Tiket Rp10 Ribu, Tahura Gunung Kunci Jadi Pilihan Wisata Alam Terjangkau

Senin, 19 Januari 2026 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tahura Gunung Kunci menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumedang yang menyuguhkan keindahan hutan alam sekaligus menyimpan nilai sejarah di dalamnya. Foto: Dee Wd/Google

Tahura Gunung Kunci menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumedang yang menyuguhkan keindahan hutan alam sekaligus menyimpan nilai sejarah di dalamnya. Foto: Dee Wd/Google

Kabupaten Sumedang, Kabar Pajajaran – Sebelum ditetapkan sebagai taman hutan raya (Tahura), Gunung Kunci merupakan kawasan yang dibangun oleh tentara kolonial Belanda dan difungsikan sebagai pos pemantauan kondisi wilayah sekitarnya.

Tak heran, di gunung seluas 3,2 hektare tersebut masih ditemukan lorong bawah tanah hingga bunker yang dahulu digunakan sebagai fasilitas pendukung aktivitas pemantauan tentara kolonial Belanda di Gunung Kunci.

Saat ini, Tahura Gunung Kunci menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumedang yang menyuguhkan keindahan hutan alam sekaligus menyimpan nilai sejarah di dalamnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Bandung Zoo Dibuka Gratis Awal Tahun, Pengunjung Bisa Donasi dan Botram

Berlokasi di pusat Kota Sumedang, Tahura Gunung Kunci selalu ramai dikunjungi wisatawan, tidak hanya dari daerah sekitar, tetapi juga dari berbagai kota di Indonesia, seiring kemudahan akses menuju lokasi.

Kondisi hutan yang terjaga dengan baik menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin menikmati udara segar serta panorama alam yang memanjakan mata.

Tak sedikit wisatawan yang mengabadikan berbagai sudut menarik di kawasan tersebut menggunakan kamera. Apalagi, Tahura Gunung Kunci kini tampil semakin menarik dengan hadirnya sejumlah spot estetik hasil pembenahan.

Deretan pepohonan tinggi dengan ragam vegetasi alami turut menjadi objek favorit untuk diabadikan melalui lensa kamera para pengunjung.

Baca juga: Nilai Tinggi Tak Menjamin Tepat Jurusan, Pemetaan Bakat Mulai Disorot Sekolah

Salah seorang wisatawan asal Bandung, Adela (34), mengaku terkesan dengan keberadaan Tahura Gunung Kunci. Menurutnya, kawasan tersebut memberikan banyak manfaat bagi para pengunjung.

“Jelas banyak sekali manfaatnya, cuma di sini kita bisa dapat udara yang sangat segar, terus kita juga bisa banyak belajar sejarah dari peninggalan zaman dulu yang masih ada sampai sekarang, tempatnya asik pokoknya,” ungkapnya.

Dari sisi aksesibilitas, Tahura Gunung Kunci saat ini dinilai cukup nyaman bagi pengunjung yang ingin berkeliling, dengan jalur berupa susunan batu yang tertata rapi dan aman.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) terus melakukan berbagai pengembangan guna meningkatkan kenyamanan bagi setiap pengunjung.

Melalui pengembangan tersebut, pengunjung kini dapat menikmati suasana alam Gunung Kunci sambil bersantai menikmati kopi, teh hangat, maupun camilan yang tersedia di Cafe Kunci.

Baca juga: Komisi IV DPRD Jabar Tinjau Insinerator Motah di Margahayu Tengah, Dinilai Efektif Namun Masih Hadapi Tantangan

“Betul bahwa kami lakukan pengembangan dengan membangun beberapa amenity penunjang yang tentunya dengan tetap memperhatikan konservasi sebagai landasan tujuan utama kami,” kata Kepala DLHK Kabupaten Sumedang Maman Wasman, Kamis (15/1/2026).

Wasman menjelaskan, amenitas yang dibangun semata-mata ditujukan untuk menunjang kebutuhan pengunjung agar merasa lebih nyaman dan mempermudah mereka dalam menikmati wisata di Gunung Kunci.

Sejumlah amenitas yang dibangun dalam beberapa waktu terakhir di antaranya sarana olahraga (SOR) berupa lapangan dan jogging track yang rutin dimanfaatkan ratusan warga untuk berolahraga pada pagi dan sore hari.

Sesuai peruntukannya, fasilitas SOR tersebut tidak dibangun di area inti Tahura, melainkan berada di bagian bawah Gunung Kunci, namun tetap menjadi satu kesatuan destinasi wisata.

Baca juga: Dedi Mulyadi Ambil Alih Rencana Bongkar Teras Cihampelas, Farhan Fokus Urus Izin

“Kafe juga juga dibangun tidak mengganggu area Tahura, ini kami lakukan dengan seperangkat regulasi yang ketat menjaga tahura sendiri sebagai kawasan konservasi. Total amenity ini kurang dari 10 persen luas area tahura,” jelasnya.

Keberadaan fasilitas dan sarana pendukung tersebut terbukti efektif meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke Tahura Gunung Kunci, yang tercermin dari meningkatnya capaian retribusi.

“Alhamdulillah, setelah kita bangun segala amenitasnya, retribusi kita naik 10 persen dari total target yang ditetapkan. Komitmen kami menjaga dengan baik dan mengembangkannya, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat lebih luas,” pungkasnya.

Berkunjung ke Tahura Gunung Kunci menawarkan pengalaman wisata sehat di tengah hutan alami dengan tiket masuk yang terjangkau, yakni Rp10 ribu.*** (Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan
Kebakaran Bromo Tutup Seluruh Akses Wisata, 6 Trip Jip Dibatalkan
KAI Daop 2 Bandung Kembalikan Operasional Kereta Normal Usai Gempa Pangandaran
Pemkot Bandung Siapkan 100 Truk Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka pada 2029
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Kecelakaan Beruntun di Ciwidey, Truk Batu Bara Mundur Akibat Patah As Tabrak Lima Kendaraan
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru
Pemkot Bandung Wajibkan Warga Pilah Sampah Sebelum TPPAS Legok Nangka Beroperasi

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Kebakaran Bromo Tutup Seluruh Akses Wisata, 6 Trip Jip Dibatalkan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Kembalikan Operasional Kereta Normal Usai Gempa Pangandaran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Pemkot Bandung Siapkan 100 Truk Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka pada 2029

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB

WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor

Berita Terbaru