Dedi Mulyadi Akhirnya Buka Suara! Ini Alasan Sebenarnya Penataan Plaza Gedung Sate–Gasibu

Rabu, 15 April 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kang Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat (Foto Humas Jabar)

Kang Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat (Foto Humas Jabar)

Bandung, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara soal rencana penataan kawasan Gedung Sate yang akan diintegrasikan dengan Lapangan Gasibu, termasuk perubahan fungsi Jalan Diponegoro.

Ia menegaskan, penataan tersebut bertujuan memperbaiki akses sekaligus mengatasi kemacetan yang kerap terjadi saat aktivitas besar berlangsung di kawasan tersebut, termasuk aksi unjuk rasa.

Menurut Dedi, penutupan Jalan Diponegoro saat demonstrasi selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan parah di Bandung. Ke depan, ia memastikan kondisi itu tidak akan terulang karena skema lalu lintas akan diubah tanpa mengganggu aktivitas di halaman Gedung Sate.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jalan Diponegoro tetap terbuka dan tidak akan terganggu oleh berbagai kegiatan di halaman Gedung Sate,” tegasnya, Rabu (15/4/2026).

Jalan Diubah Jadi Melingkar

Dedi menjelaskan, pemerintah tidak akan menutup jalan sepenuhnya, melainkan mengubah pola lalu lintas menjadi melingkar di sekitar kawasan.

Skema baru itu membuat kendaraan dapat memutar ke arah depan Pullman Bandung Grand Central, kemudian berbelok ke kanan. Sebagian area Gasibu juga akan dimanfaatkan untuk pembangunan jembatan di ujung kawasan agar arus kendaraan lebih lancar.

Ia menegaskan, konsep tersebut tetap memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tanpa mengganggu lalu lintas. “Unjuk rasa boleh, tapi tidak mengganggu lalu lintas,” ujarnya.

Prasasti Tetap di Lokasi

Dedi juga menanggapi kekhawatiran soal perubahan elemen bersejarah di kawasan Gedung Sate. Ia memastikan batu prasasti yang berada di halaman gedung tidak akan dipindahkan.

“Prasasti tetap di situ, tidak ada yang berubah,” katanya.

Perluas Ruang Terbuka

Menurut Dedi, inti penataan ini adalah memperluas ruang terbuka sekaligus menyatukan kawasan Gedung Sate dan Gasibu agar lebih representatif. Nantinya, tinggi halaman Gasibu akan disamakan dengan halaman Gedung Sate.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak salah memahami istilah “plaza” dalam proyek tersebut. Pemerintah tidak membangun gedung baru, melainkan menata ruang terbuka agar lebih luas dan terintegrasi.

“Halaman akan lebih terbuka dan lebar, sehingga Gasibu benar-benar menjadi halaman Gedung Sate,” pungkasnya. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian
Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027
Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah
Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil

Senin, 14 September 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

Senin, 14 September 2026 - 06:14 WIB

KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB