Coba Bunuh Trump di Lapangan Golf, Ryan Routh Divonis Penjara Seumur Hidup

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump Mengadakan Rapat Kabinet Kamis 29 Januari 2026, (Official White House Photo by Molly Riley)

Presiden Donald Trump Mengadakan Rapat Kabinet Kamis 29 Januari 2026, (Official White House Photo by Molly Riley)

WASHINGTON – Pengadilan Amerika Serikat menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Ryan Routh (59), pria yang terbukti mencoba membunuh Donald Trump saat masih berstatus calon presiden pada September 2024.

Putusan tersebut dibacakan oleh Hakim Federal Aileen Cannon, Kamis (5/2/2026). Hakim menilai tindakan Routh sebagai kejahatan serius yang mengancam keselamatan publik dan stabilitas politik, sehingga hukuman maksimal dinilai paling adil.

Dalam pertimbangannya, hakim menyebut Routh telah menyiapkan rencana penyerangan selama berbulan-bulan. Bukti persidangan juga menunjukkan adanya niat kuat untuk melakukan aksi mematikan terhadap siapa pun yang menghalangi aksinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden itu terjadi di Trump International Golf Club, West Palm Beach, Florida. Seorang agen Secret Service yang tengah berpatroli melihat senjata api dari balik semak-semak, lalu segera mengambil tindakan. Routh sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap tak lama kemudian di sekitar lokasi.

Jaksa federal mengungkapkan, meski Routh belum sempat mendapatkan garis pandang langsung ke arah Trump, aparat menemukan senapan semi-otomatis lengkap dengan teropong bidik serta magasin tambahan di lokasi persembunyiannya. Barang bukti tersebut memperkuat dugaan bahwa serangan telah dipersiapkan secara matang.

Selama persidangan, Routh memilih membela diri tanpa pengacara dan menunjukkan perilaku tidak kooperatif. Sikap tersebut turut menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis berat.

Jaksa utama John Shipley menyatakan, selain senjata api, penyidik juga menemukan catatan tulisan tangan Routh yang mengakui aksinya sebagai upaya pembunuhan, termasuk daftar lokasi yang kemungkinan akan dikunjungi Donald Trump.

Kasus di Florida ini menjadi percobaan pembunuhan kedua terhadap Trump sepanjang 2024. Sebelumnya, insiden penembakan terjadi saat kampanye politik di Butler, Pennsylvania.

Meski telah divonis penjara seumur hidup, tim hukum Ryan Routh menyatakan akan mengajukan banding. Perkara ini kembali menyoroti tingginya tantangan keamanan dalam dinamika politik Amerika Serikat. ***Anton

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditahan Kejaksaan Agung, Publik Soroti Nasib Lembaga Pengawas
Pakistan Turun Tangan! Negosiasi Rahasia AS–Iran Masuk Babak Penentuan
Blokade Selat Hormuz Dimulai, AS Siap Cegat Kapal dari dan ke Iran
KPK Amankan Uang Tunai dalam OTT di Pemkab Tulungagung, 13 Orang Dibawa ke Jakarta
Orion Splashdown Sukses, Astronot Artemis II Kembali ke Bumi dengan Selamat
Ahmad Sahroni Bongkar Kronologi Dugaan Pemerasan Rp300 Juta yang Catut Nama KPK
Pemprov Jabar Pilih Skema Fleksibel, ASN Tetap Masuk Kantor Setiap Jumat
Artemis II Meluncur! Empat Astronaut NASA Mulai Misi Berawak Mengelilingi Bulan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:40 WIB

Pakistan Turun Tangan! Negosiasi Rahasia AS–Iran Masuk Babak Penentuan

Senin, 13 April 2026 - 12:01 WIB

Blokade Selat Hormuz Dimulai, AS Siap Cegat Kapal dari dan ke Iran

Sabtu, 11 April 2026 - 21:07 WIB

KPK Amankan Uang Tunai dalam OTT di Pemkab Tulungagung, 13 Orang Dibawa ke Jakarta

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Orion Splashdown Sukses, Astronot Artemis II Kembali ke Bumi dengan Selamat

Jumat, 10 April 2026 - 17:53 WIB

Ahmad Sahroni Bongkar Kronologi Dugaan Pemerasan Rp300 Juta yang Catut Nama KPK

Berita Terbaru