Rupiah Ambruk ke Rp18.001 per Dolar AS pagi ini, Ini Pemicu Utamanya

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS)

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS)

KABAR PAJAJARAN – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah pada Kamis (4/6/2026) dan menembus level psikologis Rp18.000 di sejumlah platform perdagangan. Tekanan datang dari sentimen global yang membuat rupiah bergerak fluktuatif sejak awal perdagangan.

Data Investing mencatat dolar AS menguat 0,28 persen atau 49,4 basis poin ke level Rp18.015 pada pagi hari. Pasar juga mencatat pergerakan harian dolar berada di rentang Rp17.937 hingga Rp18.024.

Rupiah Bergerak Fluktuatif, Sentuh Rp18.024 di Perdagangan Harian

Pelaku pasar mendorong pergerakan rupiah naik-turun sepanjang sesi perdagangan. Investing menunjukkan dolar AS sempat menyentuh Rp18.024 sebelum bergerak kembali di area Rp18.010 hingga Rp18.015.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Google Finance juga mencatat pergerakan cepat. Pada pukul 06.23 WIB, dolar berada di Rp18.010, lalu melemah ke Rp17.971 pada pukul 07.15 WIB.

Bloomberg Catat Penguatan 0,71 Persen pada Dolar AS

Bloomberg mencatat penguatan dolar AS lebih dalam dibandingkan platform lain. Mata uang tersebut naik 0,71 persen secara harian dan terakhir berada di level Rp17.966.

Perbedaan data antar penyedia menunjukkan pasar bergerak dinamis dan merespons cepat sentimen global yang terus berubah.

BI Turun ke Pasar, Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan

Bank Indonesia (BI) langsung merespons pelemahan rupiah dengan memperkuat intervensi di pasar keuangan. BI bergerak aktif menjaga stabilitas nilai tukar dan memastikan likuiditas valas tetap terjaga.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menegaskan BI mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan untuk menjaga pasar tetap stabil.

BI juga masuk ke pasar secara berkala untuk memastikan mekanisme kurs berjalan sesuai fundamental.

BI Perketat Aturan Valas dan Dorong Transaksi Mata Uang Lokal

Bank Indonesia menerapkan kebijakan baru pembelian valas tanpa underlying dengan batas US$25.000 per bulan per pelaku mulai 2 Juni 2026. BI mengambil langkah ini untuk memperkuat stabilitas pasar valas domestik.

Selain itu, BI mendorong penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT) dengan berbagai negara mitra seperti Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. BI mendorong skema ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan menekan risiko volatilitas nilai tukar.

Rupiah Masih Rentan, Pasar Tunggu Arah Kebijakan Global

Pelaku pasar terus mencermati perkembangan ekonomi global dan geopolitik yang mempengaruhi penguatan dolar AS. Investor bergerak hati-hati karena ketidakpastian masih tinggi di pasar keuangan internasional.

Dalam kondisi ini, rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif sambil menunggu arah kebijakan lanjutan dari bank sentral utama dunia.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus
Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi
KPK Ungkap Kronologi Penitipan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan Gedung Merah Putih
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid
Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang
Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara
Pembangunan IKN Berlanjut, Basuki Usulkan Anggaran Tambahan Rp2,7 Triliun
Banyak Warga Panik Isi BBM, Pertamina Beri Penjelasan Mengejutkan soal Stok

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:21 WIB

Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:32 WIB

Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru