/2026), usai rangkaian Kirab Milangkala Tatar Sunda di sejumlah daerah di Jawa Barat. Foto: Humas Jabar

Jawa Barat

KDM Antar Kembali Mahkota Binokasih ke Museum Prabu Geusan Ulun

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:57 WIB