Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung dalam membenahi berbagai persoalan perkotaan, guna mengembalikan wibawa Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi.
Menurut Dedi, penataan kota tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
“Terima kasih kepada ASN Pemprov Jabar dan ASN Kota Bandung yang terus bahu-membahu membersihkan lingkungannya masing-masing. Minimal satu kilometer menuju kantor harus dalam kondisi bersih, tertata, indah, dan berestetika,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Jabar Siap Bangun PSEL Juni 2026, Sampah Diolah Jadi Listrik di Bogor dan Bekasi
Sampah Jadi Prioritas
Dedi mengakui, meskipun kolaborasi sudah berjalan baik, masih terdapat sejumlah persoalan krusial yang harus segera ditangani, terutama masalah sampah yang masih menumpuk di beberapa titik kota.
“Kita harus pastikan tidak ada lagi tumpukan sampah di sudut-sudut kota. Ini harus ditangani bersama,” tegasnya.
Sebagai solusi, Pemprov Jabar bersama Pemkot Bandung akan mengoptimalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, sekaligus mendorong pengembangannya menjadi fasilitas pengolahan sampah berbasis energi.
Baca juga: KDM Hadiri Nikah Massal di Depok, Pesan Tegas: Jangan Berutang Demi Resepsi
Perbaikan Infrastruktur Kota
Selain pengelolaan sampah, kolaborasi juga difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar, seperti penerangan jalan umum (PJU), integrasi sistem CCTV, serta perbaikan drainase untuk mencegah banjir.
“PJU tidak boleh ada yang mati. Semua harus terang. CCTV juga harus terintegrasi dengan baik antara provinsi dan kota,” ujarnya.
Dalam hal lalu lintas, Pemprov Jabar juga mendorong pengembangan transportasi publik terintegrasi di kawasan Bandung Raya, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti underpass dan flyover.
Sistem lampu lalu lintas pun akan diarahkan menggunakan teknologi digital yang mampu menyesuaikan dengan volume kendaraan di lapangan.
“Lampu lalu lintas harus bisa adaptif terhadap kondisi kendaraan, sehingga lebih efektif mengurai kemacetan,” tambahnya.
Baca juga: Tiga Proyek Pengendalian Banjir di Kabupaten Bandung Siap Dikerjakan Tahun 2026
Kembalikan Karisma Kota Bandung
Dedi menekankan bahwa upaya pembenahan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyasar penataan wajah kota secara menyeluruh agar lebih rapi, indah, dan menarik sebagai destinasi wisata unggulan.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung dalam membangun kota.
“Terima kasih kepada Wali Kota Bandung yang setiap hari bahu-membahu dengan Pemprov Jabar untuk mengembalikan kharisma, wibawa, dan keanggunan Kota Bandung,” pungkasnya.***(Nalika)





