Waspada Ancaman Sesar Lembang, BPBD Kota Cimahi: Edukasi Mitigasi Tidak Boleh Putus

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Peta kerawanan geologi kawasan Bandung Raya yang menunjukkan garis lintasan Sesar Lembang yang berdekatan dengan wilayah Kota Cimahi. Di tengah prestasi sebagai daerah dengan risiko bencana terkecil kedua di Jawa Barat, BPBD Kota Cimahi tetap memprioritaskan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa magnitudo 6,8. Edukasi yang berkesinambungan bagi setiap generasi sangat penting agar masyarakat tetap tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana geologi di masa depan. Ilustrasi: Kabar Pajajaran

Ilustrasi: Peta kerawanan geologi kawasan Bandung Raya yang menunjukkan garis lintasan Sesar Lembang yang berdekatan dengan wilayah Kota Cimahi. Di tengah prestasi sebagai daerah dengan risiko bencana terkecil kedua di Jawa Barat, BPBD Kota Cimahi tetap memprioritaskan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa magnitudo 6,8. Edukasi yang berkesinambungan bagi setiap generasi sangat penting agar masyarakat tetap tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana geologi di masa depan. Ilustrasi: Kabar Pajajaran

Kota Cimahi, Kabar Pajajaran – Meskipun Kota Cimahi tercatat sebagai daerah dengan Indeks Risiko Bencana (IRB) terkecil nomor dua di Jawa Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menegaskan tidak akan terlena. Fokus kewaspadaan jangka panjang kini diarahkan pada potensi ancaman Sesar Lembang yang membayangi kawasan aglomerasi Bandung Raya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengungkapkan bahwa ancaman Sesar Lembang telah masuk dalam dokumen kajian risiko bencana sebagai salah satu dari 10 ancaman utama di wilayah tersebut. Berdasarkan kesepakatan BPBD di seluruh Bandung Raya, jika Sesar Lembang beraktivitas dengan kekuatan magnitudo 6,8 ke atas, maka hampir seluruh wilayah Bandung Raya akan terdampak secara masif.

Baca juga: Aksi Kemanusiaan Tanpa Batas: BPBD Cimahi Terjunkan 15 Personel Bantu Evakuasi Longsor Cisarua di Tengah Kepungan Bencana Lokal

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Cimahi berada dalam aglomerasi bencana Sesar Lembang. Walaupun secara ukuran indeks risiko kita kecil, kami tetap menjaga kesiapsiagaan sebagai prioritas nomor satu,” tegas Fithriandy. Ia menambahkan bahwa posisi geografis Cimahi yang berada di bawah wilayah lain membuat mitigasi terhadap pergerakan sesar ini menjadi sangat krusial.

Lebih lanjut, Fithriandy menekankan bahwa tantangan terbesar dalam menghadapi ancaman jangka panjang ini adalah konsistensi edukasi masyarakat. Menurutnya, edukasi kebencanaan harus dilakukan secara berkesinambungan dan tidak boleh terputus karena generasi akan terus berputar. Masyarakat yang sekarang sudah paham mitigasi suatu saat akan digantikan oleh generasi baru yang juga perlu mendapatkan pemahaman serupa.

“Kita tidak boleh capek dan tidak boleh bosan memberikan sosialisasi. Jika terjadi bencana yang parah karena kita abai, maka semua pihak akan merasakan kesusahan,” pungkasnya. Oleh karena itu, BPBD terus menyasar seluruh lapisan atau “matra”, mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas disabilitas, agar kesiapan menghadapi potensi gempa bumi akibat Sesar Lembang tetap terjaga di level tertinggi.*** (Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemprov Jabar Libatkan 25.000 Mahasiswa untuk Atasi Sampah Bandung Raya
Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi
Harvest Moon Terangi Langit Bandung, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Bulan Purnama
Dua Pelajar SMA Ditangkap Tim Prabu Bandung Usai Acungkan Samurai ke Polisi
Dedi Mulyadi Berduka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra, Sebut Karyanya Akan Abadi
Erwin Ungkap Perannya di Pemkot Bandung: Kini Lebih Banyak Turun ke Masyarakat
Kasus ILI dan ISPA di Kabupaten Bandung Melonjak, Dinkes Minta Warga Tak Panik
Wagub Erwan Setiawan Sampaikan Pesan di HJKB ke-216, Tekankan Kolaborasi Bandung-Jabar

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Pemprov Jabar Libatkan 25.000 Mahasiswa untuk Atasi Sampah Bandung Raya

Senin, 28 September 2026 - 19:43 WIB

Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi

Minggu, 27 September 2026 - 14:00 WIB

Harvest Moon Terangi Langit Bandung, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Bulan Purnama

Minggu, 27 September 2026 - 13:06 WIB

Dua Pelajar SMA Ditangkap Tim Prabu Bandung Usai Acungkan Samurai ke Polisi

Minggu, 27 September 2026 - 10:00 WIB

Dedi Mulyadi Berduka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra, Sebut Karyanya Akan Abadi

Berita Terbaru